Pinhome

Tips Properti

Contoh Surat Keterangan Domisili dan Cara untuk Mengurusnya

Dipublikasikan oleh Iko ∙ 18 March 2021 ∙ 5 menit membaca

Pins, pernah mendengar Surat Keterangan Domisili (SKD)? Apakah Pins tahu apa fungsi SKD dan bagaimana cara mengurusnya? Tenang, kali ini Pinhome akan mengupas secara detail definisi SKD dan juga fungsinya.

Pinhome – Surat Keterangan Domisili (SKD) adalah surat keterangan yang dikeluarkan oleh pejabat berwenang untuk menyatakan domisili seseorang. SKD diperuntukkan bagi seseorang yang tinggal di Jakarta, tetapi memiliki KTP ataupun identitas kependudukan dari wilayah lain di luar wilayah administrasi DKI Jakarta.

SKD mempunyai berbagai fungsi seperti ketika Pins tinggal di Jakarta ingin membuat akun bank namun masih menggunakan KTP luar Jawa, maka Pins memerlukan SKD sebagai syarat pembuatan akun bank.

Selain itu SKD juga dibutuhkan saat Pins akan mengurus akta lahir, pembuatan NPWP, mendapatkan bantuan pemerintah, pindah domisili atau pindah lokasi tinggal ke luar provinsi dan perihal administratif yang lain.

Peraturan tentang SKD sudah tertera pada pasal 15 ayat 1 Undang-Undang Administrasi Kependudukan.

“Bahwa setiap pendatang wajib mengurus surat keterangan pindah atau surat keterangan domisili pada instansi berwenang seperti kantor kepala desa atau kantor kelurahan.”

Namun karena penggunaan SKD tidak setiap waktu, terkadang kita lupa atau bahkan tidak tahu cara mengurusnya. Tapi tenang dulu Pins, berikut ini ada contoh SKD dan cara untuk mengurusnya. Yuk disimak!

Surat Keterangan Domisili mempunyai beberapa tujuan seperti,

  • Untuk menyatakan domisili Pribadi
  • Untuk menyatakan domisili sebuah Lembaga

Berikut ini adalah contoh SKD untuk pribadi,

Contoh 1

surat keterangan domisili
(contohsurat.co)

Contoh 2

surat keterangan domisili
(contohsurat.co)

Berikut ini contoh SKD untuk lembaga atau perusahaan,

Contoh 1

surat keterangan domisili
(contohsurat.co)

Contoh 2

(contohsurat.co)

Cara Mengurus dan Membuat Surat Keterangan Domisili

Surat ini berlaku selama enam bulan dan dapat diperbarui kapan saja sesuai kebutuhan Pins.

Untuk mengurus dan membuat SKD tidak membutuhkan biaya sama sekali. Prosesnya juga mudah sehingga Pins tidak perlu menggunakan jasa calo untuk melakukannya.

Beberapa langkah yang harus Pins lakukan dan selesaikan dalam membuat SKD di antaranya,

  • Pertama, Pins mendatangi rumah RT dan rumah RW setempat untuk mendapatkan surat pengantar ke kantor kelurahan.
  • Lalu, mendatangi kantor kelurahan dengan membawa surat pengantar RT/RW.
  • Selanjutnya, mengajukan permohonan surat domisili kepada petugas kelurahan.
  • Setelah itu, petugas akan memeriksa semua persyaratan.
  • Apabila telah lengkap dan memenuhi syarat yang dibutuhkan, petugas kelurahan akan memproses penerbitan surat domisili.
  • Petugas kelurahan akan menerbitkan surat keterangan domisili yang telah Pins ajukan.

Dokumen yang Diperlukan Saat Mengurus SKD

Pins, dalam mengurus Surat Keterangan Domisili ada dokumen yang perlu dipersiapkan, di antaranya adalah sebagai berikut,

  • Surat permohonan dokumen dan data diri menggunakan materai Rp10.000 (atau yang berlaku saat ini sesuai aturan pemerintah terkait materai).
  • Melampirkan KTP dan kartu keluarga.
  • Surat pengantar dari RT dan RW.
  • Surat kuasa jika pengurusan diwakilkan dengan materai Rp10.000 (atau yang berlaku saat ini sesuai aturan pemerintah terkait materai).
  • Pas foto 3×4 sebanyak satu lembar.

Cara Membuat Surat Keterangan Domisili Perusahaan secara Online Khusus Jakarta

Pins, selain membuat SKD dengan mendatangi pejabat berwenang setempat, Pins juga bisa membuat atau memperpanjang via online.

Namun layanan ini masih bisa mengakomodasi kebutuhan perusahaan saja. Untuk sementara waktu membuat dan memperpanjang Surat Keterangan Domisili pribadi belum dapat dilakukan.

Berikut langkah-langkah untuk membuat Surat Keterangan Domisili Perusahaan secara Online.

  • Buka pelayanan.jakarta.go.id/izin-terlaris/skdp.
  • Di kolom yang menunjukkan pilihan Perorangan/Perusahaan, pilih Perusahaan (mohon maaf untuk Perorangan belum tersedia).
  • Lalu pada kolom Tipe Izin, Pins pilih Baru atau Perpanjangan sesuai keperluan.

Untuk pembuatan Surat Keterangan Domisili baru untuk Perusahaan, silakan persiapkan syarat-syarat, seperti:

  • Surat permohonan yang berisikan pernyataan kebenaran dokumen dan data di atas kertas bermaterai.
  • Untuk WNI gunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) lalu difotokopi.
  • Untuk WNA gunakan Kartu Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) atau VISA / Paspor lalu difotokopi.
  • Apabila menggunakan kuasa, maka lampirkan surat kuasa di atas kertas bermaterai dan KTP orang yang diberi kuasa.
  • Akta pendirian dan perubahan kantor pusat dan/atau kantor cabang.
  • SK pengesahan pendirian dan perubahan yang dikeluarkan oleh Kemenkumham untuk PT dan Yayasan, atau Kementerian untuk Koperasi, dan Pengadilan Negeri untuk CV.
  • NPWP Badan Hukum/NPWP Perorangan lalu fotokopi.
  • Foto lokasi perusahaan (tampak dalam dan tampak luar).
  • Bukti pembayaran PBB tahun terakhir.
  • Bukti Kepemilikan Tanah jika milik pribadi: Sertifikat Tanah/Akta Waris/Akta
  • Hibah/Akta Jual Beli (AJB). Bila bukan atas nama pemohon, lampirkan data pendukung.
  • Bukti Kepemilikan Tanah jika ada.
  • Surat pernyataan diatas kertas bermaterai dari pemilik tanah atau bangunan yang menyatakan tidak keberatan tanah atau bangunan digunakan, dan
  • Kartu Tanda Penduduk (KTP) pemilik tanah atau bangunan lalu difotokopi.
  • Lalu ikuti prosedur selanjutnya hingga selesai. Jika Pins mengalami kesulitan silakan hubungi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil setempat.

Tips Membuat Surat Keterangan Domisili

Di dalam mengurus dan membuat SKD Pins juga harus memperhatikan tips berikut ini,

  • Pins dapat mengurus surat pengantar dari RT dan RW pada sore atau malam hari setelah pulang bekerja. Namun, jika tidak memungkinkan Pins bisa mengambil cuti untuk mengurusnya.
  • Pengurusan surat keterangan domisili harus dilakukan pada jam operasional yang berlaku, jadi pastikan dulu Pins sudah paham jam operasional tersebut.
  • Kantor kelurahan setempat biasanya telah membuka pelayanan pada pukul 08.00 WIB.
  • Surat domisili dapat ditunggu dengan catatan persyaratan sudah lengkap.
  • Tidak ada pungutan biaya.
  • Dikarenakan hanya berlaku 6 bulan, maka perpanjangan SKD sebaiknya diurus 14 hari sebelum jatuh tempo.

Nah itulah beberapa penjelasan mengenai contoh surat keterangan domisili dan cara mengurusnya, semoga berguna bagi Pins ya!

Baca JugaContoh-Contoh Surat Perjanjian Sewa Rumah Lengkap, Padat dan Terpercaya


Temukan beragam pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti & iklankan properti Kamu di Jual Properti. Bergabunglah bersama Kami di aplikasi Rekan Pinhome untuk Anda Agen properti independen atau Agen kantor properti.

Hanya di Pinhome.id yang memberikan Anda kemudahan membeli properti. Pinhome – PINtar jual beli sewa properti.

Tags :

Bagikan Artikel