Pinhome

Finansial

Dunia Bangunan: Berhemat dengan Bangunan Hijau?

Ditulis oleh Pinhome ∙ 17 January 2021 ∙ 3 menit membaca

Dunia bangunan di dunia sudah sering mendengar tentang keunggulan bangunan hijau? Namun, benarkah bangunan hijau ini dapat menghemat pengeluaran? Atau malah sebaliknya?

Dunia Bangunan Dipenuhi Bangunan Hijau

Ketika dunia bangunan dibenturkan dengan berbagai  persoalan bumi, misalnya isu tentang global warming, naiknya bahan bakar minyak, harga-harga bangunan yang melambung tinggi, dan terbakarnya hutan-hutan tropis. Semuanya memiliki efek memukul dunia bangunan khususnya dunia properti. Banyak pengembang saat itu tidak bisa bernafas melihat lambungan harga bahan bangunan yang tinggi, juga melangitnya beberapa harga penunjang misalnya lahan, transportasi, dan lain-lain. Belum lagi isu global warming yang mengguncang dunia. Sehingga para akitvis green gecar mengkampanyekan isu green life style. Semua fakta ini mengarahkan dunia bangunan menjadi sebuah isu yang hingga kini masih tetap up to date. Green building for community. Bangunan hijau untuk semua.

Konsep Bangunan Hijau dalam Dunia Bangunan

Mengenal dan mengetahui konsep bangunan hijau akan membuat kita lebih menghargai beberapa hal yang dilimpahkan alam untuk kita. Misalnya, bahwa bangunan hijau menekankan efisiensi dalam beberapa bentuk termasuk diantaranya efisiensi dalam penggunaan energy, penggunaan air, penggunaan bahan bangunan alam, serta dukungan dari desain dan proses pembangunan yang mengarah pada penghematan. Desain yang simpel dan lay out yang sederhana. Tingkat kualitas bahan akan seimbang dengan harga yang berlaku. Sebaiknya Anda melakukan perencanaan dana yang matang sebelum melakukan pembangunan.

Industri bahan bangunan saatini sangat berperan dalam melakukan aksi green, yaitu dengan melakukan penggantian beberapa bahan bangunan dengan bahan bangunan yang ramah lingkungan dan bisa didaur ulang, serta megurangi emisi CO2 yang dihasilkan oleh beberapa bahan bangunan.  Misalnya meminimalisir penggunaan kayu sebagai bahan bangunan. Kayu biasa digunakan dalam membuat kusen jendela, kuda-kuda, pintu, dan lain-lain. Penggantian kayu dengan alumunium adalah salah satu konsep rumah hijau ataupun bangunan hijau dalam dunia bangunan. Alumunium adalah material yang praktis dan ramah lingkungan. Perlahan material alumunium dan baja sudah menggantikan material kayu.

Penggunaan tangki air dalam sistem sanitasi dan plumbing di rumah atau di hunian lain dapat menghemat air sehingga jauh lebih bersahabat terhadap alam. Selain itu mengganti wallpaper untuk menghias dinding dengan keramik jauh lebih menghemat dibandingkan menggunakan cat ataupun wallpaper yang harus sering diganti begitu sudah mengelupas. Menggunakan desain rumah secara sederhana dengan tidak memperbanyak ornamen juga turut menyumbang dalam aksi green ini. Rumah dengan konsep alami dan banyak bukaan juga bisa menjadi pilihan dalam dunia bangunan.

Dunia bangunan sudah tersentuh dengan bangunan hijau dan bersahabat dengan alam. Selayaknya kita mendukung gerakan bangunan hijau dan hidup dengan gaya lebih bersahabat terhadap alam. Jadi, green building, siapa takut?

Bagikan Artikel