Pinhome

Dampak Globalisasi

Dipublikasikan oleh Ramadhanti ∙ 15 July 2021 ∙ 6 menit membaca

Globalisasi memiliki dampak hampir di tiap sektor. Dalam ulasan ini kita akan fokus pada dampak globalisasi di bidang sosial budaya. bidang sosial budaya.

Sama halnya dengan pengaruh lain, dampak globalisasi ada yang positif dan negatif. Dalam aspek sosial budaya, globalisasi juga telah tembus kepada fase yang sangat mengkhawatirkan, seperti banyaknya persilangan kebiasaan-kebiasaan baru antara bangsa kita (Indonesia) dan budaya atau perilaku dari bangsa barat.

Contoh dampak globalisasi dibidang sosial budaya seperti:

  • Adanya gaya mengenakan pakaian yang mirip dengan budaya barat.
  • Lunturnya perilaku kesopanan sebagaimana menjadi salah satu ciri khas perilaku bangsa Indonesia.
  • Semakin berkembangnya sikap-sikap individualisme atau lebih mementingkan diri sendiri dari pada saudara kita yang lain.

Nah, dari ulasan singkat diatas akan saya bahas lebih rinci mengenai dampak globalisasi di bidang sosial budaya.

Baca Juga: Pengertian Globalisasi

Dampak Negatif Globalisasi Dalam Aspek Sosial Budaya

#1. Pudarnya Nilai Kebudayaan Lokal

Munculnya budaya kebarat-baratan telah mempengaruhi nilai-nilai budaya lokal (Indonesia), seperti : menghilangnya tata krama/kesopan santunan yang menjadi ciri khas dari budaya Indonesia.

Sekarang sopan santun telah lepas tanpa bekas dalam kalangan pemuda bangsa, karena lancarnya pengaruh kebudayaan barat yang mempengaruhi jiwa dan pemikiran para generasi bangsa.

Tidak hanya itu, dalam segi berpakaian anak bangsa juga mulai mengikuti gaya bangsa barat. Mereka beranggapan bahwa pakaian-pakaian adat yang menjadi ciri khusus dan semestinya menjadi kebanggaan tersendiri.

Justru mereka menganggap sebagai pakaian yang kuno/tidak lagi mengikuti tren masa kini, sehingga mereka mengenakan busana yang dipakai para artis-artis idola mereka.

#2. Moral Bangsa Semakin Buruk

Pengaruh globalisasi khususnya dalam kerusakan moral anak bangsa sangatlah mudah untuk ditemukan. Seperti dipertontonkan dalam dunia maya/internet dan televisi. Banyak hal-hal/konten yang semestinya tidak ditayangkan dalam dunia maya, justru ramai dipublikasikan.

Padahal di dalam konten tersebut mengandung nilai-nilai moral yang merusak pikiran maupun gaya hidup anak bangsa.

Contohnya, pada zaman yang serba canggih ini, gaya hidup bangsa Indonesia sudah mulai mengikuti pola kehidupan orang-orang barat. Padahal pola hidup bangsa barat tidak semuanya sesuai dengan norma pengajaran yang ada di masyarakat Indonesia.

Bahkan lebih parahnya masyarakat Indonesia sampai meniru budaya barat. Contohnya seperti melakukan seks bebas, mulai mengkonsumsi barang-barang terlarang seperti narkoba dan alkohol.

Tentu ini sangat merusak moral, merugikan diri, serta dapat merugikan negara.

Oleh karena itu Pemerintah Indonesia (khususnya) harus memberikan perhatian terhadap para generasi penerus bangsa ini, karena mengingat akan berkembang pesatnya zaman yang dapat merusak moral pemuda generasi penerus bangsa.

#3. Seni-Seni Tradisional Mulai Ditinggalkan

Semakin berkembangnya peradaban dan alat-alat yang serba canggih, membuat pandangan anak bangsa dalam hal kesenian tradisional perlahan memudar, bahkan jika dibiarkan terus menerus akan berakibat pada kematian/hilangnya kesenian tradisional.

Kehadiran hiburan-hiburan baru yang dibalut dengan modernisasi membuat hati masyarakat meliriknya, sementara itu kesenian tradisional tidak melakukan pembaharuan. Dan mungkin karena tiada pembaharuan tersebut banyak masyarakat yang merasakan kejenuhan dan tidak diminati kembali.

Akibatnya, kesenian tradisional tersebut akan mati karena kurang dapat mengikuti perkembangan zaman.

Hal ini tentu menjadi perhatian khusus bagi kita semua untuk lebih mencintai budaya dan kesenian bangsa sendiri dibanding dengan bangsa lain.

#4. Munculnya Sikap Individualis, Konsumtif dan Materialis

Pengaruh globalisasi di bidang sosbud memunculkan berbagai sikap buruk manusia, seperti sikap individualisme, materialisme, dan pola hidup secara konsumtif.

Gaya hidup zaman globalisasi mengharuskan manusia untuk bekerja keras agar mendapatkan uang yang cukup untuk bertahan hidup. Hal ini memancing sikap individualisme untuk keluar ke permukaan. Tentunya berimbas pada hilangnya semangat untuk bergotong-royong dan sifat kekeluargaan antar manusia.

Padahal sikap asli manusia adalah makhluk sosial/tidak bisa hidup sendiri tanpa bantuan yang lainnya. Sikap konsumtif serta materialis dapat merugikan diri sendiri. Akibatnya dia hanya akan mementingkan segala hal dari keuntungannya.

#5. Lunturnya NIlai-Nilai Keagamaan

Dalam mengikuti tren globalisasi, nilai-nilai keagamaan menjadi hal yang asing untuk dijumpai. Kesibukan seseorang dalam mengejar segala hal yang berbau dengan dunia membuat mereka melupakan tujuan awal diciptakannya manusia tersebut.

Padahal tujuan awal kita diciptakan hanyalah untuk beribadah kepada Allah SWT dan tempat terakhir kita singgah adalah akhirat yang kekal abadi.

Saking mereka jauh dari norma agama, banyak terjadi insiden/kasus pembantaian terhadap manusia yang tak berdosa. Mereka lebih mementingkan ego dibanding dengan nilai kemanusiaan dan nilai keagamaan.

Seperti konflik-konflik yang dilatarbelakangi oleh perebutan kekuasaan.

#6. Kecenderungan Pragmatisme

Ini  adalah sebuah pola pikir yang mempercayai bahwa kebenaran ataupun nilai-nilai dari suatu pengajaran tergantung pada penerapan bagi kepentingan manusia. Jadi, apa yang dia ingin semua serba instan.

#7. Tidak Dapat Memahami Modernitas

Kebanyakan dari kita salah dalam menyikapi dan memilah segala pengetahuan yang masuk ke dalam dunia kita. Sehingga kita sering berperilaku yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku.

Contohnya seperti banyak kenakalan-kenakalan  remaja (tawuran, bolos sekolah, kebut-kebutan, menonton gambar-gambar jorok, dan masih banyak lagi). Itu semua hanya disebabkan oleh sebuah tayang televisi maupun media-media massa.

#8. Tumbuh Berkembangnya Sikap Malas & Lalai

Karena sekarang semua serba canggih dan instan, membuat banyak dari kita justru terlena dengan segala fasilitas yang ada, khususnya dalam hal peribadatan.

Kita sering dibuat malas bahkan lalai dengan hal yang satu ini, padahal kita seharusnya tidak boleh meninggalkan peribadatan.

Karena dengan kita selalu menjaga peribadatan kepada yang maha kuasa, maka segala urusan kita akan dimudahkan.

#9. Hadirnya Sikap Permisif

Permisif adalah suatu pemahaman yang membiarkan sesuatu hal yang dianggap tidak layak untuk dipertontonkan.

Contohnya seperti : Bangsa Barat yang mengajarkan untuk bertelanjang dada untuk pria, bahkan berlaku juga untuk sebagian wanita Bangsa Barat.

Sikap ini perlahan mulai tumbuh pada kalangan pria di indonesia, tetapi tidak untuk wanita, apalagi ada beberapa aturan yang diterapkan oleh Bangsa Timur yang membatasi dalam cara berpakaian.

#10. Hedonisme

Ini adalah pandangan hidup yang menganggap bahwa orang gila akan menjadi bahagia dengan mencari kebahagiaan sebanyak mungkin dan sedapat mungkin menghindari perasaan-perasaan yang menyakitkan.

Hedonisme merupakan ajaran atau pandangan bahwa kesenangan atau kenikmatan merupakan tujuan hidup dan tindakan manusia. Dikutip dari Wikipedia

#11. Gaya Hidup Mewah

Yaitu pola penerapan hidup yang sangat berlebihan, layaknya kehidupan orang-orang barat.

#12. Sikap Meniru

Kita sering menjumpai banyak orang meniru pribadi orang dari negara lain, seperti mencontoh model rambut, pakaian, dan masih banyak lagi.

#13. Sekularisme

apa itu sekularisme…???

Sekularisme adalah sebuah sikap maupun pemikiran yang sudah tidak ingin berpegang teguh dalam nilai agama, ataupun sikap untuk berlepas diri dari norma keagamaan.

Jadi masyarakat Indonesia mulai menerapkan pola pikir ini, walaupun masih dalam jumlah yang sangat sedikit. Namun jika terus dibiarkan dapat berkembang menjadi sangat besar, dan tentunya akan merusak citra Bangsa Indonesia.

Baca Juga:

Dampak Positif Globalisasi Dalam Aspek Sosial Budaya

(Unsplash)
  1. Daerah pariwisata semakin serkembang
  2. Terdorongnya sikap penyetaraan gender
  3. Mudahnya bertukar budaya internasional
  4. HAM sangat dijunjung tinggi
  5. Terciptanya kesenian-kesenian baru

Demikianlah sedikit ulasan mengenai dampak globalisasi di bidang sosial budaya. Semoga bermanfaat.


Temukan beragam pilihan rumah terlengkap di daftar properti & iklankan properti kamu di Jual Beli Properti Pinhome. Bergabunglah bersama kami di aplikasi Rekan Pinhome untuk kamu agen properti independen atau agen kantor properti. 

Kamu juga bisa belajar lebih lanjut mengenai Properti di Property Academy by Pinhome. Download aplikasi Rekan Pinhome melalui App Store atau Google Play Store sekarang!

Hanya di Pinhome.id yang memberikan kemudahan dalam membeli properti. Pinhome – PINtar jual beli sewa properti.

Editor: Nurchalimah

Source Feature Image: Unsplash

Tags :

Artikel Pilihan

Berita Pinhome
Berita Pinhome Vasa Jagakarsa Hunian Modern Tropis Strategis Berkonsep Townhouse

Menentukan rumah idaman memang bukanlah perkara mudah. Pasalnya banyak hal yang harus dipertimbangk

Finansial
Finansial Mengenal Analisis SWOT Untuk Mengembangkan Bisnis

Membangun sebuah bisnis yang sukses tidak bisa terjadi dalam semalam. Ada banyak unsur dan juga keg

Properti
Properti 3 Contoh Rumah Idaman dan Populer Saat Ini

Desain atau contoh rumah idaman bagi tiap-tiap orang tentunya tidak sama. Ada yang mendefinisikan r

Properti
Properti Ingin Memilih Lokasi Tempat Tinggal Strategis? Perhatikan Hal Ini!

Memilih lokasi tempat tinggal strategis bukanlah perkara mudah, banyak yang harus kita pertimbangka

Artikel Terkini

Uncategorized
Edukasi
Edukasi Surat Kepemilikan Tanah yang Resmi & Sah

Surat kepemilikan tanah (SKT) adalah berkas yang wajib dimiliki jika kamu memiliki niat untuk membe

Edukasi
Edukasi Format dan Contoh Surat Lamaran Kerja di Toko

contoh surat lamaran kerja di toko tulis tangan contoh surat lamaran pekerjaan di toko cont

Edukasi
Edukasi Contoh Surat Niaga, Lengkap Beserta Penjelasannya!

Dalam dunia bisnis, surat niaga sangat umum digunakan untuk kebutuhan bisnis sehari-hari. Biasanya

Uncategorized
Uncategorized Bosan dengan dinding yang polos di bagian depan rumah? Keramik dinding teras rumah minimalis bisa jadi alternatif menarik.

Memasang keramik di dinding teras akan memberi wajah baru pada desain rumahmu. Alhasil, rumah minim

Ikuti Media Sosial Kami

Pinhome Indonesia