Pinhome

Elang Papua, Rajawali Papua (Papuan Eagle)

Dipublikasikan oleh Mega Puspita Ratna ∙ 6 April 2021 ∙ 4 menit membaca

Elang Papua – Merupakan salah satu jenis burung pemangsa selain jenis alap-alap dan burung hantu yang berukuran besar dari keluarga Accipitridae dan sub keluarga Harpiinae dengan Genus Harpyopsis. Merupakan satu-satunya elang yang berada di Indonesia. Berasal dari satu kelompok yang sama di keluarga harpiinae yaitu elang jambul dan elang harpy, dimana semuanya berada di daratan pulau amerika. Rajawali papua dapat di jumpai dan bersarang di pohon hutan yang tinggi, tetapi dapat juga ditemukan di dekat permukaan laut.

Jenis Elang yang berasal dari papua ini merupakan elang terbesar Indonesia. Ukuran tubuhnya berkisar antara 75 – 90 cm. Ukurannya hampir sama dengan jenis elang WBSE dan elang IBE. Rajawali papua memiliki setidaknya 3 nama di indonesia selain nama elang papua yaitu Elang Irian dan Rajawali Papua dengan nama ilmiahnya Harpyopsis novaeguineae. Mereka hanya memiliki 3 sebutan di Indonesia, berbeda halnya dengan bahasa inggris yaitu Kapul Eagle, New Guinea Eagle, New Guinea Harpy Eagle, Papuan Eagle, Papuan Harpy Eagle.

Deskripsi elang papua 

Elang Papua
Elang Papua

Seperti yang sudah di singgung bagian atas bahwa elang ini berukuran besar, dan berkisar antara 75-90 cm. Rentang sayapnya sekitar 157 cm dan berat berat 1600–2400 gram. Pada umumnya ukuran dan berat tubuh rajawali papua betina lebih besar dari yang jantan. Bagian atas berwarna coklat keabu-abuan, dada bagian atas berwarna coklat pucat, sayap lebar tiga band, paruh kuat, iris besar. Dibagian ekor, rajawali papua mirip dengan elang laut perut putih yang sama-sama berekor pendek dan bulunya mirip dengan elang ekor panjang. Namun lebih kecil dari Doria’s goshawk. Rajawali papua atau papuan memiliki kaki yang panjang dan kuat.

Baca juga : Macam-macam jenis elang

Habitat dan Kebiasaan 

Pada umumnya mereka mendiami hutan yang tanpa terganggu atau dengan ketinggian 3.200 m dari permukaan laut. Dimana elang ini endemik daerah papua dan papua nugini. Terbang di batas atau di bawah pepohonan, bertengger di hutan bagian dalam. Mendeteksi mangsa berupa mamalia besar berdasarkan suara yang kemudian ditangkap dari tanah atau di gali dengan cakarnya dari lubang pohon. Paling sering mendatangi bangkai atau sumber bau busuk lainnya.

Makanan elang papua pada umumnya memakan jenis mamalia seperti possum, kuskus, walabi, kanguru pohon, anjing, babi, anjing, dan kadang-kadang mengambil burung, kadal dan ular, dan tikus raksasa. Rajawali papua mengejar mangsanya dengan berlari dan melompat di tanah, atau melompat di atas cabang dan batang. Selain kebiasannya berburu mangsanya pada siang hari, papuan eagle terkadang juga berburu pada malam hari.

Baca juga ; Cara menjinakkan elang

Suara Elang Papua

Anda “uumpph!” Atau “okh!” stakato rendah yang tidak tetap, bernada cegukan seperti suara busur yang dilepaskan dari panah; kadang disertai dengan “buk” yang diulang-ulang. Beberapa orang menyebutkan elang ini memiliki suara seperti ayam tetapi lebih kuat dan rendah. Pada senja hari sering terdengar suara bersahutan dan sambung-menyambung seperti suara Bubut Pini. Tetapi lebih berirama dalam rangkaian nada yang menurun. Terkadang burung ini juga bersuara pada malam hari

Reproduksi Rajawali Papua

Ketika musim kawin elang papua tiba, pada umumnya mereka kawin dari akhir musim penghujan sampai musim kemarau atau sekitar bulan april sampai agustus. rajawali papua menggunakan sarang yang terbuat dari ranting pohon dan dedaunan dengan ketinngian sekitar minimal 20 m dari permukaan tanah. Menghasilkan 1 telur dengan sarang yang sama setiap 2 tahun atau lebih seperti halnya elang lain yang berukuran besar seperti elang harpy dan elang filipina.

Populasi elang papua

Rajawali Papua secara luas didistribusikan di Papua Indonesia dan Papua Nugini. Ferguson-Lees dan Christie (2001) memperkirakan sementara populasi global pada awal musim kawin dari 1.000 hingga 10.000 ekor. Meskipun mereka menduga bahwa itu mungkin hanya berada di bawah hingga pertengahan ribu. BirdLife International (2009) memperkirakan total populasi elang dewasa sekitar 2.500 hingga 9.999 ekor. Namun sekarang belum ada data mengenai wilayah atau total populasi secara pasti. Hal ini  terjadi karena dipengaruhi oleh kepadatan penduduku di suatu daerah dengan status rentan dari kepunahan. Namun meski begitu elang ini terus diburu karena harga elang papua tergolong cukup tinggi


Kesimpulan

Elang Papua dengan ukuran terbesar ini masih sangat di lindungi di Indonesia yang terancam punah. Terkadang, para pemburu sengaja menangkapnya karena beberapa kemungkinan harga jual yang sangat tinggi. Selain itu, untuk menemukan keberadaannya sekarang mungkin cukup sulit dengan habitat yang semakin menyempit.

Tags :

Bagikan Artikel