Elang Gunung, Blyth's hawk-eagle (Nisaetus alboniger) - Pinhome

Pinhome


Deprecated: Elementor\Scheme_Color is deprecated since version 2.8.0! Use Elementor\Core\Schemes\Color instead. in /var/www/www.pinhome.id/blog/wp-includes/functions.php on line 5412

Deprecated: Elementor\Scheme_Typography is deprecated since version 2.8.0! Use Elementor\Core\Schemes\Typography instead. in /var/www/www.pinhome.id/blog/wp-includes/functions.php on line 5412

Elang Gunung, Blyth’s hawk-eagle (Nisaetus alboniger)

Dipublikasikan oleh Mega Puspita Ratna ∙ 25 October 2021 ∙ 4 menit membaca

Elang Gunung merupakan salah satu jenis burung pemangsa berukuran sedang yang dapat dikatakan Elang Endemik. Sama dengan Elang Jawa alias burung Garuda.

Jika Elang Jawa hanya dapat dijumpai di pulau Jawa saja, maka Elang ini hanya dapat dijumpai di 2 sampai tiga nengara saja yaitu Singapura, Semenanjung Malaysia dan tentunya Indonesia.

Elang ini memiliki nama ilmiah yang disebut dengan Nisaetus alboniger atau Blyth’s hawk-eagle dalam bahasa inggrisnya. Jika beberapa Elang tebesar di dunia ada Elang Emas, Elang Papua dan Elang WBSE, berbeda halnya dengan Elang Gunung.

Elang ini bukan termasuk berukuran besar tapi berukuran sedang karena ukuran tubuhnya sekitar 50 cm-an. Elang yang berasal dari keluarga Accipitridae dan Genus Nisaetus ini secara tradisional ditempatkan di genus Spizaetus.

Namun, studi terbaru oleh Helbig et al. (2005) menemukan bahwa spesies Elang ini memiliki genetik berbeda yang mirip dengan Elang CHE. Sehingga dikelompokkan ke keluarga Nisaetus oleh Hodgson (1836).

Kesimpulan yang sama dicapai secara terpisah oleh Lerner dan Mindell (2005), bahwa Nisaetus alboniger berkerabat erat dengan Nisaetus nipalensis, berdasarkan sekuens molekuler dari dua gen mitokondria.

Namun, Haring dkk (2007) juga menegaskan bahwa spesies Elang ini terdapat 4 sub-spesies yaitu Nisaetus alboniger (Elang Gunung), Nisaetus bartelsi (Elang Jawa), Nisaetus nanus (Elang Wallace), dan Nisaetus nipalensis (elang mountain).

Baca juga: Jenis Elang (Eagle Species) di Indonesia dan Dunia

Ciri Elang Gunung

elang gunung
ebird

Elang Gunung memiliki ukuran antara 50–58 cm dengan rentang sayap berkisar antara 100–115 cm dengan berat tubuh sekitar 830 gram. Berwarna hitam dan putih. Jambul panjang, ekor bergaris lebar.

Dada bercoret-coret memanjang, perut bergaris melintang rapat, nyaris hitam pada beberapa individu. Tenggorokan putih dengan strip hitam di tengahnya.

Bagian bawah bergaris tebal, terdapat satu garis putih lebar pada ekor yang hitam. Pada Elang remaja, bagian atas coklat dan bersisik kuning tua, kepala berwarna pucat, bagian bawah kuning tua bergaris coklat, ekor bergaris-garis. Iris kuning, paruh abu-abu, dan kaki kuning.

Adapun suara burung Elang Gunung yaitu mengeluarkan siulan nyaring mirip seperti Elang Jawa.

Baca juga : Elang Jawa, Javan Hawk Eagle (JHE)

Penyebaran dan Kebiasaan

elang gunung
ebird

Seperti yang telah dikatakan di atas, burung ini tersebar di tiga negara yaitu Semenanjung Malaysia, Sumatra, dan Kalimantan. Kemungkinan tersebar luas di Sumatra dan Kalimantan.

Secara umum, Elang Gunung dapat dijumpai jauh dari keramaian manusia atau di hutan primer, hutan tebangan, pinggir hutan, perbukitan, dan pegunungan dengan rentang ketinggian 300-1200 m.

Baca juga : cara menjinakkan elang

Beristirahat di pohon yang tinggi, kadang-kadang diserang srigunting dan burung kecil lain. Terbang berputar di hutan saat berburu, menyerang mangsa di pepohonan seperti burung, ayam, mamalia, kadal, dan sesekali kelelawar.

Reproduksi Elang Gunung

elang gunung
ebird

Ketika musim kawin tiba sekitar bulan November, induk Elang ini membangun sarang menggunakan ranting pohon dan dedaunan dengan mengerami telur antara 1 sampai 2 telur.

Anakan Elang Gunung mulai belajar terbang dan meninggalkan sarang bulan Februari. Di Sumatra, ditemukan satu sarang yang sedang digunakan untuk mengerami telur pada bulan Juli.

Dalam satu sarang hanya ditemukan satu anakan. Sarang diletakkan pada tajuk bagian atas pohon besar.

Harga Elang Gunung

Berhubung polulasi Elang Gunung yang sedikit, tentunya harga Elang Gunung juga tidaklah murah atau hampir mirip dengan harga Elang Jawa yang bisa kamu cek di daftar harga Elang.

Pada dasarnya, burung Elang memanglah salah satu jenis burung pemangsa yang ada di Indonesia. Jika ingin memeliharanya, tentunya kamu harus mengetahui cara menjinakan burung pemangsa (BOP) dengan baik dan benar.

Selain itu, kamu juga harus merawatnya sebaik mungkin, guna menjaga populasinya dari kepunahan. Demikianlah informasi seputar Elang Gunung, semoga bermanfaat untuk kalian semua!


Temukan beragam pilihan rumah terlengkap di daftar properti & iklankan properti kamu di Jual Beli Properti Pinhome. Bergabunglah bersama kami di aplikasi Rekan Pinhome untuk kamu agen properti independen atau agen kantor properti. 

Kamu juga bisa belajar lebih lanjut mengenai Properti di Property Academy by Pinhome. Download aplikasi Rekan Pinhome melalui App Store atau Google Play Store sekarang!

Hanya di Pinhome.id yang memberikan kemudahan dalam membeli properti. Pinhome – PINtar jual beli sewa properti.

Tags :

Bagikan Artikel