BlogPembeli Properti PemulaPanduan KPR/KPAKenali Pengertian Bunga Floating KPR dan Cara Menghitungnya

Kenali Pengertian Bunga Floating KPR dan Cara Menghitungnya

Dipublikasikan oleh Fauzia Assilmy dan Diperbarui oleh Achlisia Putri

Okt 7, 2024

3 menit membaca

Copied to clipboard
Bunga floating KPR

Bunga floating KPR mungkin sudah tidak asing lagi bagi Pins yang mengikuti  program Kredit Pemilikan Rumah. Meskipun begitu, fakta di lapangan menunjukkan bahwa masih banyak orang yang belum paham dengan mekanisme dari sistem bunga satu ini.

Padahal mengetahui hal ini sangat penting sebelum mengajukan KPR supaya tidak terkejut saat membayar cicilan yang tidak sesuai perhitungan. Oleh karena itu di sini Pinhome sudah merangkumnya secara tuntas dan bisa dijadikan sebagai bahan pertimbangan Pins sebelum mengajukan KPR.

Apa itu bunga floating KPR?

bunga floating kpr
Source: Pexels/@rdne

Bunga floating KPR adalah penerapan suku bunga yang berubah-ubah mengikuti pergerakan pasar dan mengacu pada suku bunga acuan Bank Indonesia. Dikenal juga dengan bunga mengambang, floating rate ini memiliki sistem bisa naik dan bisa turun, tergantung dengan kondisi ekonomi di sekitarnya.

KPR non-subsidi akan menerapkan sistem bunga ini, sehingga Pins akan membayar cicilan dengan nominal yang berbeda-beda. Misalkan, untuk tahun pertama, cicilan per bulan yang harus dibayarkan sebesar Rp4,5 juta. 

Pada tahun kedua, suku bunga meningkat, sehingga membuat Pins harus membayar cicilan bulanan sebesar Rp6 juta. Nah, inilah yang dimaksud, cicilan tidak akan sama atau berubah-ubah, karena suku bunganya yang berubah sesuai dengan kondisi lingkungan sekitarnya.

Apa yang Membedakan bunga floating KPR dengan yang lain?

Perbedaan bunga floating dengan flat KPR tentu terletak pada suku bunganya. Floating atau mengambang memiliki suku bunga yang berubah sesuai kondisi lingkungannya, sementara flat atau fix rate (tetap) memiliki suku bunga yang tetap dan tidak terpengaruh apapun sampai cicilan selesai.

Cara menghitung bunga floating KPR

Apabila Pins masih bingung, berikut ini Pinhome berikan contoh simulasi KPR yang menggunakan bunga mengambang.

Simulasi KPR dengan tenor 10 tahun (120 bulan) dan suku bunga mengambang:

  • Plafon pinjaman = Rp500.000.000
  • Tenor = 10 tahun (120 bulan)
  • Suku bunga tahun pertama (fixed) = 5%
  • Suku bunga tahun ke-2 sampai ke-10 (floating) = 8%

Dengan menggunakan metode anuitas, cicilan bulanan untuk tahun pertama dengan bunga tetap 5% adalah sebesar Rp5.303.177. Sementara untuk tahun kedua sampai kesepuluh dengan bunga floating 8%, membuat Pins harus membayar sebesar Rp6.102.331 per bulannya.

Simulasi KPR dengan tenor 15 tahun (180 bulan) dan suku bunga mengambang:

  • Plafon pinjaman = Rp500.000.000
  • Tenor = 15 tahun (180 bulan)
  • Suku bunga tahun pertama (fixed) = 5%
  • Suku bunga tahun ke-2 sampai ke-15 (floating) = 8%

Masih menggunakan metode anuitas, cicilan bulanan untuk tahun pertama dengan bunga fixed 5% adalah sebesar Rp3.953.024. Sementara untuk tahun berikutnya sampai tahun ke-15 dengan bunga floating 8% adalah sebesar Rp4.950.884 per bulan.

Simulasi KPR dengan tenor 20 tahun (240 bulan) dan suku bunga mengambang

  • Plafon pinjaman = Rp500.000.000
  • Tenor = 20 tahun (240 bulan)
  • Suku bunga tahun ke-1 sampai ke-3 (fixed) = 5%
  • Suku bunga tahun ke-4 sampai ke-20 (floating) = 8%

Menggunakan metode anuitas, cicilan per bulan untuk tiga tahun pertama dengan bunga tetap 5% adalah sebesar Rp3.299.755. Sementara untuk tahun ke-4 sampai ke-20 dengan bunga mengambang 8% adalah sebesar Rp4.204.492.

Jangka waktu bunga fixed itu sesuai dengan kebijakan setiap bank. Ada yang menawarkan tahun pertama, bahkan ada yang menawarkan sampai 5 tahun pertama. Jadi, setiap bank berbeda-beda kebijakannya.

Nah, supaya Pins bisa menghitung jauh lebih mudah tanpa rumus, Pins bisa memanfaatkan fitur simulasi KPR Pinhome yang dijamin akurat dan memudahkan. Cara menggunakannya mudah sekali dan dijamin Pins akan mendapatkan hasil yang tidak berbeda dari penghitungan bank.

Kelebihan bunga floating KPR

bunga floating kpr
Source: Freepik

Meskipun memiliki sifat berubah-ubah, ada kelebihan bunga mengambang KPR yang bisa membuat Pins mempertimbangkan sistem ini dan berikut adalah uraiannya:

  • Penurunan cicilan saat suku bunga turun
  • Potensi penghematan biaya bunga
  • Bebas dari penalti pelunasan dini
  • Mengikuti perkembangan pasar
  • Tidak terikat dengan suku bunga fixed yang tinggi

Kekurangan bunga floating KPR

Bukan hanya keuntungan saja yang dimiliki oleh sistem bunga ini, tapi juga ada kekurangan yang perlu diperhatikan dan ini uraiannya:

  • Cicilan bulanan tidak pasti
  • Risiko kenaikan suku bunga lebih tinggi daripada penurunan
  • Potensi beban biaya lebih tinggi
  • Sulit diprediksi dalam jangka panjang
  • Beban lebih berat saat ekonomi tidak stabil

Itulah dia penjelasan mengenai bunga floating KPR yang wajib diketahui oleh Pins sebelum mengikuti program Kredit Pemilikan Rumah. Bagaimana? Tertarik untuk menggunakan sistem satu ini?

Intinya, pastikan untuk mengukur kemampuan Pins terlebih dahulu bila ingin mengambil KPR dengan bunga mengambang. Tujuannya agar Pins tidak terbebani di masa yang akan datang karena cicilannya yang begitu besar. Semoga bermanfaat.

Copied to clipboard

Properti Rekomendasi

    Rp 550,8 Juta - Rp 1,5 Miliar
    Angsuran mulai dari Rp3,8 Juta/bln
      Rp 181 Juta
      Angsuran mulai dari Rp1,2 Juta/bln
        Rp 357,1 Juta - Rp 780 Juta
        Angsuran mulai dari Rp2,5 Juta/bln

        Properti Eksklusif: Green Paradise City

        Parung Panjang, Kab. Bogor
          Rp 1 Miliar - Rp 1,1 Miliar
          Angsuran mulai dari Rp7,2 Juta/bln

          Properti Eksklusif: The Agathis

          Pancoran Mas, Kota Depok

          © www.pinhome.id

          Pinhome App

          Coba Aplikasi Pinhome

          Cari, konsultasi, beli, hingga jasa perawatan rumah, semua ada!
          Unduh sekarang dan nikmati manfaatnya.

          iOS PCA DownloadAndroid PCA Download