Pinhome

  • Blog
  • Lifestyle
  • 16 Cara Budidaya Kedelai Lokal Hasilkan Kualitas Maksimal

16 Cara Budidaya Kedelai Lokal Hasilkan Kualitas Maksimal

Dipublikasikan oleh Nur Afika Cahya ∙ 30 July 2021 ∙ 8 menit membaca

Cara Budidaya kedelai – Tanaman kedelai berasal dari negara China dan sudah dibudidayakan sejak 2500 sebelum masehi.

Dengan seiring berjalannya waktu, tanamn kedelai pun sudah mulai tersebar di beberapa negara pada abad ke- 19 tanaman kedelai sudah tersebar di negara Jepang, Korea,India,Australia, Indonesia dan juga Amerika.

Di Indonesia sendiri mulai pada abad ke-16 sudah dimulai budidaya kedelai, yang terletak di Pulau Jawa.

Lalu berkembang di beberapa daerah, diantaranya adalah Bali, Nusa Tenggara dan juga pulau lainnya.

Tanaman kedelai adalah salah satu jenis tanaman yang tumbuh maximal di daerah yang beriklim tropis dan sub tropis.

Dan tanaman kedelai sangat menyukai iklim kering dari pada iklim lembab.

Tanaman yang satu ini juga akan tumbuh baik pada curah hujan sekitar 100-400 mm/bulan.

Dan untuk mencapai pertumbuhan yang maksimal tanaman kedelai membutuhkan 100-200 mm/bulan.

Kedelai termasuk salah satu tanaman yang banyak dimanfaatkan sebagai bisnis yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi seperti digunakan untuk bahan dasar susu kedelai, tempe tahu dan juga lainnya.

Dan kebutuhan dalam negeri sendiri pun juga selalu meningkat, itu artinya kedelai memiliki prospek yang tinggi untuk dijadikan bahan ladang bisnis.

Minat dengan budidaya kedelai?

Artikel ini akan membantu untuk memahami bagaimana step by step melakukan budidaya kedelai yang mudah untuk pemula.

Cara Budidaya Kedelai Untuk Pemula

Budidaya Kedelai

Untuk kamu yang ingin membudidayakan tanaman kedelai, akan tetapi kamu belum tahu bagaimana caranya?

Maka, berikut akan kami jelaskan hal penting dalam melakukan budidaya pada tanaman kedelai.

Adapaun hal yang perlu kamu ketahui dalam melakukan budidaya tanaman kedelai adalah sebagai berikut ini.

1. Persiapkan Lahan Kedelai

Untuk lahan budidaya kedelai yang belum pernah digunakan kamu perlu mencampur tanah dengan legin (Bakteri atau kapang yang digunakan untuk campuran media tanam).

Tapi jika lahan yang digunakan sudah pernah digunakan untuk menanam tanaman kacang-kacangan kamu tidak perlu mencampur tanah menggunakan legin.

Tujuan dari pemberian legin adalah untuk mengikat unsur nitrogen yang dibutuhkan oleh tanaman kedelai, legin akan tumbuh di bintil akar dan akan memaximalkan penyerapan.

Tanaman kedelai sangat cocok ditanam pada lahan yang terbuka dan didaerah yang panas atau di daerah dataran rendah dengan ketinggian 1200 mdpl.

Dan pH tanah yang dibutuhkan untuk membuat budidaya kedelai tumbuh dengan maximal sekitar 5-6.

Jika tanah terlalu basa kamu bisa melakukan pengapuran misal menggunakan Kalsit, Dolomit, atau kapur bakar, pemberian kapur ini dilakukan sekitar 2-4 hari sebelum penanaman.

2. Pilih Benih yang Baik

Jika menginginkan hasil yang maximal, kamu perlu memilih benih yang sehat dan juga baik.

Karena itu akan sangat berpengaruh dengan pertumbuhan dan juga hasil dari budidaya kedelai.

Supaya mendapatkan varietas yang baik kamu harus menyesuaikan kebutuhan yang sesuai, dibutuhkan benih yang bisa beradaptasi dengan kondisi lahan, dan juga memenuhi standar benih yang baik.

3. Tentukan Waktu Penanaman yang Tepat

Sebelum melakukan penanaman kamu perlu memberikan pupuk dasar untuk lahan, pupuk yang biasanya digunakan adalah TSP dengan takaran 75-200 kg/hektar, KCl 50-100 kg/hektar dan Urea 50 kg/hektar atau pupuk organik.

Lakukan pemupukan 2 minggu sebelum penanaman.

Setelah dicampurkan ke lahan lalu buatlah bedengan, bedengan ini bertujuan untuk mempermudah perawatan dan juga pengairan untuk budidaya kedelai.

Bentuk bedengan jangan terlalu tinggi untuk daerah yang kering kira-kira 5 cm dengan lebar 2 meter, namun untuk daerah yang basah, buatlah tinggi bedengan dengan ukuran 30cm.

4. Penanaman Kedelai

Sebelum melakukan penanaman kamu perlu membuat lubang dengan jarak 25×40 cm, supaya mempermudah perawatan dan masa pemanenan.

Lalu masukan biji kedelai yang sudah siap kedalam lubang yang sudah disiapkan, kamu bisa memberikan 1 lubang 2-3 biji tanaman kedelai.

Lalu tutup lubang menggunakan tanah, selanjutnya airi bedengan setelah selesai supaya mempercepat pertumbuhan kedelai.

5. Lakukan Pemupukan

Untuk lahan yang sudah pernah ditanami, cukup lakukan pemupukan menggunakan pupuk NPK dengan takaran 200-300 kg/hektar, lakukan pemupukan dengan cara ditaburkan diantara barisan tanaman kedelai.

Setelah itu segera airi lahan untuk menghindari kekeringan lahan akibat penggunaan pupuk.

Cara Perawatan Tanaman Kedelai

Cara Perawatan Tanaman Kedelai

Selanjutnya untuk melakukan perawatan pada tanaman kedelai, kamu harus melakukan beberapa perawatan.

Agar hasil yang di tanam bisa menghasil buah yang sempurna. Adapun untuk cara perawatanya sendiri adalah sebagai berikut ini.

1. Lakukan Pemasangan Mulsa

Pemasangan mulsa sangat dibutuhkan untuk budidaya kedelai, gunanya untuk mengurangi penguapan pada lahan tanah, pemasangan mulsa yang dimaksud adalah jerami kering.

Taburkan jerami-jerami kering yang sudah di potong-potong kesela-sela barisan tempat penanaman, hingga tingginya mencapai 3-5 cm menutupi tanah.

2. Lakukan Penyulaman

Penyulaman adalah salah satu step yang sering dianggap remeh, padahal pada step ini bisa jadi menentukan kualitas dari kedelai tersebut.

Penyulaman adalah mengganti benih yang mengalami masalah dalam pertumbuhan, entah layu, kering, terkena hama, penyakit atau bahkan mati.

Kamu wajib untuk segera menggantinya dengan benih yang baru dan juga sehat.

Jika kamu mengabaikannya, maka bisa jadi akan mengurangi kualitas kedelai dan bisa juga mengalami gagal panen.

Lakukan penyiangan 1 minggu setelah penanaman dan selalu kontrol tanaman setiap 1 minggu sekali.

3. Lakukan Pengairan Secara Tertentu

Lakukan pengairan pada pagi hari atau sore hari untuk mengurangi penguapan di siang hari, tanam kedelai sangat membutuhkan air untuk awal pertumbuhan (15-21 hari setelah tanam) saat berbunga (25-35 hari) dan saat pengisian polong (55-70 hari).

Untuk mempercepat penyerapan air ke seluruh lahan tutuplah sebagian saluran air.

4. Lakukan Penyiangan dan Penggemburan

Penyiangan idealnya dilakukan pada umur 20-30 hari setelah tanam. Lakukan penyiangan pertama bersama dengan pemupukan susulan.

Dan penyiangan kedua dilakukan setelah tanaman selesai berbunga.

Lalu lakukan penggemburan, hati-hati untuk melakukan penggemburan jangan sampai melukai akar, karena bisa jadi akan mengganggu pertumbuhan tanaman.

5. Lakukan Pemupukan Susulan

Pemberian pupuk susulan dilakukan ketika tanaman sudah berumur 20-30 hari setelah tanaman. Pemberian pupuk susulan diberikan kepada tanah yang kurang subur saja, dan pupuk yang digunakan adalah Urea 50 kg/hektar lalu di tutup menggunakan tanah.

Juga bisa ditambahkan pupuk jenis lain seperti ZPT dan PPC gunakan dosis yang sudah dianjurkan.

Cegah Hama dan Penyakit pada Kedelai

Cegah Hama dan Penyakit pada Kedelai

Tentunya sama dengan tanaman yang lain tanaman kedelai juga memiliki pengganggu hama dan penyakit. Hama dan penyakit yang sering ditemukan di tanaman kedelai adalah :

1. Ulat Grayak pada Kedelai

Ulat grayak adalah serangga dewasa yaitu ngengat atau kupu-kupu.

Ulat ini akan menyerang bagian daun, yaitu memakan permukaan daun atau epidermis daun untuk ulat yang baru menetas, dan untuk ulat yang tua akan memakan semua bagian daun kecuali tulang daun.

2. Penggerek Polong pada Kedelai

Masih dalam jenis yang sama yaitu kupu-kupu, serangga ini menyerang tidak hanya daun tapi bunga,polong muda dan juga biji.

Ulat yang masih muda akan memakan jaringan yang ada dalam daun, sedang kan ulat yang tua akan memakan bunga, polong muda dan juga biji.

Ciri-ciri tanaman kedelai mengalami ganggunakan dari serangga yang satu ini adalah ada bagian tubuh yang masuk kedalam polong.

3. Kepik Polong pada Kedelai

Bentuk dari hama yang satu ini hampir sama dengan bentuk walang sangit, yaitu berwarna coklat dan memiliki garis kuning pada tubuhnya.

Hama yang satu ini akan menghisap cairan polong dan biji.

Mereka akn muncul pada fase perkembangan biji, dan akibat dari serangan hama yang satu ini adalah polong dan biji akan menjadi kempes lalu kemudian akan gugur.

4. Kepik Hijau pada Kedelai

Hama kepik yang satu ini tidak hanya menyerang tanaman d=kedelai saja lho, tanaman yang diserang antara lain adalah padi, kacang hijau, kedelai, kacang panjang dan lainnya.

Kepik ini akan muncul pada masa menjelang tanaman berbunga, hama akan mengambil cairan yang ada pada polong dan biji yang mengakibatkan turunnya kualitas dari tanaman kedelai.

5. Penyakit Busuk Akar pada Kedelai

Penyakit ini disebabkan oleh jamur yang menghinggap pada biji dari sebelum atau sesudah ditanam.

Akibat dari penyakit ini adalah tanaman akan menjadi layu pada saat perkecambahan dan tanaman dewasa.

Gejala yang dialami tanaman yang mengalami penyakit ini adalah pinggiran daun akan menjadi kuning dan selanjutnya akan menjadi layu.

Untuk menangani penyakit ini kamu bisa menggunakan zat aktif berbahan fungisida.

6. Penyakit Busuk Batang pada Kedelai

Penyakit ini diakibatkan oleh cendawan, cendawan biasanya menyerang tanaman muda, jadi bisa dikatakan penyakit busukan batang bisa datang ketika masa pembibitan.

Gejala dari penyakit ini adalah layu pada batang bagian paling dekat dengan tanah berubah dari berwarna hijau hingga berubah warna menjadi coklat kemerahan.

Untuk mengatasi masalah ini kamu juga bisa menggunakan zat aktif dengan bahan dasar fungisida.

Dan masih banyak hama dan penyakit lainnya.

Masa Panen Kedelai

Panen akan dilakukan jika daun pada tanamn sudah rontok dan polong sudah berubah menjadi kuning lalu kering.

Cara memanen tanaman kedelai adalah dengan memotong pangkal batang, dan jangan mencabut tanaman.

Perontokan bisa dilakukan dengan menggunakan Power Treser (Perontokan menggunakan mesin) atau menggunakan kayu.

Untuk perontokan menggunakan kayu, usahakan menggunakan kayu yang bersegi untuk menghindari pecahnya biji akibat pukulan dari kayu tersebut.

Artikel Lainnya

Ini adalah step by step untuk memulai budidaya kedelai, semoga bermanfaat dan selamat mencoba.

Tags :

Bagikan Artikel