Blog›Pembeli Properti Pemula›Panduan KPR/KPA›Bisakah Kerja di Luar Negeri Tapi Mau Ambil KPR di Indonesia?

Bisakah Kerja di Luar Negeri Tapi Mau Ambil KPR di Indonesia?

Dipublikasikan oleh Fauzia Assilmy dan Diperbarui oleh Sandy Anugerah

Agu 15, 2025

8 menit membaca

Copied to clipboard
Bisakah Kerja di Luar Negeri Tapi Mau Ambil KPR di Indonesia?

Ambil KPR saat kerja di luar negeri? Memangnya bisa? Jawabannya adalah bisa. WNI yang bekerja di luar negeri tetap bisa mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) di Indonesia asal memenuhi persyaratan bank. Jadi di sini, Pins harus memenuhi semua ketentuan yang diterapkan serta menyertakan dokumen yang lengkap.

Jika Pins merupakan WNI di luar negeri dan ingin punya rumah di Indonesia dengan program KPR, Pins harus menyiapkan tiga hal penting. Pertama tentu dokumen, kedua jarak jauh, dan ketiga adalah risiko kurs mata uang asing. Nah, artikel ini sudah membahas tuntas semua hal yang harus diketahui Pins untuk memiliki rumah di Indonesia meski kerja di luar negeri.

Apakah WNI di Luar Negeri Bisa Ambil KPR?

Ambil KPR saat kerja di luar negeri itu bisa asal memenuhi ketentuan bank
Source: Freepik

WNI yang bekerja di luar negeri bisa untuk mengajukan KPR di Indonesia tergantung kebijakan bank dan kelengkapan dokumen. Setiap bank memiliki standar penilaian yang berbeda untuk Pins yang tinggal di luar negeri, sehingga penting untuk melakukan riset terlebih dahulu. Biasanya syarat-syaratnya lebih ketat lagi, karena posisi orang yang mengajukan kredit ada di luar negeri.

Kemudian, proses verifikasi dan penilaian kreditnya membutuhkan waktu lebih lama dibanding warga yang tinggal di Indonesia. Oleh karena itu, sebelum mengajukan kredit lebih baik Pins melakukan pra-cek kelayakan melalui berbagai jenis KPR yang tersedia. Hal ini bisa membantu Pins menentukan pilihan bank dan produk kredit yang paling sesuai dengan kondisi Pins di luar negeri.

Siapa yang Biasanya Memenuhi Kriteria?

Syarat pengajuan KPR untuk WNI yang bekerja di luar negeri itu lebih ketat, Pins. Hanya ada sejumlah orang saja yang memenuhi kriteria seperti pekerja dengan kontrak jangka panjang di perusahaan multinasional. Mereka umumnya punya slip gaji yang konsisten dan pekerjaan yang stabil. Kemudian wirausaha yang memiliki klien tetap dan penghasilan konsisten minimal 2 tahun juga bisa.

Biasanya, mereka memiliki kontrak kerja dan rekening koran yang sehat serta portofolio klien yang beragam. Selain itu, pekerja senior yang memiliki tabungan dan investasi yang cukup juga bisa memiliki peluang yang besar untuk mengajukan kredit rumah. Mereka biasanya memiliki riwayat kredit yang bersih dan finansial yang stabil serta pengalaman hidup di luar negeri yang baik.

Syarat & Dokumen Utama untuk KPR dari Luar Negeri

1. Identitas & Perpajakan

Dokumen identitas yang diperlukan meliputi KTP, paspor, dan kartu keluarga dengan nama dan alamat yang konsisten. Pastikan semua dokumen masih berlaku dan informasi personal tercatat dengan benar di seluruh dokumen yang diajukan. Inkonsistensi data dapat memperlambat proses verifikasi dan bahkan menyebabkan penolakan aplikasi dari pihak bank.

NPWP yang masih aktif juga menjadi syarat wajib meski Pins tinggal di luar negeri dalam jangka waktu lama. Jika diperlukan, lengkapi dengan SPT tahunan atau surat keterangan dari kantor pajak untuk menunjukkan status perpajakan yang jelas. Konsultasi dengan konsultan pajak dapat membantu mengurus dokumen perpajakan yang sesuai dengan status sebagai WNI di luar negeri.

2. Bukti Pekerjaan & Penghasilan di Luar Negeri

Source: Freepik

Jika Pins bekerja sebagai karyawan, surat keterangan kerja, kontrak kerja, dan slip gaji dalam 6 bulan terakhir adalah dokumen wajib. Surat keterangan kerja untuk KPR harus mencantumkan posisi, masa kerja, dan besaran gaji secara detail. Dokumen harus diterjemahkan ke bahasa Indonesia dan dilegalisir oleh konsulat Indonesia di negara tempat bekerja.

Sementara itu, untuk wirausaha, siapkan kontrak klien, invoice pembayaran, dan laporan keuangan selama 2 tahun terakhir. Bukti pembayaran dari klien dan rekening bisnis yang menunjukkan aliran dana masuk secara konsisten sangat diperlukan untuk verifikasi. Penghasilan berkelanjutan dan masa kerja minimal 2 tahun jadi pertimbangan utama untuk bank dalam menilai kelayakan kredit.

3. Rekening Koran & Aliran Dana

Rekening koran 6 bulan terakhir dari bank di luar negeri harus menunjukkan saldo akhir dan arus kas yang sehat. Pastikan tidak ada transaksi mencurigakan yang dapat mempengaruhi penilaian kelayakan kredit oleh bank. Rekening gaji yang menunjukkan penerimaan rutin akan memperkuat posisi KPR Pins.

Jika memiliki rekening di Indonesia, lampirkan juga rekening koran tersebut untuk menunjukkan kemampuan mengelola keuangan lintas negara. Transaksi transfer rutin dari luar negeri ke Indonesia dapat menunjukkan komitmen untuk tinggal atau investasi di tanah air. Saldo yang stabil dan tidak ada tunggakan kredit akan meningkatkan peluang persetujuan kredit rumah.

4. Kuasa/Perwakilan di Indonesia

Syarat berikutnya jika ingin ambil KPR saat kerja di luar negeri adalah menunjuk kuasa atau perwakilan di Indonesia. Hal ini sangat penting untuk membantu proses pengajuan dan penandatanganan dokumen KPR secara efisien. KPR rumah dari luar negeri membutuhkan koordinasi yang baik dengan perwakilan di Indonesia.

Surat kuasa harus dibuat dengan format yang sesuai ketentuan bank dan dilegalisir oleh konsulat Indonesia di negara tempat tinggal. Pastikan ruang lingkup kuasa mencakup semua keperluan terkait pengajuan KPR, termasuk penandatanganan dokumen dan komunikasi dengan bank. Komunikasi yang lancar pada penerima kuasa akan memperlancar seluruh proses beli rumah dari luar negeri.

5. Dokumen Luar Negeri

Semua dokumen dari luar negeri harus diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh penerjemah yang diakui oleh konsulat. Contoh dokumen yang perlu diterjemahkan antara lain slip gaji, surat keterangan kerja, dan rekening koran dari bank asing. Pins juga perlu ingat bahwa proses terjemahan ini membutuhkan waktu dan biaya tambahan yang perlu diperhitungkan.

Legalisasi dokumen oleh konsulat Indonesia di negara tempat tinggal juga diperlukan untuk memastikan bahwa dokumen itu sah. Kemudian, hal yang paling penting adalah mengikuti persyaratan bank secara detail. Dengan Pins mengikuti hal ini, Pins bisa menghindari penolakan aplikasi karena dokumen yang tidak sesuai standar.

Proses Pengajuan KPR dari Luar Negeri

Source: Freepik

1. Pra-Cek Kelayakan & Simulasi

Langkah pertama jika ambil KPR saat kerja di luar negeri adalah pra-cek kelayakan dan simulasi. Pins bisa menggunakan kalkulator simulasi online untuk menghitung estimasi cicilan berdasarkan penghasilan, tenor, dan besaran uang muka. Simulasi KPR via Pinhome dapat memberikan gambaran awal tentang kemampuan Pins saat kerja di luar negeri.

Pertimbangkan juga pengaruh tenor, besaran uang muka, dan tingkat suku bunga terhadap cicilan bulanan. Simulasi yang akurat akan membantu Pins menentukan budget yang sesuai kemampuan finansial di luar negeri. Jangan lupa juga memperhitungkan biaya tambahan seperti asuransi, notaris, dan biaya administrasi lainnya.

2. Pengumpulan Dokumen & Verifikasi (SLIK/OJK)

Setelah simulasi, kumpulkan semua dokumen yang diperlukan dan pastikan kelengkapannya sesuai dengan ketentuan dari bank pilihan. Bank akan melakukan pengecekan SLIK untuk melihat histori kredit dan kemampuan bayar Pins. Proses ini biasanya membutuhkan waktu lebih lama. Jika sudah selesai, bank akan melakukan konfirmasi pada Pins.

Pastikan tidak ada tunggakan saat akan mengajukan KPR, karena ini akan membuat kelayakan kredit Pins jadi jelek. Agar peluang diterima lebih besar, jangan dulu meminjam uang minimal 3-6 bulan dari pengajuan KPR. Namun, jika Pins memiliki kredit yang buruk, KPR rumah tanpa BI checking bisa jadi alternatif untuk Pins.

3. Appraisal, Persetujuan, dan Akad

Setelah dokumen lengkap dan terverifikasi, bank akan melakukan appraisal terhadap properti yang akan dijadikan jaminan KPR. Proses ini meliputi survei lokasi, pengecekan legalitas, dan penilaian harga pasar properti yang akan dibeli atau dijadikan agunan. 

Jika aplikasi disetujui, bank akan mengeluarkan surat persetujuan yang berisi detail kredit, tenor, suku bunga, dan jadwal pembayaran. Ciri-ciri KPR disetujui biasanya ditandai dengan komunikasi dari pihak bank untuk melakukan akad. Siapkan jadwal dan budget untuk biaya akad kredit termasuk biaya notaris dan administrasi lainnya.

Tantangan Pengajuan KPR dari Luar Negeri

Ada sejumlah tantangan yang harus dihadapi jika ambil KPR saat bekerja di luar negeri
Source: Freepik

1. Fluktuasi Kurs & Pilihan Suku Bunga

Tantangan pertama jika ambil KPR saat kerja di luar negeri adalah fluktuasi kurs dan pilihan suku bunga. Misalnya, jika penghasilan dalam USD menguat terhadap rupiah, cicilan akan terasa lebih ringan. Namun, jika USD melemah terhadap rupiah, maka cicilan makin berat, belum lagi dengan suku bunganya yang fluktuatif. Untuk mengatasi risiko ini, sisihkan buffer dana sekitar 10-15% dari cicilan bulanan untuk mengantisipasi perubahan kurs yang tidak menguntungkan. 

Setting auto-transfer dari rekening luar negeri ke Indonesia dapat membantu memastikan cicilan selalu terbayar tepat waktu. Pilih hari transfer yang tepat berdasarkan analisa pergerakan kurs dan jadwal pembayaran cicilan yang telah ditetapkan bank. Pertimbangkan juga untuk memilih jenis bunga KPR yang sesuai dengan profil risiko dan kemampuan finansial jangka panjang.

2. Pembuktian Penghasilan Freelance/Remote

Pekerja freelance atau remote worker menghadapi tantangan lebih besar dalam membuktikan stabilitas penghasilan kepada pihak bank. Tiga bukti utama yang diperlukan adalah kontrak kerja dengan klien, invoice pembayaran yang konsisten, dan rekening koran yang menunjukkan aliran dana. Konsistensi nominal pembayaran dan tanggal penerimaan menjadi faktor penting yang dinilai oleh bank dalam proses aplikasi.

Dokumentasikan semua proyek dan klien dengan rapi untuk menunjukkan diversifikasi sumber penghasilan yang dapat mengurangi risiko kredit. Portfolio yang beragam dan rekam jejak kerja sama jangka panjang dengan klien akan memperkuat posisi Pins. Siapkan juga referensi dari klien yang dapat dihubungi bank untuk verifikasi keaslian kontrak dan pembayaran yang dilakukan.

3. Alamat Korespondensi & Komunikasi

Perbedaan zona waktu antara Indonesia dan negara tempat Pins bekerja dapat mempersulit komunikasi dengan pihak bank selama proses aplikasi. Jadi Pins harus menunjuk seseorang di Indonesia yang dapat dihubungi bank kapan saja untuk mempercepat proses komunikasi dan penyelesaian dokumen. Pastikan kontak yang Pins pilih memahami detail aplikasi dan memiliki akses ke dokumen penting.

Siapkan alamat korespondensi yang jelas dan dapat diakses untuk pengiriman dokumen atau surat penting dari bank. Gunakan alamat keluarga yang dapat menerima dan meneruskan dokumen dengan aman dan tepat waktu. Komunikasi yang lancar dan responsif akan memberikan kesan positif kepada bank dan mempercepat proses persetujuan kredit rumah.

Ambil KPR saat kerja di luar negeri itu bisa, Pins. Kuncinya adalah dengan persiapan dokumen yang lengkap, memilih bank yang tepat, dan membuat strategi untuk mengatasi tantangan yang sudah disebutkan. Meski prosesnya lebih kompleks, tapi beli rumah dari luar negeri bukan hal yang mustahil diwujudkan.

Manfaatkan teknologi dan layanan simulasi online untuk mempersiapkan pengajuan dengan optimal serta sesuai kemampuan. Wujudkan impian memiliki rumah di Indonesia dengan ajukan KPR via Pinhome. Pins bisa berkonsultasi dengan tim profesional untuk mendapatkan arahan dan produk yang tepat. Jadi, tunggu apa lagi? Segera temukan rumahmu di Pinhome meski Pins bekerja di luar negeri.

Copied to clipboard

Properti Rekomendasi

    Rp 550,8 Juta - Rp 1,5 Miliar
    Angsuran mulai dari Rp3,8 Juta/bln
      Rp 181 Juta
      Angsuran mulai dari Rp1,2 Juta/bln
        Rp 357,1 Juta - Rp 780 Juta
        Angsuran mulai dari Rp2,5 Juta/bln

        Properti Eksklusif: Green Paradise City

        Parung Panjang, Kab. Bogor
          Rp 1 Miliar - Rp 1,1 Miliar
          Angsuran mulai dari Rp7,2 Juta/bln

          Properti Eksklusif: The Agathis

          Pancoran Mas, Kota Depok

          © www.pinhome.id

          Pinhome App

          Coba Aplikasi Pinhome

          Cari, konsultasi, beli, hingga jasa perawatan rumah, semua ada!
          Unduh sekarang dan nikmati manfaatnya.

          iOS PCA DownloadAndroid PCA Download