Pinhome

  • Blog
  • Finansial
  • Bingung Ambil KPR Rumah Sekarang atau Nanti? Cek Pertimbangannya!

Finansial

Bingung Ambil KPR Rumah Sekarang atau Nanti? Cek Pertimbangannya!

Dipublikasikan oleh Puri ∙ 16 January 2021 ∙ 6 menit membaca

“Ambil KPR rumah nggak, ya?” Mungkin itu pertanyaan yang sekarang ada di benak Pins. Memang ada banyak hal yang bikin orang maju-mundur untuk mengajukan kredit ini, apalagi anak muda di perkotaan. Tapi mengingat harga properti yang semakin melambung, rasanya harus mulai dari sekarang bagaimana caranya punya rumah. Cek di sini apa saja yang harus dipertimbangkan!

Pinhome – Pins pasti sudah tahu kalau harga rumah sekarang nggak murah. Justru sebaliknya, makin hari makin mahal. Maka jangan heran kalau KPR rumah semakin diminati, terlebih oleh pasangan muda yang baru menikah dan tinggal di perkotaan atau pinggiran kota. Apakah Pins termasuk salah satunya?

Supaya Pins nggak bingung, pahami dulu deh konsep KPR rumah. Sesuai namanya, kredit atau pinjaman ini diperuntukan bagi mereka yang akan membeli rumah. Jadi Pins nggak perlu bayar lunas ke penjual atau developer. Cukup siapkan uang muka dan beberapa biaya lainnya. Sisa harga jual rumah akan dilunasi oleh bank. Pins tinggal mencicil setiap bulan ke bank tersebut.

Yakin Mau Ambil KPR Rumah?

(Maucash)

Kalau Pins sedang galau mau ambil KPR sekarang atau nanti, tenang aja Pins nggak sendirian kok. Beberapa orang yang sudah mengambil KPR rumah pun pasti merasakan kegalauan yang sama sebelumnya. Cek beberapa poin di bawah ini untuk meyakinkan Pins apakah saat ini waktu yang tepat untuk mengambil KPR:

1.   Sudah Butuh Rumah Sendiri

Ini sih alasan yang nggak bisa dihindari karena memang rumah adalah salah satu kebutuhan pokok selain sandang (pakaian) dan pangan (makanan). Meski ada pilihan mengontrak, beberapa orang merasa lebih baik mengambil KPR rumah. Sebab uang sewa kontrakan kalau dibandingkan dengan cicilan KPR nggak jauh berbeda. Tapi kalau KPR ujungnya rumah bisa jadi milik pribadi.

Kebutuhan seperti ini biasanya datang dari mereka yang sudah menikah, baik pengantin baru atau yang sudah punya anak. Alasan lain bisa jadi karena mereka sudah bosan numpang di rumah orangtua, mertua, atau anggota keluarga lainnya. Oleh sebab itu, KPR rumah menjadi solusi yang diambil.

2. Lokasi Strategis dan Lingkungan Nyaman

Dilema orang yang bekerja di perkotaan adalah ingin punya rumah dengan harga terjangkau sekaligus dekat kantor. Jadi kalau Pins merasa belum menemukan rumah dengan jarak dan harga sesuai lebih baik sabar dulu untuk mengambil KPR rumah. Apalagi mau di lokasi sekitar fasilitas-fasilitas umum, seperti dekat stasiun atau halte busway, lokasi elite, dan sebagainya.

Jangan lupa, lokasi pun berhubungan dengan kenyamanan. Nah, standar kenyamanan ini setiap orang akan berbeda jadi Pins agak susah mengukurnya. Sesuaikan dengan kebutuhan dan bisa dilihat dari beberapa faktor, seperti kebersihan, keamanan, orang-orang sekitar, akses jalan, dan lainnya. Lingkungan faktor penting lho, apalagi yang sudah punya anak karena berhubungan dengan tumbuh kembangnya.

3. Kondisi Finansial

KPR rumah sebagai solusi kepemilikan rumah memang benar. Tapi bukan berarti Pins bisa mengambilnya begitu saja tanpa mempertimbangkan kondisi keuangan saat ini. Penting untuk Pins duduk tenang dan melakukan evaluasi keuangan pribadi. Cek bagaimana penghasilan bulanan, apakah mampu membayar cicilan tanpa telat, cukupkah sisanya untuk kehidupan sehari-hari, dan sebagainya.

Mengajukan KPR rumah bukan cuma soal uang muka saja, tapi ada hal lainnya yang membutuhkan biaya. Kalau keuangan Pins belum mencukupi, coba undur beberapa saat untuk mengumpulkan uang. Sambil menunggu tabungan bertambah, Pins bisa cari referensi lokasi lainnya. Siapa tahu dapat yang lebih menarik dari incaran sekarang.

4. Plan Jangka Panjang

Dalam KPR rumah ada istilah yang namanya “tenor”. Tenor merupakan jangka waktu atau lamanya kredit seseorang yang disetujui oleh bank. Biasanya tenor dinyatakan dalam hitungan bulan, namun ada juga yang satuan tahunan. Masa cicilan ini akan berbeda-beda di setiap orang tergantung dengan rencana hidup jangka panjang mereka.

Penting bagi Pins untuk memikirkan rencana jangka panjang. Kalau Pins hitung-hitung biaya per bulannya memberatkan selama 10 – 25 tahun mendatang, rasanya Pins harus sedikit bersabar.

Coba naikkan pemasukan dulu sehingga cicilan KPR rumah tidak mengganggu pengeluaran bulanan. Sebab cukup berat lho harus membayar cicilan selama itu. Adapun Pins harus tahu kalau bank konvensional menawarkan tenor paling lama 25 tahun, sedangkan bank Syariah hanya sampai 15 tahun.

5. Biaya Perawatan Rumah dan Lain-Lain

Setelah Pins akad KPR rumah, apakah urusan biaya selesai begitu saja? Tunggu dulu, masih ada pengeluaran lain yang harus Pins pikirkan. Begitu membeli rumah nggak mungkin dong kosong tanpa isi. Apakah Pins akan membiarkan rumah tanpa tempat tidur, lemari, kursi, dan furniture lain serta alat elektronik? Mungkin sebagai tahap awal bisa saja mengesampingkan itu semua. Tapi jangan sampai luput dari rencana ke depannya, ya.

Selain itu, dengan memiliki rumah Pins pun harus sadar bahwa ada biaya perawatan. Mungkin saja cat yang mulai mengelupas, atap bocor, pipa bermasalah, dan sebagainya. Mengajukan KPR rumah memang gampang, namun Pins harus rajin merawatnya agar rumah selalu nyaman ditempati dan tidak rusak di sana-sini.

Baca juga: KPR Adalah Jawaban Bagi Yang Ingin Membeli Rumah Tapi Masih Terhalang Dana!

Biaya-Biaya Saat Pengajuan KPR Rumah

Uang Muka Kredit KPR Perumahan

Jadi, apa jawaban Pins dari pertanyaan di atas? Sudah yakin mau ambil KPR rumah? Kalau jawabannya, iya, maka Pins harus persiapkan beberapa biaya. Uang yang dibutuhkan saat akan mengajukan KPR bukan hanya uang muka (DP) saja ternyata. Masih ada biaya lainnya sebagai persyaratan, yaitu:

1. Biaya Notaris

Proses akad KPR rumah Pins akan didampingi oleh notaris. Tugas notaris di sini untuk mengurus dokumen-dokumen Pins secara legal, misalnya akta jual-beli, akta kredit, pajak, dan sertifikat lainnya. Pins tidak hanya membayar jasa notarisnya saja, namun ada detail lainnya yang menjadi tanggungan Pins.

Setiap notaris memiliki tarifnya masing-masing jadi tidak ada patokan resmi berapa biaya notaris. Ini pun dipengaruhi oleh beberapa hal. Namun biasanya beberapa orang menyediakan dana sekitar 10% dari plafon KPR yang diajukan.

2. Pajak

Ada dua jenis pajak yang harus Pins tahu saat mengurus KPR rumah, yaitu pajak penjualan dan pembelian. Pajak penjualan disebut juga PPH (Pajak Penghasilan) dan besarannya adalah 5% dari harga jual rumah. Pajak ini dibayarkan oleh developer atau si penjual rumah.

Sedangkan, pajak pembelian adalah yang menjadi tanggungan Pins. Pajak ini dikenal sebagai BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan) sebesar 5% x (harga jual rumah – nilai jual objek pajak tidak kena pajak).

3. Provisi

Biaya provisi ini seperti ucapan terima kasih atas jasa bank menyetujui permohonan KPR rumah yang diajukan. Beberapa orang menganggap biaya ini seperti biaya administrasi. Apapun anggapannya, biaya provisi hanya dibayarkan sekali dan dipotong langsung dari pinjaman yang diberikan. Setiap bank menerapkan besaran yang berbeda-beda, namun biasanya sekitar 1% dari total kredit.

4. Asuransi

Asuransi yang harus Pins bayar adalah asuransi jiwa dan rumah. Polis asuransi jiwa melindungi Pins dari pihak bank dan keluarga apabila Pins sebagai kreditur meninggal dunia sebelum cicilan lunas. Sedangkan untuk asuransi rumah melindungi dari kebakaran, namun ada juga asuransi yang menanggung resiko lainnya. Perihal asuransi, ada bank yang hanya mewajibkan asuransi rumah saja, ada juga yang mengharuskan keduanya.

Sekarang Pins sudah tahu apa saja yang harus dipertimbangkan dan berapa banyak biaya yang dibutuhkan saat akan mengajukan KPR rumah. Satu hal yang perlu diingat, kalau Pins pernah punya cicilan lain atau credit card, pastikan riwayat cicilannya bagus ya. Sebab bank pasti akan melakukan BI checking. Kalau BI checking Pins buruk, kemungkinan pengajuan KPR-nya akan ditolak.


Temukan beragam pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti & iklankan properti Kamu di Jual Properti. Bergabunglah bersama Kami di aplikasi Rekan Pinhome untuk Kamu Agen properti independen atau Agen kantor properti. Download aplikasi Rekan Pinhome melalui App Store atau Google Play Store sekarang!

Hanya di Pinhome.id yang memberikan Kamu kemudahan membeli properti. Pinhome – PINtar jual beli sewa properti.

Bagikan Artikel