Celepuk Jawa | Burung Hantu Pemangsa Indonesia - Pinhome

Pinhome

Celepuk Jawa | Burung Hantu Pemangsa Indonesia

Dipublikasikan oleh Mega Puspita Ratna ∙ 25 August 2021 ∙ 3 menit membaca

Celepuk Jawa – Celepuk Jawa merupakan salah satu jenis burung predator dari keluarga Strigidae dan Genus Otus atau merupakan salah satu dari beberapa jenis burung hantu yang dapat dijumpai di Indonesia.

Burung yang memiliki nama ilmiah otus angelinae atau javan scops-owl dalam bahasa inggrisnya, merupakan salah satu spesies burung endemik Indonesia yang hidup di Pulau Jawa alias Endemik Pulau Jawa.

Ciri-ciri Celepuk Jawa

celepuk jawa
(Shutterstock)

Burung Celepuk Jawa tergolong jenis burung hantu berukuran kecil dengan panjang tubuh sekitar 16 sampai 18 cm, dengan berat tubuh sekitar 75 sampai 91 gram.

Bulu tubuhnya didominasi warna gelap, dengan tubuh bagian atas berwarna coklat keabu-abuan, bercoret rapat, dan berbecak-becak hitam. Tubuh bagian bawah bergaris dengan coret hitam pada sekitar dada dan keputih-putihan pada bagian perut.

Alis mata berwarna putih mencolok, iris kuning berwarna emas, paruh kuning, dan kaki kuning kusam. Sekilas tentang celepuk berukuran kecil ini hampir menyerupai saudara dekatnya, Celepuk Reban (Otus lempiji).

Persebaran Celepuk Jawa

Persebaran burung Celepuk Jawa, diketahui dari berbagai tempat di Jawa, tercatat dari G. Salak, G. Pangrarao, G. Tangkuban Perahu, G. Ceremai dan dataran tinggi Ljen.

Sangat sedikit catatan lapangan tentang burung Celepuk Jawa ini, akan tetapi karena menggunakan jala kabut, diperoleh kesan bahwa jenis ini tidak terlalu jarang, tetapi sering terlewat.

Suara Celepuk Jawa

Burung Celepuk Jawa muda yang sedang belajar terbang, memiliki suara keras yang terdengar seperti “tch-tschschsch”, diulang setiap enam detik, mirip seperti Celepuk reban muda (Andrew dan Milton).

Sementara itu, suara yang dihasilkan dari Celepuk Jawa dewasa mirip seperti celepuk raja. Namun, Celepuk Jawa dewasa sangat jarang mengeluarkan suaranya seperti Celepuk Jawa muda.

Dapatkan : Suara Burung Hantu Untuk Pikat atau Masteran Burung

Habitat dan Kebiasaan

celepuk jawa
(Shutterstock)

Habitat burung hantu Celepuk Jawa adalah di daerah hutan pegunungan dengan ketinggian sekitar 1.500 hingga 2.500 m di atas permukaan laut. Daerah penyebaran celepuk ini tersebar di berbagai tempat di Pulau Jawa.

Makanan Celepuk Jawa

Untuk makanan utama Celepuk Jawa (Otus angelinae) adalah serangga. Meskipun pernah didapati memakan juga reptilia kecil. Sebagai layaknya anggota ordo Strigiformes lainnya, Celepuk ini adalah hewan nokturnal (beraktifitas di malam hari).

Dalam berburu mangsa, Celepuk Jawa mengandalkan indera penglihatan dan pendengarannya yang sangat tajam. Kepak sayapnya yang nyaris tidak mengeluarkan suara saat terbang, membuat mangsa buruannya tidak menyadari keberadaannya.

Baca juga : Beluk Jampuk, Barred Eagle-Owl (Bubo Sumatranus)

Musim Kawin

Ketika musim kawin Celepuk Jawa tiba, di Jawa Barat antara Februari dan Juni, di Jawa Tengah dan Timur antara November dan Januari. Dengan menghasilkan telur sekitar 2-3 butir, berwarna putih, hampir bulat, dan diletakkan dalam sarangnya di lubang pohon, di sela pelepah kelapa, atau di rumpun bambu.

Sekian informasi tentang Celepuk Jawa yang bisa kami sampaikan. Semoga bermanfaat ya Pins!


Temukan beragam pilihan rumah terlengkap di daftar properti & iklankan properti kamu di Jual Beli Properti Pinhome. Bergabunglah bersama kami di aplikasi Rekan Pinhome untuk kamu agen properti independen atau agen kantor properti. 

Kamu juga bisa belajar lebih lanjut mengenai Properti di Property Academy by Pinhome. Download aplikasi Rekan Pinhome melalui App Store atau Google Play Store sekarang!

Hanya di Pinhome.id yang memberikan kemudahan dalam membeli properti. Pinhome – PINtar jual beli sewa properti.

Tags :

Bagikan Artikel