Pinhome

  • Blog
  • Lifestyle
  • Ini Dia Penjelasan Tentang Apa yang Dimaksud dengan Fidyah

Lifestyle

Ini Dia Penjelasan Tentang Apa yang Dimaksud dengan Fidyah

Dipublikasikan oleh Annisa Hapsari ∙ 6 October 2021 ∙ 5 menit membaca

Allah SWT memiliki sifat Maha Pengasih. Beliau kerap menunjukkan sifat tersebut dalam berbagai cara, misal dengan memberikan keringanan atas suatu kewajiban yang mesti dilakukan. Salah satu bentuk keringanan yang ditunjukan Allah SWT yakni membayar fidyah untuk orang-orang yang tidak mampu berpuasa. Lalu, apa yang dimaksud dengan fidyah? Simak penjelasan berikut ini.

Pinhome – Sebetulnya apa arti fidyah? Lalu, bagaimana pula perhitungan dan siapa yang boleh mendapatkan keringan ini? Guna mengetahui pengertian fidyah dan aturannya, Pins dapat menyimak ulasan berikut. Baca sampai habis, ya!

Apa Arti Fidyah?

(Pixabay)

Fidyah diambil dari kata ‘fadaa’ yang berarti mengganti atau menebus. Secara ringkasnya, fidyah adalah denda (biasanya berupa makanan pokok) yang harus dibayar oleh seorang muslim karena tidak menjalankan suatu ketentuan ibadah.

Umumnya, fidyah diperuntukkan untuk seseorang yang tidak bisa menjalankan ibadah puasa Ramadhan akibat masalah kesehatan, sedang menyusui, atau terkendala usia.  

Dalam surah Al-Baqarah ayat 184 juga diterangkan pengertian fidyah. Berikut potongan bacaan ayat tersebut: 

وَعَلَى ٱلَّذِينَ يُطِيقُونَهُۥ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ ۖ فَمَن تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهُۥ

Artinya: “Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi Makan orang miskin…”

Baca Juga: Inspirasi Hiasan Menyambut Ramadhan Untuk Mempercantik Rumah

Golongan Orang yang Boleh Membayar Fidyah 

(Pexels)

Fidyah bisa dibilang sebagai keringanan untuk orang yang tidak dapat menjalankan puasa. Dalam surat Al-Baqarah ayat 184 pun diterangkan, golongan orang yang diperbolehkan untuk tidak berpuasa. Berikut bacaannya: 

أَيَّامًا مَعْدُودَاتٍ ۚ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۚ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ ۖ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ ۚ وَأَنْ تَصُومُوا خَيْرٌ لَكُمْ ۖ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

Artinya: “(yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan orang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”

Jika merujuk pada ayat di atas, terdapat beberapa golongan umat yang diperbolehkan untuk membayar fidyah. Berikut di antaranya: 

  1. Orang tua renta yang tidak memungkingkan untuk berpuasa. 
  2. Seseorang yang sedang sakit parah dan sulit untuk sembuh. 
  3. Ibu hamil dan ibu menyusui yang mana jika berpuasa justru membuat kondisinya dan bayinya lemah. 
  4. Seseorang yang melakukan perjalanan jauh atau musafir. 

Baca Juga: Kumpulan Doa Keluar Rumah Dan Masuk Rumah Beserta Artinya

Besaran Fidyah yang Wajib Dibayarkan 

apa yang dimaksud fidyah
(Pexels)

Besaran fidyah yang dibayarkan setiap orang kerap menjadi perdebatan. Ada yang menyebut bahwa fidyah boleh dibayarkan sesuai harga makanan satu porsi dikalikan jumlah puasa yang harus diganti.

Namun ada pula yang menyarankan untuk memberi makan fakir miskin dengan sebanyak 1 mud atau sekitar 0,6 kilogram cerealia, seperti gandum dan  beras. 

Berikut ini besaran fidyah yang dibayarkan menurut para ulama: 

  • Menurut Imam Malik, Imam As-Syafi’i, fidyah harus dibayarkan sebesar satu mud gandum yang setara dengan 675 gram atau seukuran telapak tangan yang ditengadahkan saat berdoa. 
  • Sementara, menurut Ulama Hanafiyah, fidyah yang harus dibayarkan yakni sebesar dua mud atau setara 0,5 sha’ gandum. Secara rincinya, jika satu sha’ setara dengan empat mud, maka jumlah yang dikeluarkan ialah sekitar tiga kilogram. Nah, kalau 0,5 sha’ berarti sekitar 1,5 kilogram. 

Aturan dalam Ulama Hanafiyah ini  biasa digunakan untuk orang yang membayar fidyah berupa beras atau makanan pokok lainnya. 

Waktu dan Tata Cara Membayar Fidyah

apa yang dimaksud fidyah
(Pexels)

Setelah memahami apa yang dimaksud fidyah dan golongan yang boleh melakukannya, kini saatnya untuk tahu bagaimana tata cara membayar fidayah. 

Bentuk pembayaran fidyah

Pertama, mari ulas terlebih dahulu total fidyah yang harus dibayarkan. Kewajiban untuk membayar fidyah ialah sekian mud dikalikan jumlah kewajiban puasa yang ditinggalkan.

Hal ini berlaku untuk semua golongan. Baik orang tua renta, orang sakit, ataupun ibu menyusui. Namun, selain membayar dalam bentuk bahan makanan, fidyah juga dapat dilakukan dengan cara lain.

Salah satunya yakni dengan memasak atau membuat makanan kemudian mengundang fakir miskin sejumlah puasa yang ditinggalkan selama Ramadan.

Hal ini sesuai dengan apa yang dilakukan oleh sahabat Anas bin Malik Radhiallahu ’Anhu saat beliau masuk di usia tua. Berikut hadis penguatnya. 

“Bahwa beliau tidak mampu berpuasa selama setahun lalu beliau membuat satu nampan besar bubur dan mengundang tiga puluh orang miskin dan mengenyangkan mereka.” – HR. Ad-Daruquthni dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam kitab Irwa’. 

Selain dua cara di atas, fidyah juga dapat dibayarkan dalam bentuk uang. Cara membayar fidyah puasa dengan uang versi Hanafiyah ialah memberikan nominal yang sebanding dengan harga kurma atau anggur dengan berat 3,25 kilogram per puasa yang ditinggalkan. 

Sementara itu, berdasarkan SK Ketua Baznas Nomor 7 Tahun 2021 tentang Zakat Fitrah dan Fidyah untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, besaran fidyah yang dibayarkan dalam bentuk uang yakni Rp45.000 per hari per jiwa. 

Waktu membayar fidyah

Fidyah dapat dibayarkan dalam dua waktu. Pertama, yakni di hari Pins tidak berpuasa. Atau, dapat pula dibayarkan setelah Ramadan berlalu  tapi sebelum masuk bulan Ramadan tahun selanjutnya. 

Meski diperbolehkan untuk tidak berpuasa dan menggantinya dengan fidyah, tapi bila masih mampu kamu diharamkan untuk melakukannya. Sebisa mungkin, jalankan fidyah saat kamu memang benar-benar tidak ampun, karena toh keberkahan puasa juga cukup banyak. 

Bagaimana, sekarang sudah paham bukan apa yang dimaksud fidyah? Semoga bermanfaat ya, Pins!


Temukan beragam pilihan rumah terlengkap di daftar properti & iklankan properti kamu di Jual Beli Properti Pinhome. Bergabunglah bersama kami di aplikasi Rekan Pinhome untuk kamu agen properti independen atau agen kantor properti. 

Kamu juga bisa belajar lebih lanjut mengenai Properti di Property Academy by Pinhome. Download aplikasi Rekan Pinhome melalui App Store atau Google Play Store sekarang!

Hanya di Pinhome.id yang memberikan kemudahan dalam membeli properti. Pinhome – PINtar jual beli sewa properti.

Kontributor: Lea

Editor: Annisa

Tags :

Bagikan Artikel