Blog›Pembeli Properti Pemula›Panduan Beli Properti›Beli Rumah Baru atau Bekas, Mana yang Paling Untung?

Beli Rumah Baru atau Bekas, Mana yang Paling Untung?

Dipublikasikan oleh Fauzia Assilmy dan Diperbarui oleh Nabila Azmi

Jun 30, 2025

8 menit membaca

Copied to clipboard
Beli Rumah Baru atau Bekas, Mana yang Paling Untung?

Keputusan beli rumah baru atau bekas menjadi dilema utama bagi pembeli pertama. Apalagi membeli rumah itu memang merupakan keputusan besar yang memengaruhi masa depan finansial Pins. Mengapa? Karena harganya mahal dan ini termasuk aset investasi jangka panjang, sehingga harus dipikirkan dengan matang. 

Banyak pembeli pemula merasa bingung ketika harus memilih antara membeli rumah baru atau seken. Data menunjukkan bahwa pertumbuhan proyek perumahan baru mencapai 15% setiap tahunnya di Indonesia. Sementara pasar rumah sekunder atau bekas juga mengalami peningkatan transaksi sebesar 12% setiap tahunnya.

Pertanyaan kemudian muncul, apakah lebih baik beli rumah baru atau bekas? Hal ini wajar karena kedua segmen memiliki karakteristik berbeda. Kedua pilihan ini memiliki keunggulan dan tantangan yang perlu dipertimbangkan pembeli dengan matang. Apa saja? Yuk, simak selengkapnya di bawah ini.

Keunggulan Beli Rumah Baru

Setidaknya terdapat 4 keunggulan beli rumah baru
Source: Freepik

1. Kondisi Fisik Masih Baru

Rumah baru belum pernah dihuni, sehingga kondisi bangunan masih bagus tanpa kerusakan. Pembeli bisa langsung pindah tanpa harus mengecek banyak hal teknis seperti pipa bocor atau atap yang lembab dan tembok retak. Perbedaan KPR rumah baru dan bekas juga terletak pada persyaratannya.

Bank biasanya memberikan penilaian lebih tinggi untuk rumah baru karena kondisi fisiknya sempurna. Proses persetujuan KPR untuk rumah baru cenderung lebih cepat dibanding rumah bekas, karena legalitasnya terjamin dan tidak banyak yang harus diperiksa. 

2. Desain Modern dan Fasilitas Terbaru

Rumah baru dibangun dengan desain arsitektur kontemporer yang sesuai tren masa kini. Tata ruang dirancang lebih efisien dengan pencahayaan alami dan sirkulasi udara yang optimal. Fasilitas perumahan modern seperti taman bermain, jogging track, area bermain anak, hingga clubhouse dan security 24 jam sudah tersedia.

Beberapa pengembang saat ini bahkan sudah menyediakan smart home system dan instalasi listrik ramah lingkungan. Desain interior menggunakan material berkualitas tinggi yang tahan lama dan mudah untuk direnovasi. Jadi, Pins secara keseluruhan sudah tidak perlu repot lagi.

3. Garansi dari Developer

Developer terpercaya memberikan garansi struktur bangunan selama 6 bulan hingga 1 tahun. Garansi mencakup kerusakan atap, dinding retak, dan masalah instalasi listrik atau pembuangan. Jika terjadi kerusakan dalam masa garansi, developer wajib memperbaiki tanpa biaya tambahan.

Contohnya seperti developer pentolan PT Sentul City yang memberikan garansi bangunan hingga 2 tahun. Hal ini membuatnya jadi developer yang memberikan garansi bangunan paling lama di Indonesia. Dengan adanya garansi ini, jelas Pins akan mendapatkan ketenangan apalagi jika sampai 2 tahun seperti yang ditawarkan PT Sentul City. 

4. Proses Pembelian yang Terstruktur

Membeli rumah dari developer memiliki prosedur legal yang jelas dan transparan untuk pembeli. Tim pemasaran biasanya akan memberikan pendampingan lengkap mulai dari survei lokasi hingga serah terima. Cara KPR rumah baru lebih mudah karena developer sudah bekerjasama dengan bank-bank besar.

Dokumen legal seperti IMB, sertifikat tanah, dan PPJB telah disiapkan dengan standar notaris. Dengan begitu proses jual beli rumah menjadi lebih aman karena ada pihak ketiga yang mengawasi. Jadi, Pins sudah tahu beres dengan legalitasnya yang terjamin.

Keunggulan Rumah Bekas

Source: Freepik

1. Pilihan Lokasi Lebih Strategis

Rumah bekas umumnya berada di area yang sudah berkembang dengan infrastruktur lengkap. Lokasi strategis dekat fasilitas umum seperti sekolah, pasar, rumah sakit, dan transportasi. Hal ini menghemat waktu perjalanan dan biaya transportasi harian untuk Pins dan keluarga.

Perumahan dekat MRT Lebak Bulus contohnya, menawarkan akses mudah ke berbagai wilayah Jakarta. Kemudian, peminatnya juga saat ini sedang meningkat, karena keunggulan yang dimilikinya. Apalagi, nilai investasi rumah bekas di lokasi strategis cenderung stabil bahkan meningkat setiap tahun. 

2. Harga Lebih Terjangkau

Harga rumah di perumahan bekas bisa 20-30% lebih murah dibanding rumah baru sejenis. Pembeli bisa mendapatkan rumah dengan luas tanah lebih besar dengan menggunakan harga yang sama. Beberapa rumah bekas bahkan menawarkan skema DP rendah yang sangat menarik.

Contohnya seperti rumah DP 1 juta cicilan 800 ribu di Bogor tersedia untuk tipe 36/72. Harga terjangkau ini memungkinkan keluarga muda untuk memiliki rumah sendiri lebih cepat dengan harga yang ramah di kantong. Apalagi, lokasinya juga berada di tempat strategis, sehingga membuatnya semakin unggul. Biasanya, masalah harga ini jadi penentu utama apakah ingin beli rumah baru atau bekas.

3. Lingkungan Sudah Terbentuk

Rumah bekas biasanya berada di kawasan yang sudah hidup dengan komunitas tetangga. Sistem keamanan lingkungan telah terbentuk dengan siskamling dan satpam yang aktif berjaga. Akses jalan sudah beraspal dengan penerangan yang memadai untuk kenyamanan penghuni.

Kota terbaik untuk tempat tinggal umumnya memiliki rumah-rumah bekas dengan lingkungan yang sudah terbentuk. Fasilitas seperti tempat ibadah, warung, dan klinik kesehatan sudah tersedia di sekitar. Komunitasnya sendiri juga sudah mengenal satu sama lain, sehingga lebih mudah untuk beradaptasi daripada di lingkungan rumah baru.

4. Potensi Renovasi untuk Investasi

Pins bisa merenovasi rumah bekas sesuai selera supaya bisa meningkatkan nilai jualnya secara signifikan. Hal ini bisa jadi strategi investasi. Pertama beli rumah bekas murah, lalu renovasi minimal, kemudian jual atau kontrakkan kembali. Data menunjukkan bahwa Investasi properti di Tangerang menunjukkan ROI hingga 15% per tahun untuk rumah renovasi.

Renovasi sederhana seperti cat ulang dan perbaikan minor bisa meningkatkan nilai 10-20%. Investor berpengalaman sering memburu rumah bekas dengan potensi renovasi yang menguntungkan jangka panjang. Nah, jadi sudah bisa dilihat bahwa dengan strategi yang jitu, Pins bisa menghasilkan keuntungan melalui rumah bekas.

Tantangan Rumah Baru

Source: Freepik

1. Lokasi di Pinggiran Kota

Proyek perumahan baru sering dibangun di area pengembangan yang relatif jauh dari pusat. Fasilitas umum seperti sekolah, rumah sakit, dan transportasi publik masih terbatas aksesnya. Pins harus mempertimbangkan biaya transportasi harian yang lebih tinggi untuk beraktivitas.

Belum lagi karena jaraknya yang jauh, waktu tempuh ke tempat kerja bisa memakan 1-2 jam karena lokasi pinggiran kota. Infrastruktur jalan menuju perumahan baru juga terkadang masih dalam tahap pembangunan atau perbaikan berkelanjutan. Jika ingin naik transportasi umum juga Pins akan menemukan kesulitan, karena masih terbatas yang lewat ke sana.

2. Risiko Keterlambatan Serah Terima

Beberapa proyek perumahan mengalami keterlambatan pembangunan karena masalah perizinan atau finansial developer. Keterlambatan serah terima unit bisa merugikan Pins yang sudah membayar cicilan KPR. Apalagi saat ini juga sudah banyak developer nakal, sehingga Pins harus berhati-hati dalam memilih developer. 

Tips memilih developer sendiri sangat mudah. Pins bisa memulai dengan melihat track record. Kemudian survei progres pembangunan dan terakhir baca kontrak teliti. Pilih developer dengan reputasi baik dan sudah berpengalaman menyelesaikan banyak proyek sebelumnya. Kemudian, developer yang terpercaya pasti sudah bekerjasama dengan bank-bank besar.

3. Harga Lebih Mahal untuk Tipe Sama

Rumah baru memiliki harga 15-25% lebih tinggi dibanding rumah bekas dengan sejumlah spesifikasi. Faktor penyebabnya sendiri seperti biaya material baru, harga tanah yang terus naik, dan branding. Bagian pemasaran developer juga menambahkan margin keuntungan yang cukup besar pada harga jual.

Pins harus mempertimbangkan apakah harga yang premium ini sebanding dengan keuntungan yang diterima. Apalagi perlu diketahui juga bahwa harga rumah di perumahan baru belum tentu akan naik signifikan jangka pendek. Biasanya, hal satu ini yang ini paling mempengaruhi apakah mau beli rumah baru atau bekas.

Tantangan Rumah Bekas

Renovasi jadi salah satu tantangan rumah bekas
Source: Freepik

1. Kondisi Bangunan Tidak Sempurna

Rumah bekas berpotensi memiliki kerusakan tersembunyi, sehingga memerlukan inspeksi secara menyeluruh. Beberapa masalahnya sendiri seperti seperti bocor atap atau instalasi listrik yang berantakan. Belum lagi dinding retak, pipa mampet, dan masalah struktural lain yang bisa merugikan Pins karena harus renovasi dengan harga yang lumayan.

KPR rumah bekas memerlukan penilaian bank yang lebih ketat terhadap kondisi bangunan. Oleh karena itu, survei teknis dengan tukang ahli atau inspektor bangunan sangat direkomendasikan untuk Pins. Biaya survei sendiri tidak mahal yaitu Rp 500.000-1.000.000, tapi bisa menghindarkan kerugian jutaan rupiah dikemudian hari.

2. Risiko Dokumen Legalitas Kurang Jelas

Rumah bekas kadang memiliki dokumen yang belum diurus dengan baik oleh pemilik. Masalah sertifikat ganda, SHM belum balik nama, atau pajak tertunggak sering terjadi. Padahal, syarat utama sertifikat rumah KPR harus clean dan clear untuk memudahkan proses persetujuan bank.

Pengecekan dokumen di BPN dan kelurahan wajib dilakukan sebelum transaksi jual beli rumah. Pastikan SPPT PBB sudah dibayar lunas dan tidak ada sengketa tanah yang tertunda. Cek juga riwayat kepemilikan tanah melalui buku tanah untuk memastikan tidak ada masalah. Konsultasi dengan notaris atau PPAT untuk memastikan semua dokumen lengkap dan sah.

3. Biaya Renovasi Tambahan

Meskipun harga rumah bekas lebih murah, biaya renovasi bisa mencapai 20-30% tambahan. Renovasi ringan seperti pengecatan dan perbaikan minor membutuhkan budget Rp 10-20 juta. Renovasi berat termasuk ganti atap dan instalasi listrik bisa mencapai Rp 50-100 juta.

Hitunglah total biaya pembelian ditambah renovasi agar tidak melebihi budget yang tersedia. Dengan begitu Pins bisa tahu apakah harus beli rumah baru atau bekas setelah membuat perhitungan ini. Karena pada dasarnya, transaksi jual beli rumah yang aman harus memperhitungkan semua biaya tersembunyi ini.

4. Sulit Dipastikan Kualitas Struktur Asli

Rumah bekas yang sudah direnovasi sebelumnya belum tentu sesuai standar konstruksi. Contoh sederhananya seperti penambahan lantai tanpa perkuatan struktur bisa membahayakan keamanan penghuni rumah tersebut, karena nanti rumah bisa roboh akibat tidak ada beban yang menahan.

Ada sejumlah tips beli rumah seken yang bisa Pins ikuti supaya tidak perlu renovasi besar dan terjamin keamanannya. Periksalah pondasi, struktur atap, dan kualitas renovasi sebelumnya. Beli rumah baru atau bekas harus konsultasi dengan ahli struktur bangunan supaya lebih terjamin lagi dan menghindarkan Pins dari kerugian.

Pilih Sesuai Kebutuhan, Temukan di Pinhome

Keputusan beli rumah baru atau bekas tergantung pada tujuan, kondisi keuangan, dan preferensi. Rumah baru cocok untuk yang mengutamakan kenyamanan dan tidak ingin repot renovasi serta ingin garansi. Rumah bekas ideal bagi yang mencari lokasi strategis dengan budget terbatas namun bersedia.

Pertimbangkan secara rasional semua faktor keunggulan dan tantangan masing-masing pilihan tersebut dengan matang. Konsultasikan dengan keluarga dan ahli properti untuk mendapatkan keputusan terbaik sesuai kondisi. Proses jual beli rumah yang aman memerlukan riset mendalam dan persiapan finansial.

Nah, supaya lebih mudah dan terjamin, beli rumah di Pinhome adalah solusi terbaik untuk Pins. Selain memberikan kemudahan akses ke ribuan pilihan rumah baru dan bekas, platform ini menyediakan informasi lengkap, foto detail, dan proses transaksi yang terpercaya. Pinhome juga menyediakan jasa konsultasi dengan agen-agen profesional serta layanan KPR yang akan semakin memudahkan Pins.

Copied to clipboard

Properti Rekomendasi

    Rp 550,8 Juta - Rp 1,5 Miliar
    Angsuran mulai dari Rp3,8 Juta/bln
      Rp 181 Juta
      Angsuran mulai dari Rp1,2 Juta/bln
        Rp 357,1 Juta - Rp 780 Juta
        Angsuran mulai dari Rp2,5 Juta/bln

        Properti Eksklusif: Green Paradise City

        Parung Panjang, Kab. Bogor
          Rp 1 Miliar - Rp 1,1 Miliar
          Angsuran mulai dari Rp7,2 Juta/bln

          Properti Eksklusif: The Agathis

          Pancoran Mas, Kota Depok

          © www.pinhome.id

          Pinhome App

          Coba Aplikasi Pinhome

          Cari, konsultasi, beli, hingga jasa perawatan rumah, semua ada!
          Unduh sekarang dan nikmati manfaatnya.

          iOS PCA DownloadAndroid PCA Download