Dipublikasikan oleh Nabila Azmi dan Diperbarui oleh Nabila Azmi
Sep 15, 2026
4 menit membaca

Daftar Isi
Puluhan ribu unit apartemen di Indonesia disebut belum terserap pasar. Salah satu masalah yang disorot adalah pembangunan hunian vertikal yang belum didukung ekosistem memadai.
Bagi pembeli, ini jadi pengingat bahwa lokasi, akses, fasilitas, dan harga sama pentingnya dengan unit yang ditawarkan.
Membangun banyak unit tentu tidak otomatis membuat sebuah proyek mudah diserap pasar. Berdasarkan pemberitaan Kompas Properti, pembangunan tanpa ekosistem yang memadai menjadi salah satu isu yang dikaitkan dengan sekitar 45.000 unit apartemen yang belum terserap.
Ekosistem yang dimaksud cukup luas. Ada akses transportasi, fasilitas harian, pusat aktivitas, layanan kesehatan, sampai kemudahan penghuni untuk bepergian tanpa menghabiskan terlalu banyak waktu di jalan.
Harga juga ikut menentukan. Apartemen bisa saja berada di lokasi yang terlihat strategis, tetapi jika harga jual, biaya rutin, atau tipe unitnya kurang sesuai dengan kemampuan target pasar, daya tariknya tetap bisa terbatas.
Itu sebabnya, persoalan ini tidak bisa dibaca sederhana sebagai “orang sudah tidak tertarik investasi di apartemen”. Bisa jadi yang terjadi justru ketidaksesuaian antara supply yang tersedia dengan apa yang benar-benar dibutuhkan konsumen.
Data Pinhome memberi gambaran yang sedikit berbeda. Sepanjang Semester I 2026, rata-rata pencarian beli rumah di platform Pinhome tumbuh sekitar 13% per bulan.
Artinya, minat mencari hunian tetap ada. Namun, arah pencariannya makin selektif.
|
Surabaya
10% → 34%
▲ Melonjak +24%
|
Bandung
4% → 10%
▲ Naik +6%
|
Data menunjukkan pergeseran minat konsumen yang semakin dominan berfokus pada unit hunian dengan harga lebih terjangkau di pasar primer maupun sekunder.
Temuan tersebut tentu tidak bisa dipakai untuk menyimpulkan penyebab langsung dari 45.000 apartemen yang belum terserap. Namun, polanya menunjukkan bahwa demand belum hilang. Konsumen hanya makin sensitif terhadap harga, fungsi, dan relevansi hunian terhadap kebutuhan mereka.
Dulu, lokasi dekat pusat kota sering dianggap sebagai keunggulan utama. Sekarang, definisi “lokasi strategis” mulai lebih cair.
Kawasan penyangga yang punya akses transportasi baik bisa menjadi pilihan yang sama menariknya, bahkan ketika secara geografis lebih jauh dari pusat kota. Hal ini terlihat dalam data pencarian hunian Pinhome di Jabodetabek.
|
Kota Bekasi
11% → 12%
▲ Naik 1%
|
Kab. Bekasi
6% → 7%
▲ Naik 1%
|
Jakarta Timur
11% → 10%
▼ Turun 1%
|
*Menunjukkan adanya kecenderungan minat pencari properti yang bergeser ke kawasan penyangga di Timur Jakarta.
Perubahan ini terjadi bersamaan dengan semakin terbukanya konektivitas kawasan penyangga melalui LRT Jabodebek dan jaringan transportasi lainnya. Sebut saja, perumahan dekat LRT Jatimulya menjadi primadona.
Tetap saja, transportasi bukan satu-satunya pertimbangan. Ada harga, ukuran unit, fasilitas, jarak ke tempat kerja, kebutuhan keluarga, dan tujuan pembelian. Namun, data tersebut menunjukkan bahwa pembeli punya lebih banyak alternatif daripada sebelumnya.
Kalau kamu sedang mempertimbangkan apartemen, jangan langsung berhenti di harga per unit. Ada beberapa hal yang justru bisa lebih menentukan kenyamanan dan nilai properti dalam jangka panjang.
Kalau ingin melihat lebih banyak pilihan sebelum menentukan keputusan, kamu bisa membandingkan apartemen dijual di Pinhome berdasarkan lokasi, harga, dan spesifikasi. Cara ini lebih membantu daripada hanya terpaku pada satu proyek atau satu kawasan.
Menemukan unit yang cocok baru setengah perjalanan. Setelah itu, pertanyaan berikutnya lebih praktis: cicilannya masih masuk akal atau tidak?
Survei Harga Properti Residensial Bank Indonesia mencatat bahwa 70,05% pembelian properti residensial primer pada kuartal II 2026 menggunakan KPR. Angka ini mencakup properti residensial primer secara umum, bukan khusus apartemen.
Karena itu, jangan hanya melihat harga jual. Uang muka, tenor KPR, skema bunga, serta biaya rutin setelah menempati unit juga perlu dihitung sejak awal.
Kamu bisa menggunakan Simulasi KPR Pinhome untuk memperkirakan cicilan berdasarkan harga properti, uang muka, tenor, dan skema bunga. Hasilnya bisa dipakai untuk membandingkan beberapa skenario sebelum mengambil komitmen pembiayaan jangka panjang.
Kasus puluhan ribu apartemen yang belum terserap memberi satu pelajaran penting: hunian yang baik bukan cuma soal bangunannya, tetapi juga soal apakah produk tersebut benar-benar cocok dengan kebutuhan orang yang akan tinggal di dalamnya.




© www.pinhome.id