Ciri negara berkembang menurut Doeljoeni dan Todaro

Diperbarui oleh ∙ December 27, 2021 ∙ 3 menit membaca

Setelah kita mengetahui 9 ciri karakteristik negara maju, selanjutnya akan kita bahas bagaimana ciri-ciri negara berkembang. Di sini ada 2 pendapat dari para ahli tentang ciri negara berkembang, yaitu menurut Doeljoeni dan Todaro. Berikut pendapatnya:

9 ciri negara berkembang menurut Doeljoeni

Doeljoeni (1987) berpendapat bahwa negara berkembang memiliki ciri-ciri antara lain sebagai berikut:

  1. Mayoritas penduduk lebih dari 70% bermata pencaharian di sektor pertanian, kegiatan industri yang dilakukan berlatar belakang agraris, terutama mengolah hasil pertanian, perikanan dan kehutanan.
  2. Pengolahan pertanian masih menggunakan cara-cara tradisional atau alat-alat yang sudah ketinggalan zaman.
  3. Tingkat kehidupan yang rendah. Kondisi ini berpengaruh terhadap tingkat kesehatan yang rendah, tingkat kematian tinggi, usia harapan hidup rendah, dan kondisi perumahan yang kurang layak.
  4. Pendidikan formal dan non formal kurang memadai, fasilitas pendidikan yang terbatas, sehingga tidak semua anak usia sekolah mendapatkan pelayanan pendidikan dan banyaknya penduduk yang masih buta huruf.
  5. Pertumbuhan penduduk tinggi.
  6. Belum ada kesetaraan gender, status pria masih dianggap lebih tinggi dibanding wanita, wanita masih dianggap penduduk kelas dua.
  7. Angka beban ketergantungan masih tinggi.
  8. Tingkat pengangguran masih tinggi, baik pengangguran terbuka maupun pengangguran tertutup.
  9. Ketergantungan terhadap negara-negara maju tinggi.

5 ciri negara berkembang menurut Menurut Todaro

Todaro (1994) bahwa negara berkembang mempunyai ciri-ciri antara lain sebagai berikut:

1. Kehidupan yang rendah tampak pada:

  • Pendapatan perkapita yang rendah
  • Kondisi perumahan yang tidak memadai
  • Sarana kesehatan yang terbatas
  • Tingkat pendidikan yang rendah
  • Tingkat kematian yang tinggi
  • Tingkat harapan hidup yang rendah
  • Perasaan kacau, tidak menentu dan putus asa

2. Tingkat pendapatan yang rendah Akibat dari tingkat hidup yang rendah membuat rendahnya tingkat produktifitas tenaga kerja.

3. Tingkat pertumbuhan dan beban tanggungan tinggi.

  • Tingkat kelahiran di negara berkembang tinggi, sedangkan di negara maju rendah (7 orang per 1000 penduduk).
  • Bagi negara-negara berkembang masih sulit menekan tingkat pertumbuhan sampai di bawah 20 per 1000 penduduk.
  • Tingkat kelahiran tinggi di negara berkembang (33 per 1000 penduduk), implikasinya bahwa proporsinya anak di bawah usia 15 tahun hampir separuh dari penduduk total di negara berkembang. Keadaan tersebut menjadikan beban tanggungan tinggi.

4. Tingginya tingkat perkembangan dan pengangguran semu

  • Pengangguran semu (Under Employment) ditujukan oleh orang-orang pedesaan dan perkotaan yang bekerja tetapi kurang yang dapat mereka kerjakan (harian, mingguan atau musiman). Pengangguran semu ini juga termasuk mereka yang biasanya bekerja secara penuh tetapi produktifitasnya rendah.
  • Pengangguran terbuka (Open Employment), yaitu orang-orang yang mampu dan sangat ingin bekerja tetapi tidak ada pekerjaan yang tersedia bagi mereka.

5. Ketergantungan terhadap produksi pertanian dan sektor produk primer

  • 80% penduduk negara berkembang bermukim di pedesaan, sedangkan negara-negara maju kurang dari 30%.
  • 69% penduduk negara berkembang tenaga kerja bekerja di sektor pertanian, sedangkan negara maju hanya 18%.
  • Kontribusi sektor pertanian terhadap GNP adalah sekitar 30% untuk negara berkembang sedangkan negara maju 5%.
  • Pada umumnya perekonomian negara berkembang berorientasi produk-produk primer (makanan, bahan baku, bahan bakar, dan bahan logam) sebagai ekspor utama yang memberi kontribusi 70%.

Itulah ciri-ciri negara berkembang menurut Doeljoeni dan Todaro.

Tags :

Artikel Pilihan

Berita Pinhome
Berita Pinhome Hadir di Denpasar, Pinhome Home Service Solusi Satu Langkah Mudah Bersih-Bersih Rumah

Jakarta, 9 Juli 2021 – Layanan Pinhome Home Service (PHS), hasil kolaborasi Pinhome dengan PT. Ap

Berita Pinhome
Berita Pinhome Hadir di Bandar Lampung dan Yogyakarta, Pinhome Home Service: Solusi Satu Langkah Mudah Bersih-bersih Rumah

Jakarta – Layanan Pinhome Home Service (PHS), hasil kolaborasi Pinhome dengan PT. Aplikasi 

Berita Pinhome
Berita Pinhome Buka Booth Free Massage di Acara CoHive Pop Up Market, Layanan Pinhome Home Service Diminati Lebih dari 150 Orang

Jakarta, 14 Juli 2022 - Pinhome selaku e-commerce properti, penyedia jasa rumah tangga, dan gaya hi

Berita Pinhome
Berita Pinhome KPR Lewat Pinhome, Agen Properti Bisa Klaim Seluruh Komisi!

Jakarta, 9 Agustus 2021 – Pinhome sebagai e-commerce properti memiliki misi untuk menjadikan prop

Berita Pinhome
Berita Pinhome Mau Bangun Usaha? Berikut Tips Pengecekan Properti untuk Tempat Usaha dari Pinhome

Jakarta, 1 November 2021 – Memahami aspek hukum pada properti merupakan hal yang krusial sebelum

Artikel Terkini

Finansial
Finansial Apa itu FUD? Serta Moment Terbesar FUD?

Crypto adalah instrumen investasi yang mempunyai risiko sangat tinggi. Investasi crypto sebaiknya m

Gadget
Gadget 3 Cara Mendownload Google Classroom Di Laptop, Mudah Banget!

Sejak pandemi, beberapa instansi pendidikan menggunakan Google Classroom sebagai media pembelajaran

Finansial
Finansial 10 NFT Marketplace Indonesia & Global yang Populer, Banyak Dipakai Investor!

Kepopuleran NFT (Non Fungible Token) di Indonesia turut beriringan dengan bermunculannya NFT market

Gadget
Gadget 6 Cara Ngeprint dari HP Tanpa Maupun Dengan Kabel

Pada era yang serba digital ini, semua hal dituntut untuk bisa lebih cepat. Begitu pula, dengan men

Finansial
Finansial 9 Bank dengan Penawaran KPR Terbaik

Kredit Pemilikan Rumah atau KPR menjadi solusi terbaik untuk kamu yang ingin memiliki rumah idaman

Ikuti Media Sosial Kami

Pinhome Indonesia