BlogPembeli Properti PemulaPanduan KPR/KPACara Menghitung Take Over KPR agar Lebih Untung!

Cara Menghitung Take Over KPR agar Lebih Untung!

Dipublikasikan oleh Fauzia Assilmy dan Diperbarui oleh Salsabilla Azalia Putri

Feb 10, 2026

6 menit membaca

Copied to clipboard
Cara Menghitung Take Over KPR agar Lebih Untung!

Memahami cara menghitung take over KPR sangat penting, terutama saat cicilan bulanan Pins tiba-tiba naik drastis ketika memasuki masa bunga floating. Kenaikan bunga ini sering kali membuat beban finansial terasa semakin berat dan tidak sesuai dengan kemampuan Pins. Dalam situasi ini, banyak yang tertarik mencoba take over KPR karena ingin mendapatkan suku bunga yang lebih rendah serta tenor fleksibel dengan cara aman.

Pins perlu tahu kalau take over KPR berbeda dengan over kredit. Perbedaan take over dengan over kredit adalah kehadiran bank dalam sistem pembayarannya. Setelah paham dengan sistem take over KPR, yuk simak tips menghitung take over KPR supaya lebih untung berikut ini Pins!

Apa Saja Biaya Take Over KPR yang Perlu Disiapkan?

cara hitung take over kpr
Source: Freepik

Take over KPR adalah memindahkan cicilan kredit rumah dari bank lama ke bank baru yang memiliki bunga lebih rendah, sehingga meringankan cicilan. Sebelum mengajukan, Pins perlu memperhitungkan sejumlah biaya yang harus dibayar berikut ini:

  • Biaya pelunasan dipercepat di bank lama biasanya berkisar antara 1%-3% dari sisa pokok pinjaman yang belum dibayar
  • Biaya provisi di bank baru umumnya sekitar 0,5%-3% dari nilai plafon kredit yang diajukan 
  • Biaya appraisal properti untuk penilaian ulang rumah berkisar Rp500 ribu hingga Rp2 juta tergantung luas dan lokasi
  • Biaya notaris untuk balik nama sertifikat dan akta kredit baru sekitar Rp5 juta sampai Rp10 juta tergantung lokasi
  • Biaya asuransi jiwa dan properti yang harus dibayar di muka untuk perlindungan kredit di bank baru yang besarnya tergantung asuransinya
  • Biaya administrasi bank mencakup pengecekan dokumen, survey, dan proses persetujuan kredit di bank baru yang besarnya Rp500 ribu sampai Rp1 juta.

Pins harus tahu dan menghitung biaya-biaya di atas sebelum mengajukan take over. Tujuannya supaya bisa membandingkan total pengeluaran dengan penghematan. Untuk informasi lebih lengkap, Pins bisa mengecek biaya take over KPR di berbagai bank atau bisa coba bandingkan semua penawaran bank menggunakan simulasi take over KPR lewat Pinhome

Bagaimana Cara Menghitung Take Over?

Tujuan utama take over KPR adalah mendapatkan suku bunga lebih rendah sehingga cicilan bulanan menjadi lebih ringan dan terjangkau. Keuntungan lainnya termasuk tenor yang bisa disesuaikan kembali, kemungkinan mendapat dana tambahan, dan total bunga yang lebih hemat. 

Supaya lebih paham, simak cara menghitung take over KPR dan hal yang harus perhatikan berikut ini:

  • Hitung tenor sisa dan tenor KPR untuk mengetahui berapa lama lagi Pins harus mencicil di kondisi saat ini
  • Bandingkan bunga lama vs bunga bank baru untuk melihat selisih suku bunga yang ditawarkan secara jelas
  • Hitung total penghematan cicilan dan bunga dengan membandingkan total pembayaran di kedua skenario untuk mengetahui keuntungan sebenarnya

Dengan memperhatikan hal tersebut, Pins bisa menilai rincian biaya take over KPR lebih objektif dan jelas. Selain itu, Pins juga bisa menilai apakah cara menghitung take over KPR sudah tepat atau belum. 

Jangan lupa juga untuk menghitung biaya-biaya tambahan lain supaya hasil hitungnya lebih akurat dan sesuai kondisi Pins. 

Simulasi Take Over KPR

Berikut ini adalah contoh simulasi take over KPR ke bank konvensional supaya Pins lebih paham.

  • Plafon Awal: Rp500 juta 
  • Tenor Awal: 15 tahun atau 180 bulan 
  • Masa Bunga Fix: 2 tahun 
  • Bunga Fix: 5% per tahun
  • Bunga Floating 13%
  • Cicilan Berjalan: 3 tahun atau sisa 144 bulan lagi hingga kredit lunas
  • Sisa Plafon: Sekitar Rp425 juta sampai Rp430 juta
  • Cicilan Awal saat Bunga Fix: Sekitar Rp3,9 juta per bulan
  • Cicilan saat Bunga Floating: Sekitar Rp5,8 juta per bulan

Nah, misalkan di sini Pins mengajukan take over dengan tenor baru 12 tahun supaya lunas lebih cepat dan mengurangi total bunga. Bank baru menawarkan bunga fix 3 tahun sebesar 3,56% dengan cicilan selama masa fixed sekitar Rp3,7 juta per bulan. 

Setelah masa fixed berakhir, bunga floating 13% akan berlaku dengan cicilan sekitar Rp5,2 juta per bulan hingga lunas. Berikut perbandingan Total Cicilan:

  • Tanpa Take Over: Total cicilan Rp5,8 juta x 144 bulan = Rp835 juta
  • Dengan Take Over: Total cicilan sekitar Rp3,7 juta x 36 bulan + Rp5,2 juta x 108 bulan = Rp695 juta
  • Selisih Keuntungan: Total angsuran (tanpa take over) – total angsuran (take over) = Rp140 juta

Supaya Pins bisa dapat hasil yang lebih akurat, cara menghitung take over KPR terbaik adalah memanfaatkan fitur simulasi take over dari Pinhome. Selain itu, Pins juga bisa mengajukan take over KPR ke bank syariah yang punya sistem tanpa bunga. Dengan sistem tanpa bunga, cicilan Pins akan tetap sampai lunas, berbeda dengan konvensional yang nantinya fluktuatif karena bunga floating.

Waktu terbaik mengajukan take over KPR adalah ketika suku bunga bank baru lebih rendah minimal 2% dari bank lama. Selain itu, pastikan Pins sudah melewati masa bunga fixed di bank lama agar terhindar dari penalti pelunasan dipercepat. 

Mengajukan take over saat sisa tenor masih panjang juga akan memberikan penghematan yang lebih maksimal dibandingkan saat mendekati akhir masa. Pastikan juga Pins tahu daftar bank dengan program take over KPR yang menawarkan suku bunga kompetitif dan biaya terjangkau.

Tips Take Over KPR agar Lebih Untung

tips take over kpr
Source: Freepik

Setelah mengetahui cara menghitung take over KPR, Pins juga perlu tahu tips supaya pemindahan cicilan ini mentungunkan:

  • Bandingkan minimal 3-5 bank untuk mendapatkan penawaran suku bunga dan biaya yang paling kompetitif
  • Negosiasikan suku bunga dengan bank baru karena masih ada ruang untuk mendapatkan bunga lebih rendah dari penawaran awal
  • Hitung semua biaya dengan detail termasuk biaya pelunasan, provisi, notaris, dan administrasi
  • Pilih tenor yang sesuai dengan kemampuan finansial agar cicilan tidak memberatkan namun total bunga tetap hemat
  • Manfaatkan program promosi dari bank seperti gratis biaya provisi atau cashback yang sering ditawarkan pada periode tertentu
  • Pastikan riwayat kredit baik karena ini akan memudahkan persetujuan dan membuka peluang mendapat suku bunga lebih rendah

Untuk mendapatkan hasil negosiasi terbaik, pelajari tips negosiasi suku bunga yang efektif agar Pins bisa menghemat lebih banyak. Dengan menerapkan cara menghitung take over KPR yang tepat dan mengikuti tips di atas, penghematan Pins bisa optimal.

Bagaimana Cara Mengajukan Take Over di Pinhome?

take over kpr via pinhome

Setelah tahu cara menghitung take over KPR, dan Pins merasa bahwa setelah simulasi hasilnya lebih menguntungkan, sudah waktunya untuk mengajukan. Agar pengajuan lebih mudah, cepat, dan transparan, langsung saja ajukan take over KPR via Pinhome

Pinhome menyediakan layanan take over lengkap untuk membantu Pins membandingkan berbagai penawaran dari bank terpercaya di Indonesia dengan cepat dan mudah. 

Adapun dokumen yang perlu dipenuhi oleh Pins adalah berikut ini:

  • KTP dan Kartu Keluarga
  • Slip gaji atau bukti penghasilan 3 bulan terakhir
  • Rekening koran atau tabungan 3-6 bulan terakhir 
  • Surat keterangan kerja atau SIUP/TDP bagi wiraswasta 
  • Sertifikat rumah dan dokumen KPR lama 
  • Bukti pembayaran cicilan terakhir 

Nah, dengan mengajukannya di Pinhome, Pins bisa mendapatkan konsultasi gratis dari tim profesional Pinhome. Selain itu, tim Pinhome akan memberikan rekomendasi bank yang sesuai dengan kebutuhan Pins. 

Proses pengajuannya juga mudah, bisa lewat website maupun aplikasi, sehingga Pins tidak perlu repot ke setiap bank untuk menemukan yang cocok. Sistemnya transparan dan Pins akan dibantu dari awal sampai akhir.

Setelah Pins tahu cara menghitung take over KPR. Kini saatnya mengambil keputusan finansial yang tepat bersama Pinhome!

Copied to clipboard

Properti Rekomendasi

    Rp 550,8 Juta - Rp 1,5 Miliar
    Angsuran mulai dari Rp3,8 Juta/bln
      Rp 181 Juta
      Angsuran mulai dari Rp1,2 Juta/bln
        Rp 357,1 Juta - Rp 780 Juta
        Angsuran mulai dari Rp2,5 Juta/bln

        Properti Eksklusif: Green Paradise City

        Parung Panjang, Kab. Bogor
          Rp 1 Miliar - Rp 1,1 Miliar
          Angsuran mulai dari Rp7,2 Juta/bln

          Properti Eksklusif: The Agathis

          Pancoran Mas, Kota Depok

          © www.pinhome.id

          Pinhome App

          Coba Aplikasi Pinhome

          Cari, konsultasi, beli, hingga jasa perawatan rumah, semua ada!
          Unduh sekarang dan nikmati manfaatnya.

          iOS PCA DownloadAndroid PCA Download