Pinhome

Cara Roasting Kopi dan Rahasia Meracik Kopi yang Lebih Nikmat

Dipublikasikan oleh Nur Afika Cahya ∙ 11 January 2022 ∙ 8 menit membaca

Cara Roasting Kopi tentunya sudah tidak asing untuk kamu para pecinta kopi. Roasting adalah salah satu step dalam pembuatan kopi, dan bisa dikatakan tahap roasting ini adalah tahap penentuan rasa dan aroma dari secangkir kopi. Gak mudah bukan untuk menjadi roaster kopi? Bayangkan jika roasting kopi melakukan kesalahan. Tentu ini akan sangat berakibat fatal.

Faktanya, buah kopi membutuhkan proses yang panjang supaya menghasilkan secangkir kopi yang nikmat. Proses yang paling dasar adalah biji kopi merah diproses menjadi gabah, lalu dari gabah diproses menjadi kacang hijau barulah di sangrai. Setelah disangrai biji ditumbuk atau digiling hingga menjadi bubuk.

Lebih jelasnya roasting adalah proses dimana mengeringkan dan mengembangkan biji kopi, mengurangi beratnya dan memberi aroma pada biji kopi. Ketika dimasak, biji kopi akan mengalami perubahan karakter. Maka dari itu, jika memasak kopi lebih lama maka zat kimia akan banyak pula mengubah karakter kopi.

Didalam proses pemanggangan kopi juga dapat berubah menjadi endotermik ( Menyerap panas) dan eksoterm (Menghasilkan panas). Selain merubah cita rasa kopi di dalam pemanggangan kopi juga menjadikan kopi menghasilkan “biji kopi instan” yang terdiri dari minyak kopi.

Saat proses cara roasting kopi, biji kopi akan berubah warna, dari hijau menjadi kuning, cokelat muda menjadi coklat tua. Tentunya warna dan juga aroma memiliki tingkat yang berbeda sesuai dengan tingkatan warna dan juga rost plan. Sebelum ke tahap menentukan metode roasting para roaster akan mengecek kondisi dari biji kopi yang akan di roasting dari kepadatan hingga kadar air dalam biji kopi.

Macam-Macam Roasting Kopi

Cara Roasting Kopi

Cara roasting kopi dibagi menjadi 2, yaitu fast roast dan slow roast, tergantung dengan hasil mana yang Pins mau. Namun saran kami, tentukan dengan indikator yang sudah disinggung di atas seperti dari kadar air, dan juga kepadatan biji kopi, dari situ kita bisa mempertimbangkan roasting mana yang akan kita gunakan.

Perbedaan dari fast roast dan slow roast  adalah terletak pada waktu dan juga suhunya, fast roast akan memanggang biji kopi dengan suhu yang tinggi dalam waktu singkat, sedangkan slow roast akan memanggang dengan suhu rendah dengan waktu yang lama. Untuk masing-masing alat roasting akan menghasilkan aroma dan juga rasa yang berbeda.

Baca juga: Manfaat dan Resiko Mengkonsumsi Kopi Hijau (Green Coffee) untuk Pelangsing

Rahasia Roasting Maximal

Rahasia Roasting Maximal

Ada beberapa tahap yang perlu diperhatikan sebelum melakukan roasting kopi, sebagai berikut adalah proses dan tahapan sebelum melakukan proses roasting:

  • Pastikan kamu memilih green bean dengan kadar air 11% dan setelah di roasting kadar airnya akan berkurang menjadi 4%.
  • Kenali karakter kopi yang akan di roasting atau tentukan rasa yang akan dihasilkan dari green bean tersebut.
  • Masukan green bean kedalam alat roasting (pemanggangan).
  • Lakukan pemanggangan hingga green bean berubah warna hijau menjadi kuning, kuning menjadi coklat, coklat menjadi coklat kehitaman, coklat kehitaman menjadi hitam. Cermati dan amati aroma dan juga rasanya, aroma biji kopi akan selalu berbuah dalam setiap menitnya. Di dalam pemanggangannya terjadi 2 letupan.
  • Ada 3 hal yang harus diperhatikan untuk meroasting kopi, yang pertama adalah warna biji kopi, suhu roasting dan waktu roasting.

Di Indonesia pemanggang kopi dibagi menjadi 3 seperti:

  1. Panggang ringan.
  2. Panggang sedang.
  3. Dan panggang gelap.

Biasanya tingkatan pemanggangan ini cocok digunakan untuk kopi jenis arabika, berikut ini adalah jenis tingkatan roasting kopi.

Baca juga: Mengenal 8 Manfaat Kopi Hijau

Tingkatan Roasting Kopi

Bagian-bagian Pemanggangan Kopi

Adapun bagian-bagian dari pemanggan kopi tersebut adalah sebagai berikut ini.

1. Kopi Light Roast (Coklat Muda)

Pada tingkatan ini cita rasa kopi dan aroma kopi tidak begitu tercium, karena tahapan pertama pemanggangan ini hanya di panggan beberapa menit saja. Dan light roasting adalah tahap yang memiliki kematangan terendah diantara tahap lainnya.

Biji akan memiliki warna coklat terang karena proses pemanggangan yang tidak terlalu lama. Menjadikan minyak tidak muncul karena biji kopi terlalu kering. Suhu yang digunakan kisaran 180-205 celcius. Pada suhu 205 celcius biji kopi akan mengalami keretakan pertama dan pada itu juga proses roasting berhenti.

Kopi dengan pemanggangan ciri ini cocok untuk para pecinta kopi yang memiliki kadar asam dan kafein yang tinggi, ciri khas dari kopi ini adalah beraroma seperti jeruk, bersahaja dan mentega.

2. Kopi Medium Roast

Tahap ini menghasilkan rasa yang manis dan aroma kopi yang menyengat tercium, warnanya jauh lebih pekat serta biji kopi tersebut mengandung gula. Medium roasting ini adalah tahapan yang paling banyak digunakan karena biji kopi akan lebih disukai jika memiliki warna coklat yang tidak terlalu muda dan tidak terlalu tua.

Sama dengan proses sebelumnya, light roast dan medium roast tidak menghasilkan minyak. Suhu yang digunakan untuk tahap medium roast ini kisaran 210-220 derajat celcius. Berbeda dengan light roast, pada tahap medium roast ini mengalami keretakan pertama dan masih melanjutkan pemanggangan, dan selesai ketika sebelum peretakan kedua.

Biji yang telah diproses akan menghasilkan kafein lebih rendah dan menghasilkan rasa yang seimbang dari keasaman dan juga kepekatan dan menjadikan kopi kaya akan rasa.

3. Kopi Roast Gelap

Tahap ini adalah tahap paling terakhir dan bisa dikenal juga tahap yang paling lama diantara tahap lainnya. Biji berwarna lebih gelap atau bahkan hitam, permukaan yang berminyak adalah cirinya, ketika diseduh kopi minyak akan terlihat di permukaan. Umumnya kopi dengan tahapan rosing ini memiliki rasa yang pahit berasap dan juga terbakar.

Kadar kafein yang terdapat dalam kopi ini tercatat dengan kadar kafein terendah diantara yang lainnya. Suhu yang digunakan kisaran 240 celcius derajat, pada tahap ini kopi mengalami keretakan hingga tahap kedua. Kopi ini sangat cocok untuk Pins yang suka kopi dengan citarasa yang tebal dan pekat.

Selain itu, proses pemanggangan juga mengakibatkan perubahan warna dan juga rasa. Berikut adalah perubahan warna biji kopi dan julukan yang biasanya digunakan.

Baca juga: 7 Cara Budidaya kakao (Coklat), Untuk Pemula 100% Hasil

Indikator Warna Kopi

kopi

Adapun indikator warna kopi yang terbagi menjadi beberapa, adalah sebagai berikut ini.

1. Warna Kopi Jerami

Sebutan biji kopi yang berubah warna pada tahap pertama, green beans yang dipanggang akan berubah warna.

2. Warna Kopi Cinnamon Roast

Untuk level pertama warna yang muncul adalah warna coklat terang, biasanya warna ini akan muncul pada proses crack pertama. Memanggang dengan tingkat kematangan warna ini akan menciptakan rasa yang asam dan juga tajam, rasa kopi ini biasanya menjadi rasa favorit untuk para penduduk negara paman sam.

3. Warna Kopi New England Roast

Hampir sama dengan light roast pada indikator warna biji kopi ini menghasilkan rasa yang cukup asam, dan warna pada biji kopi lebih coklat dibanding cinnamon roast. Untuk mendapatkan warna seperti ini cukup memanggang hingga retakan pertama, biasanya masyarakat Amerika Utara menggunakan indikator warna New England Roast untuk membuat kopi.

4. Warna Kopi American Roast

Sangat sulit untuk membedakan tingkatan ini dengan New England Roast karena memiliki warna yang mirip namun lebih coklat. Kopi yang dihasilkan memiliki rasa yang Acidity dan Bitter aromanya jauh lebih tercium.

5. Warna Kopi City Roast

Pada tingkatan ini biji kopi sudah hampir sempurna dan hampir baik untuk semua jenis kopi di dunia, memanggang kopi ini akan menciptakan rasa yang seimbang  dan juga lembut. Aroma kopi juga akan jauh lebih tercium, dan itu adalah alasan yang membuat kopi ini menjadi favorit semua orang.

6. Warna Kopi City Roast

Pada indikator ini biji kopi memiliki warna coklat agak kehitaman, dan di tahap ini juga biji kopi sudah mengeluarkan minyak. Rasa yang diciptakan dari biji kopi ini adalah rasa asam juga pahit yang seimbang, ditambah juga adanya sensasi rasa manis. Kopi ini dipanggang hingga retakan kedua karena itu juga aroma kopi dari biji ini sangat tercium.

7. Warna Kopi Vienna Roast

Untuk mendapatkan warna roasting ini cukup berada di tengah-tengah antara retakan pertama dan retakan kedua. Warna dari indikator biji kopi ini adalah coklat tua. Kopi ini akan memberikan rasa yang tidak terlalu asam dan pahit yang akan lebih terasa. Dan aroma dari kopi akan lebih maximal, kop ini cocok untuk dijadikan sebagai espresso.

8. Warna Kopi French Roast

Warna dari biji ini adalah hitam dan tentunya kopi ini terasa sedikit asam namun rasa pahit yang mendominasi. Kopi ini biasa digunakan sebagai campuran dari espresso.

9. Warna Kopi Full French Roast

Hampir sama dengan Franch Roast yang membedakan adalah tercium aroma smokey (asap) pada biji kopi ini, dan rasa kopi ini lebih tajam diantara level biji kopi yang lain.

10. Warna Kopi Spanyol Panggang

Warna biji ini sudah hitam pekat dan minyak sudah muncul dengan sangat jelas, aromanya tidak jauh beda dengan indikator warna sebelumnya.

Nah sekarang Pins sudah tahu kanciri, dan bagaimana cara roasting kopi? Semoga artikel ini bisa membantumu untuk menghasilkan rasa kopi yang lebih nikmat ya, Pins!

Baca juga: 

Editor: Syahya Rembulan


Temukan pilihan rumah dan apartemen terlengkap di Aplikasi Pinhome. Dapatkan properti idaman melalui program NUP untuk akses eksklusif. Untuk kamu agen properti independen atau agen kantor properti bergabunglah menjadi rekan agen properti bersama kami dan iklankan properti kamu di sini. 

Kamu juga bisa belajar lebih lanjut mengenai properti di Property Academy by Pinhome. Gabung menjadi Rekan Jasa Pinhome melalui aplikasi Rekan Pinhome di App Store atau Google Play Store sekarang!

Hanya di Pinhome.id yang memberikan kemudahan dalam membeli properti. Pinhome PINtar jual beli sewa properti.

Tags :

Artikel Pilihan

Finansial
Finansial Memahami Pengertian Pajak dan Jenis-jenisnya

Demi berjalannya sebuah negara, seluruh warga negara sebisa mungkin harus ikut berkontribusi. Salah

Berita Pinhome
Berita Pinhome Vasa Jagakarsa Hunian Modern Tropis Strategis dengan Konsep Townhouse

Menentukan rumah idaman memang bukanlah perkara mudah. Pasalnya banyak hal yang harus dipertimbangk

Finansial
Finansial Mengenal Analisis SWOT Untuk Mengembangkan Bisnis

Membangun sebuah bisnis yang sukses tidak bisa terjadi dalam semalam. Ada banyak unsur dan juga keg

Properti
Properti 3 Contoh Rumah Idaman dan Populer Saat Ini

Desain atau contoh rumah idaman bagi tiap-tiap orang tentunya tidak sama. Ada yang mendefinisikan r

Properti
Properti Ingin Memilih Lokasi Tempat Tinggal Strategis? Perhatikan Hal Ini!

Memilih lokasi tempat tinggal strategis bukanlah perkara mudah karena nantinya rumah seharusnya men

Artikel Terkini

Berita Pinhome
Berita Pinhome Belanja Sembako Hemat 70 Ribu di Segari

Pins, mau belanja sembako rumah tangga lebih hemat? Pas banget, nih! Ada promo belanja hemat dari S

Infografis
Infografis Tren Pencarian Barang Tersier di Indonesia Sejak Pandemi

Membeli barang tersier seperti rumah, kendaraan, dan alat elektronik canggih lain pada akhirnya men

Infografis
Infografis 10 Rekomendasi Brand Lokal yang Menjual Hiasan Rumah Berkualitas Baik

Home sweet home merupakan ungkapan yang sudah tidak asing yang sering kita dengar. Ungkapan ini sek

Infografis
Infografis Ingin Renovasi dan Dekorasi Rumah? Cari Inspirasi Lewat Game Dekorasi Rumah Berikut yuk!

Dulu, bermain game dipandang secara negatif karena terlihat hanya bersenang-senang dan menghabiskan

Lifestyle
Lifestyle Luas dan Mewah, Rumah Andre Taulany yang Bergaya American Modern

Pins, apa yang muncul di benak kamu jika nama Andre Taulany disebut? Wah, mungkin beberapa dari kam

Ikuti Media Sosial Kami

Pinhome Indonesia