Pinhome

  • Blog
  • Lifestyle
  • 8 Cara Budidaya Kopi Arabika, 100% Hasil Kualitas Maksimal

8 Cara Budidaya Kopi Arabika, 100% Hasil Kualitas Maksimal

Dipublikasikan oleh Nur Afika Cahya ∙ 1 August 2021 ∙ 9 menit membaca

Cara Budidaya kopi arabika – Budidaya kopi arabika adalah spesies kopi pertama yang dibudidayakan hingga saat ini.

Pusat budaya kopi ini ada di beberapa negara diantaranya Amerika Latin, Amerika Tengah, Asia Pasifik dan Afrika.

Di Indonesia sendiri produksi kopi arabika terbesar ada di daerah pegunungan toraja, Sumatera Utara, Aceh dan juga di beberapa daerah di pulau Jawa.

Dan kopi arabika untuk saat ini telah menguasai sebagian besar dari perdagangan dunia, dan pastinya memiliki harga yang jauh lebih tinggi dibanding dengan kopi jenis lainnya.

Ada banyak jenis yang dimiliki kopi arabika seperti Abesinia, Pasumah, Margo, Typica dan Congensis.

Kamu minat untuk membudidayakan kopi arabika? Lanjut baca yaa.

Cara Budidaya Kopi Arabika Untuk Pemula

Cara Budidaya kopi arabika

Berikut merupakan hal yang perlu pertama kali kamu pelajari dalam melakukan budidaya pada tanaman Kopi Arabika.

Adapun cara budidaya Kopi Arabika adalah sebagai berikut ini.

1. Memilih Bibit yang Baik

Untuk memperbanyak bibit kopi ada dua cara diantaranya adalah memperbanyak secara generatif yaitu menggunakan biji, dan ada cara vegetatif dengan menggunakan cara stek.

Untuk tumbuhan kopi arabika biasa didapatkan dengan cara generatif, untuk memilih indukan tumbuhan kopi arabika tidak sembarangan ada kriteria tertentu lho.

Kriteria indukan kopi arabika adalah umur dari bibit harus mencapai kira-kira 8-12 bulan, memiliki tinggi 20-40 cm, jumlah daun tua minimal 5-7 daun, memiliki jumlah cabang primer sebanyak 1, dan memiliki diameter batang 5-6 cm.

Selanjutnya kebutuhan untuk bibit per hektarnya , seperti jarak antar tanaman 1,25 m x 1,25 m dengan jumlah tanaman hingga 6400 dengan presentare sulaman mencapai 25%.

Setelah kita menemukan induk yang dinilai baik, pilihlah buah yang sudah matang dan juga sehat, pastikan kulitnya tidak keriput dan cacar, selanjutnya setelah pemetikan buah lakukan seleksi dengan cara direndam di dalam air.

Ambil buah yang terendam didalam air itu adalah salah satu tanda bahwa bibit itu sehat dan tanpa cacat.

Selanjutnya buang kulit dan juga daging buah karena yang kita butuhkan adalah bijinya, rendam biji kembali di dalam air selama 24 jam, setelah direndam cuci biji hingga hilang lendir yang terdapat di biji.

Langkah selanjutnya keringkan biji selama 1-2 hari, dan ingat jangan jemur biji di bawah sinar matahari secara langsung.

Perhatikan biji jika ada yang rusak, keriput dan juga terserang hama langsung pisahkan dengan biji yang lain.

Pastikan kamu teliti dalam hal ini karena itu akan berdampak kepada tanaman kopi untuk pertumbuhannya.

biji yang benar-benar sehat sebelum melakukan penyemaian.

Setelah terkumpul biji yang berkualitas segara lakukan penyemaian.

Jika biji tidak segera disemai dalam kurun waktu kurang dari 3 bulan itu akan menyebabkan tumbuh kembang dari biji tersebut akan menurun dan akan mengakibatkan hasil yang tidak maximal.

2. Membuat Penyemaian

Membuat Penyemaian pada kopi

Langkah pertama yang dilakukan untuk menyemai yaitu membuat bedengan dengan ukuran 120 dengan tinggi 25 cm dengan panjang disesuaikan kondisi lahan itu sendiri.

Untuk jarak antara bedengan kira-kira 50 cm, dan sebaiknya buatlah bedengan menghadap arah timur supaya mendapatkan sinar matahari yang cukup untuk proses fotosintesis.

Melakukan penggemburan tanah menggunakan cangkul sedalam 30 cm lalu campur tanah dengan pupuk kompos atau pupuk kandang sebanyak 25 kg/ meter persegi.

Selanjutnya lakukan penyemaian sedalam 1 cm dengan jarak antar benih 3 cm x 5cm, letakan benih dalam posisi telungkup, dengan jarak tanaman demikian kamu memerlukan kira-kira  800 benih bibit untuk 1 lahan.

Untuk merawat benih kopi arabika yang sudah ditanami cukup dengan membersihkan gulma dan juga melakukan penyiraman 1x dalam sehari yaitu ketika pagi dan sore jika tanah sekiranya kering.

Setelah bibit berumur 10-12 minggu pindahkan ke dalam polybag, letakan juga polybag dengan menghadap ke arah timur, untuk perawatan benih di dalam polybag masih sama dengan perawatan di bedengan cukup bersihkan gulma dan rutin untuk menyiram.

Kamu bisa memberikan pupuk pada bibit jika bibit sudah mencapai umur 15-20 hari dan pastikan juga sesuai dengan pertumbuhan bibit.

Untuk penanaman tidak semua bibit bisa ditanaman pastikan yang kamu tanaman adalah bibit yang sehat.

Jika kamu menemukan bibit berbatang pendek dan daun berwarna cokelat atau batang tinggi dengan pucuk daun berwarna coklat atau batang tinggi dengan pucuk daun berwarna hijau.

Sebaiknya jangan digunakan karena varietasnya belum pasti kita ketahui.

Biasanya untuk varietas catimor ataupun arabika memiliki pucuk yang hijau, dan bibit yang terserang penyakit juga memiliki ciri yang sama.

Jadi pastikan kamu memilih bibit yang tepat.

3. Pengolahan Lahan dengan Baik

Pengolahan Lahan dengan Baik

Tentunya langkah awal untuk pengolahan budidaya kopi arabika ini kamu perlu membersihkan lahan dari gulma dan juga rumput liar.

Setelah itu gembur kan tanah menggunakan cangkul atau alat bajak.

Siapkan juga tanaman peneduh untuk melindungi bibit kopi arabika dari sinar matahari langsung, tanaman peneduh seperti dadap, lamtoro dan sengon, jangan khawatir untuk perawatan tanaman peneduh ini tidak rumit.

Setelah lahan sudah bersih dari gulma dan rumput liar lanjut dengan membuat lubang tanaman, buat lubang 3 bulan sebelum masa tanaman.

Ukuran lubang 50x50x50 cm, 60x60x60 cm, 75x75x75x cm atau 1x1x1 meter.

Setelah membuat lubang kira-kira 3-6 bulan sebelum masa tanam, campuran tanah galian dengan pupuk kandang atau pupuk kompos sebanyak 15-20 kg/lubang.

Setelah itu cukup urungkan tanah tidak perlu dipadatkan.

Sekarang bibit sudah siap untuk ditanam, pangkas daun bibit hingga tersisa ⅓ untuk mengurangi penguapan.

Keluarkan bibit dari polybag, setelah itu gali lubang sepanjang akar bibit kopi tersebut. Dan bagi bibit yang memiliki akar tunjang pastikan akarnya tegak lurus.

Lalu tutup lubang supaya tanaman bisa berdiri tegak dan bila diperlukan ajir supaya tanaman bisa berdiri tegak.

Kamu bisa membuatnya dan pastikan kamu menanam tanpa merusak akarnya karena itu akan berpengaruh dalam pertumbuhan tanaman kopi.

Cara Perawatan Budidaya Kopi Arabika

Cara Perawatan Budidaya Kopi Arabika

Selanjutnya lakukan perawatan untuk mendapatkan hasil yang maximal.

Adapun cara untuk perawatan kopi arabika adalah sebagai berikut ini.

1. Lakukan Penyulaman Kopi Arabika

Setelah bibit ditanaman dilahan yang luas makan kamu perlu melakukan penyulaman, dilakukan penyulaman minimal 1 minggu dua kali, setelah tanaman berusia 1-6 bulan kamu cukup melakukan pemeriksaan satu bulan sekali.

Jika selama masa pemeriksaan kamu menemukan tanaman yang  mati atau sakit segera lakukan penyulaman.

Lakukan penyulaman dengan bibit yang sama. Lakukan perawatan yang lebih untuk supaya tanaman penyulaman dapat menyamai pertumbuhan pohon lainnya.

2. Lakukan Pemupukan Ala Kopi Arabika

Lakukan Pemupukan Ala Kopi Arabika

Pemberian pupuk untuk budidaya kopi arabika ini bisa menggunakan pupuk organik atau pupuk buatan.

Untuk pupuk organik bisa didapatkan dari sekitar tanaman seperti sisa-sisa hijauan dari pohon pelindung atau kulit dari buah kopi sisa pengupasan.

Kebutuhan pupuk untuk setiap tanaman kopi arabika adalah 20-23 kg per 1-2 tahun.

Cara memberikan pupuk untuk budidaya kopi arabika ini adalah membuat lubang khusus untuk pupuk yang mengelilingi tanaman.

Kemudian masukan pupuk kompos ke dalam lubang tersebut, bisa juga dalam satu lubang kamu campurkan pupuk buatan.

Dan untuk tanah yang memiliki pH dibawah 5 bisa kamu tambahkan kapur untuk membuat tanah tersebut menjadi netral, berikan kapur dilakukan 2-4 tahun sekali.

Kamu juga bisa menambahkan tanaman penutup tanah seperti tanaman bungkuk dan juga kacang-kacangan.

Tujuan ditambahkannya tanaman penutup tanah supaya menambah bahan organik yang terdapat di kebun budidaya kopi arabika.

Selain itu juga berfungsi sebagai pelindung dan penyubur tanah serta bisa dijadikan sebagai sumber pupuk organik.

3. Lakukan Pemangkasan Kopi Arabika

Untuk pemangkasan budidaya kopi arabika ini menggunakan pemangkasan berbatang tunggal, dan pemangkasan ini juga lebih sesuai untuk kebun yang ada didaerah rendah dan juga atas.

Ada tiga tujuan dilakukannya pemangkasan untuk budidaya kopi arabika, diantaranya adalah :

  • Pemangkasan Pembentukan, pemangkasan ini bertujuan untuk membentuk kerangka tanaman seperti tajuk atau payung, sehingga bisa mencapai tinggi dan percabangan yang ideal
  • Pemangkasan Produksi, Cara pemangkasan produk ini adalah dengan membuang

cabang dan batang yang tidak mengalami pertumbuhan yang optimal.

Tujuan pemangkasan produksi ini adalah untuk mempertahankan cabang atau batang yang memilih nilai tumbuh yang tinggi.

Selain itu juga bertujuan untuk membuang cabang atau batang yang terkena hama dan juga penyakit.

  • Pemangkasan Peremajaan, Pemangkasan ini biasanya dilakukan beberapa saat setelah panen. Bisa juga dilakukan setelah tanaman mengalami penurunan panen, kira-kira jika hasil panen kurang dari 400 kg/hektar per tahun.

Tujuan dari pemangkasan peramajaan ini adalh untuk membentuk tulang tajuk yang sudah mulai tidak beraturan, dan disarankan setelah melakukan pemupukan ini memberikan nutrisi yang cukup pada tanaman.

4. Lakukan Penyiangan Kopi Arabika

Lakukan Penyiangan Kopi Arabika

Pada tanaman kopi arabika kamu harus sering membersihkan gulma atau rumput liar lainnya.

Terutama ketika tanaman masih berumur muda, karena gula dan rumput liar ini bisa mengganggu pertumbuhan tanaman kopi arabika, dengan cara merebut semua nutrisi yang ada di tanah.

Lakukan penyiangan setiap dua minggu sekali dan bersihkan gulma yang ada di bawah tajuk pohon kopi arabika.

Jika tanaman sudah cukup besar kamu bisa melakukan penyiangan seperlunya saja atau kamu bisa mengandalkan dengan tanaman penutup tanah.

5. Pastikan Aman dari Hama dan Penyakit

Untuk budidaya kopi arabika ini ada beberapa jenis hama dan penyakit yang cukup mengganggu tanaman kopi seperti :

  • Hama penggerek buah kopi, hama ini menyerang tanaman kopi ketika masih berumur muda, akibatnya buah kaan berguguran atau tidak berkembang dengan maximal.

Kamu bisa menghindari dengan cara meningkatkan sanitasi kebun, pemapasan pohon naungan, pemanenan buah yang terserang hama, dan juga penyemprotan kimia.

  • Hama bubuk cabang, biasanya hama ini menyerang cabang atau ranting kecil dari 3-7 pucuk tanaman kopi, dan akan mengakibatkan daun menjadi kuning dan rontok dan juga cabang akan mengering.

Pengendalian hama ini adalah dengan penjarangan naungan dan penyemprotan kimia.

  • Penyakit karat daun, ini adalah salah satu penyakit yang sering ditemukan di budidaya kopi arabika, gejala dari penyakit ini adalah bisa kita lihat di bagian permukaan daun yang mengalami bercak kuning dan semakin lama semakin coklat.

Untuk menghindari penyakit ini kamu bisa memulai budidaya kopi arabika dengan memilih lahan dengan tinggi diatas 1000 mdpl, atau penyemprotan kimia, memilih varietas unggul dan kultur teknis.

Masa Panen Kopi Arabika

Biasanya budidaya kopi arabika akan panen 4 tahun setelah penanaman, ada beberapa ciri-ciri biji yang siap dipanen.

Diantaranya adalah memiliki warna buah yang merah tua, itu adalah salah satu tanda kopi yang dihasilkan maximal.

Pastikan kamu hati-hati untuk memanennya, supaya tidak merusak bagian pohon/cabang/ranting.

Artikel Lainnya

Nah ini adalah langkah-langkah untuk memulai budidaya kopi arabika, semoga membantu dan selamat mencoba.

Tags :

Bagikan Artikel