Pinhome

Lifestyle

Berbuat Baik Jangan Ditunda

Dipublikasikan oleh Afifah Balqis Daniyah ∙ 14 June 2013 ∙ 2 menit membaca

Berbuat baik jangan ditunda. Kalau bisa dikerjakan saat ini mengapa harus menunggu esok hari. Jangan menunggu jadi mampu baru memberi. Jangan menunggu suci baru berdoa pada Tuhan.

Matahari mengajarkan kita untuk selalu berbagi pada sesama tanpa perlu meminta pamrih dari penerimanya. Ia bersinar, bahkan menurut buku fisika yang saya baca, matahari membakar dirinya sendiri. Kalau ia tidak membakar dirinya sendiri, ia sendiri malah akan mati. Bersinar sepanjang hari, bahkan ketika manusia mulai lupa kepadanya, matahari tak pernah lupa untuk tidak bersinar.

Ada juga lilin. Ia pun membakar dirinya supaya lingkungannya terang. Apabila lilin tidak membakar dirinya sendiri, ia hanya seonggok lilin tidak berguna. Hanya ketika dibakarlah ia berguna, menjadi penerang kecil di tengah gelapnya pengetahuan.

Ada pula dupa. Dupa hanya akan menjadi dupa apabila tidak dibakar. Sebaliknya, ketika sebuah dupa dibakar maka wanginya semerbak memenuhi ruangan sekelilingnya. Menambah kekhusyukan para jemaat yang sedang berdoa di ruang ibadah.

Matahari, lilin, dan dupa mengajarkan tentang arti sebuah share to others. Terlepas dari nilai kesesatannya, tidak heran apabila di Mesir, Jepang, dan di beberapa negara lainnya menganggap matahari sebagai makhluk yang suci dan layak disembah. Begitu pula dengan lilin dan dupa, seringkali dijadikan menjadi media untuk memperkhusyuk ibadah oleh para pemeluk agama.

Maka tirulah esensi dari keberadaan dari matahari, lilin, dan dupa tersebut. Mereka berbagi tanpa pamrih, bahkan memberikan apa yang mereka punya, hingga mereka mati.

Mereka tidak pernah menunggu. Bukankah berbuat kebaikan tidak harus menunggu? Iya kalau umur kita sampai kesana, bahkan sampai nanti sore pun tidak ada yang menjamin kita masih bernapas atau tidak.

Jangan pernah menunggu Jum’at, jika di hari Sabtu engkau bisa memberi sedekah.
Jangan menunggu Ramadhan datang, jika Senin – Kamis masih bisa kita lakukan.
Jangan menunggu tua baru bertaubat, jika detik ini pun bisa ber-nasuha.
Jangan menunggu kaya baru memberi, tapi memberilah maka niscaya engkau akan kaya.
Berbuat baik jangan ditunda.

Baca juga tentang Kisah Sebuah Pohon Jati.

Tags :

Bagikan Artikel