Pinhome

  • Blog
  • Lifestyle
  • Berikut Bentuk Dosa Jariyah Wanita yang Belum Banyak Disadari

Lifestyle

Berikut Bentuk Dosa Jariyah Wanita yang Belum Banyak Disadari

Dipublikasikan oleh Iko ∙ 27 October 2021 ∙ 5 menit membaca

Wanita diciptakan oleh Allah SWT dengan segala kemuliaan-Nya. Oleh karena itu, derajat dan kedudukannya dianggap spesial dan istimewa di mata Allah SWT. Berkat keistimewaan tersebut, seorang laki-laki muslim diperintahkan untuk selalu menghormati dan menghargai wanita. Namun demikian, wanita pun dapat menjadi cobaan atau fitnah untuk kaum laki-laki. 

Pinhome – Sebagai wanita sendiri, Pins khususnya kaum muslimah dianjurkan untuk menjaga setiap perbuatan dan perkataannya. Pasalnya, wanita atau muslimah dekat dengan dosa jariyah. Dosa jariyah ini nantinya akan melekat pada wanita hingga ia meninggal. Nah, sebetulnya apa itu dosa jariyah serta bagaimana bentuk dosa jariyah wanita? Untuk mengetahui ulasan lengkapnya, Pins dapat membaca ulasan berikut. 

Baca Juga: Ayat Alquran Tentang Larangan Zina Yang Perlu Kamu Ketahui

Apa itu dosa jariyah?

(Pexels)

Dosa jariyah dapat dikatakan sebagai kebalikan dari amal jariyah. Secara definisi, dosa jariyah adalah dosa yang terus mengalir, sekalipun orang tersebut sudah meninggal dunia. Mengetahui bahwa betapa bahayanya dosa jariyah ini, Nabi Muhammad SAW selalu mengingatkan umatnya untuk tidak terjebak atau melakukannya. 

Sebab, doa jariyah akan tetap dilimpahkan kepada mereka sekalipun tak lagi melakukan perbuatan maksiat tersebut. Nabi Muhammad SAW pun selalu meminta umatnya untuk menyadar betapa sedihnya nasib seseorang yang terjebak dalam dosa jariyah. 

Terdapat satu prinsip hidup dalam Al-quran yang perlu dipahami. Prinsip ini dapat menjadi catatan untuk bersikap karena dapat memengaruhi amalan serta pahala saat telah meninggal nanti. Dalam sebuah surah, Allah SWT berfirman: 

إِنَّا نَحْنُ نُحْيِي الْمَوْتَى وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا وَآثَارَهُمْ وَكُلَّ شَيْءٍ أَحْصَيْنَاهُ فِي إِمَامٍ مُبِينٍ

Artinya: “Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh).” – QS Yasin ayat 12.

Baca Juga: Termasuk Dosa Besar! Begini Ciri-Ciri Dan Contoh Orang Musyrik

Bentuk dosa jariyah wanita

(Pexels)

Wanita merupakan ciptaan Allah SWT yang mulia. Namun demikian, wanita juga dapat menjadi cobaan bagi seorang laki-laki. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda yang artinya: 

“Tidaklah ada sepeninggalku fitnah (cobaan) yang paling berbahaya bagi lelaki selain fitnah (cobaan) terhadap wanita.” – HR Bukhari dan Muslim.

Mengingat bahwa kedudukan dan statusnya yang riskan tersebut, maka wanita diminta untuk lebih berhati-hati dalam bersikap. Jangan sampai, apa yang dilakukannya justru membacanya pada dosa jariyah. 

Sebagai gambaran, terdapat beberapa bentuk dosa jariyah wanita yang tak disadari. Berikut beberapa di antaranya: 

Mempertontonkan kecantikan dan kemolekan tubuhnya 

Seorang muslimah dilarang untuk mempertontonkan tubuh dan kecantikannya. Sebagaimana firman Allah SWT dalam surah An-Nur ayat 31 berikut:

وَقُل لِّلْمُؤْمِنَٰتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَٰرِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا ۖ وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ ۖ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ ءَابَآئِهِنَّ أَوْ ءَابَآءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَآئِهِنَّ أَوْ أَبْنَآءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَٰنِهِنَّ أَوْ بَنِىٓ إِخْوَٰنِهِنَّ أَوْ بَنِىٓ أَخَوَٰتِهِنَّ أَوْ نِسَآئِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَٰنُهُنَّ أَوِ ٱلتَّٰبِعِينَ غَيْرِ أُو۟لِى ٱلْإِرْبَةِ مِنَ ٱلرِّجَالِ أَوِ ٱلطِّفْلِ ٱلَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا۟ عَلَىٰ عَوْرَٰتِ ٱلنِّسَآءِ ۖ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِن زِينَتِهِنَّ ۚ وَتُوبُوٓا۟ إِلَى ٱللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ ٱلْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Artinya: “Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”

Beberapa orang menafsirkan ayat tersebut dengan arti yang berbeda. Sebagian ada yang mengatakan bahwa membagikan foto di media sosial pun termasuk dosa jariyah. Namun Ustadz Abdul Somad dalam laman Kumparan menyatakan bahwa selama foto tersebut tidak membangkitkan nafsu syahwat laki-laki, maka diperbolehkan untuk mengunggahnya. Foto yang diunggah dapat berupa foto bersama-sama dengan menutup aurat, memakai pakaian longgar, dan tidak pose memancing. Namun jika Pins merasa ragu dan was-was alangkah lebih baik jika tak mengunggah foto tersebut. 

Mempelopori perbuatan maksiat

Maksud dari poin ini yakni seseorang tak diperbolehkan melakukan perbuatan maksiat di depan orang lain. Sebab, hal tersebut bisa jadi membuat orang lain mengikutinya. Sebetulnya perbuatan ini tak hanya menjadi dosa jariyah wanita, tapi bisa juga kaum laki-laki. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً سَيِّئَةً، كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ، مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْء

Artinya: “Siapa yang mempelopori satu kebiasaan yang buruk dalam islam, maka dia mendapatkan dosa keburukan itu, dan dosa setiap orang yang melakukan keburukan itu karena ulahnya, tanpa dikurangi sedikitpun dosa mereka.” – HR Muslim.

Mengajak melakukan kesesaat dan maksiat 

Melanjutkan dari poin sebelumnya, mengajak seseorang pada kesesatan dan maksiat pun merupakan dosa jariyah wanita. Allah SWT dalam surah An-Nahl ayat 25 berfirman:

لِيَحْمِلُوْٓا اَوْزَارَهُمْ كَامِلَةً يَّوْمَ الْقِيٰمَةِ ۙوَمِنْ اَوْزَارِ الَّذِيْنَ يُضِلُّوْنَهُمْ بِغَيْرِ عِلْمٍ ۗ اَلَا سَاۤءَ مَا يَزِرُوْنَ ࣖ

Artinya: “(ucapan mereka) menyebabkan mereka pada hari Kiamat memikul dosa-dosanya sendiri secara sempurna, dan sebagian dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikit pun (bahwa mereka disesatkan). Ingatlah, alangkah buruknya (dosa) yang mereka pikul itu.”

Demi mendapatkan keberkahan dan surga yang abadi, seorang muslimah diminta untuk menjauhi salah satu bentuk dosa jariyah. Cara sederhana yang dapat dilakukannya yakni dengan selalu bertawakal, ikhtiar, serta meminta untuk diberi kekuatan iman oleh Allah SWT. 

Demikian ulasan mengenai dosa jariyah wanita yang perlu Pins pahami. Semoga dapat menjadi pengingat untuk kita semua. Amin!


Temukan pilihan rumah dan apartemen terlengkap di Aplikasi Pinhome. Dapatkan properti idaman melalui program NUP untuk akses eksklusif. Untuk kamu agen properti independen atau agen kantor properti bergabunglah menjadi rekan agen properti bersama kami dan iklankan properti kamu di sini. 

Kamu juga bisa belajar lebih lanjut mengenai properti di Property Academy by Pinhome. Gabung menjadi Rekan Jasa Pinhome melalui aplikasi Rekan Pinhome di App Store atau Google Play Store sekarang!

Hanya di Pinhome.id yang memberikan kemudahan dalam membeli properti. Pinhome PINtar jual beli sewa properti.

Kontributor: Lea

Editor: Iko

Tags :

Bagikan Artikel