Blog›Pembeli Properti Pemula›Panduan Sewa Properti›Apa Itu Deposit Sewa Apartemen dan Bagaimana Mendapatkannya Kembali?

Apa Itu Deposit Sewa Apartemen dan Bagaimana Mendapatkannya Kembali?

Dipublikasikan oleh Karinta Ariani dan Diperbarui oleh Annisa Hapsari

Mar 13, 2025

6 menit membaca

Copied to clipboard
deposit sewa apartemen

Apartemen kini menjadi salah satu hunian yang dicari, khususnya bagi kalangan urban yang suka tempat tinggal fleksibel dan strategis. Bagi Anda yang sedang berencana untuk sewa apartemen, mungkin pernah mendengar soal deposit yang menjadi bagian penting dalam proses ini. 

Ya, deposit merupakan hal yang umum dan penting ada dalam proses sewa apartemen karena berfungsi sebagai jaminan bila ada kerusakan properti. Agar lebih jelas mengenai kegunaan, aturan, cara mendapatkan kembali, hingga tips perihal pengembalian deposit sewa apartemen, simak selengkapnya dalam ulasan berikut.

Apa Itu Deposit Sewa Apartemen?

Sumber: Pexels

Deposit sewa apartemen adalah uang jaminan yang diberikan penyewa kepada pemilik apartemen dengan jumlah tertentu. Tujuan dibayarnya deposit ini adalah sebagai jaminan bila terjadi kerusakan properti selama masa sewa berlangsung yang disebabkan oleh penyewa.

Deposit sewa juga bisa berguna untuk menjamin agar pembayaran sewa selalu tepat waktu. Dengan adanya uang deposit ini, pemilik properti bisa merasa lebih tenang karena bila nantinya terjadi kerusakan pada properti maupun perabotannya, maka ada uang deposit yang bisa digunakan untuk melakukan perbaikan. 

Aturan mengenai jumlah biaya pembayaran deposit bervariasi. Ada pemilik apartemen yang mematok tarif deposit sebesar 10% dari total biaya sewa, tapi ada juga yang memasang tarif sebesar 1–3 bulan dari harga sewa. 

Uang deposit ini biasanya wajib dibayarkan sebelum masa sewa dimulai. Jika tidak terjadi kerusakan hingga masa sewa berakhir, maka pemilik wajib mengembalikannya kepada penyewa.

Melihat cukup pentingnya deposit sewa apartemen, maka ini termasuk salah satu hal yang harus diperhatikan saat sewa apartemen, bahkan wajib masuk ke dalam anggaran sewa. 

Ketentuan dan Aturan Deposit Sewa

Aturan Deposit Sewa

Ketentuan deposit di setiap negara bisa berbeda-beda, termasuk di Indonesia dan negara-negara lainnya. Di Indonesia, besaran uang deposit ini biasanya disesuaikan dengan harga sewa maupun kisaran harga properti beserta furniturnnya. 

Selain itu, jumlah pengembalian uang deposit di akhir masa sewa akan disesuaikan dengan kesepakatan pemilik dan penyewa. Ada pemilik yang akan mengembalikan uang deposit 100%, 90%, 80%, bahkan kurang dari itu tergantung bagaimana kondisi properti setelah disewakan. 

Sementara di negara lain seperti di Australia, uang deposit (disebut rental bond) tidak boleh dimasukkan ke dalam rekening pribadi milik pemilik, melainkan harus dititipkan kepada Office of Fair Trading. Office of Fair Trading adalah organisasi pemerintah yang bertugas untuk melindungi kepentingan konsumen serta menerapkan praktik bisnis yang adil. 

Berbeda dengan aturan di Indonesia yang wajib membayar uang deposit sebelum mulai masa sewa, di Australia uang deposit sewa justru dibayarkan sekitar satu bulan setelah masa sewa dimulai. 

Lain halnya lagi aturan deposit sewa apartemen di Jepang yang umumnya berbeda tergantung jenis tempat tinggal dan lokasinya. Di Jepang, pihak pemilik properti akan menyimpan uang deposit yang nantinya digunakan untuk bersih-bersih dan biaya perbaikan gedung. 

Jadi, di akhir masa sewa, jumlah uang deposit tidak akan dikembalikan utuh, melainkan dengan nominal setelah dikurangi biaya untuk bersih-bersih dan perbaikan.

Hal-Hal yang Memengaruhi Besaran Deposit

Sebelumnya telah dijelaskan bahwa nominal biaya untuk deposit biasanya sekitar 10% dari harga sewa maupun akumulasi dari 1–3 bulan biaya sewa apartemen. Sebenarnya, ada beberapa hal yang memang berpengaruh cukup besar terhadap besar biaya deposit ini. 

Hal ini meliputi lokasi apartemen, fasilitas di dalam apartemen, serta perjanjian antara penyewa dan pemilik unit apartemen. Misalnya, biaya deposit sewa apartemen di Jakarta, Surabaya, Bandung, Bekasi, serta kota-kota besar lainnya cenderung lebih tinggi mengingat lokasinya yang strategis serta punya fasilitas lengkap. 

Pembayaran deposit pun tidak bisa asal dilakukan, melainkan perlu melalui sebuah perjanjian atau kontrak yang disepakati oleh pihak penyewa dan pemilik. Contoh isi perjanjian terkait deposit sewa properti, seperti apartemen, umumnya mencakup beberapa hal, seperti:

  • Jumlah besaran deposit
  • Waktu penyerahan deposit
  • Hak dan kewajiban kedua belah pihak
  • Tujuan penggunaan deposit
  • Pengembalian deposit

Bagaimana Mendapatkan Kembali Deposit Sewa?

Deposit sewa yang dibayar di awal sebelum mulai menyewa, baik sewa rumah maupun apartemen, bisa saja dikembalikan atau tidak dikembalikan sama sekali. Berikut beberapa cara agar Anda bisa memperoleh kembali deposit sewa:

Persiapan Sebelum Menyewa

Sebelum resmi menyewa dan melakukan pembayaran apa pun terkait properti yang hendak Anda sewa, pastikan Anda membaca terlebih dahulu semua perjanjian sewa dengan cermat dan seksama. 

Jangan lupa juga untuk mendokumentasikan, baik foto maupun video, kondisi apartemen sebelum masuk. Hal ini berguna untuk mencegah terjadinya kerugian di kemudian hari sekaligus memastikan semua poin di dalam perjanjian sudah sesuai dengan persetujuan Anda. 

Selama Masa Sewa

Patuhi semua aturan dari penghuni dan pemilik apartemen selama masa sewa berlangsung. Sebagai penyewa, Anda juga bertanggung jawab untuk merawat dan menjaga agar unit apartemen senantiasa dalam kondisi baik. 

Jika selama masa sewa terjadi kerusakan properti atau furnitur akibat kelalaian Anda, sebaiknya komunikasikan dengan pemilik dan tawarkan solusi perbaikan bila memungkinkan. 

Setelah Masa Sewa Berakhir

Salah satu etika yang baik sebagai penyewa adalah tidak meninggalkan apartemen atau properti sewaan lainnya tanpa izin dan komunikasi terlebih dahulu dengan pemilik. Idealnya, ada proses pemeriksaan apartemen terlebih dahulu bersama pemilik untuk mencari tahu ada atau tidaknya kerusakan pada properti.

Penyewa juga harus menyelesaikan tagihan dan kewajiban lainnya yang sejak awal telah dibebankan kepadanya. Misalnya, pembayaran listrik, air, internet, dan lainnya. 

Jika semua hal telah dilakukan dan properti tetap dalam kondisi prima seperti pertama kali disewa, maka penyewa berhak mengajukan permohonan pengembalian deposit sesuai prosedur. Tak hanya penyewa, pihak pemilik pun punya kewajiban mengembalikan deposit sewa sesuai dengan aturan yang telah disepakati di awal. 

Kapan Deposit Tidak Dikembalikan?

Jika terjadi satu atau beberapa hal berikut ini, maka uang deposit sewa bisa tidak dikembalikan.

Kerusakan Properti yang Melebihi Batas Normal 

Jika terjadi kerusakan properti karena kecerobohan Anda tapi masih dalam batas normal, maka opsi perbaikan bisa dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab sebagai penyewa. 

Namun, bila kerusakan properti sudah melebihi batas normal (wear and tear), maka pemilik mungkin saja melakukan perbaikan mandiri menggunakan biaya deposit yang dibayar di awal. Jadi, uang deposit sewa Anda tidak akan kembali. 

Tunggakan Sewa atau Tagihan Lainnya

Masih adanya tunggakan sewa maupun tagihan lainnya yang seharusnya menjadi tanggung jawab penyewa tentu akan sangat merugikan pemilik apartemen. Misalnya, ada seseorang yang sewa apartemen tahunan di Jakarta, tapi beberapa bulan terakhir telah menunggak tagihan bulanan. 

Bila hal ini terjadi, maka pemilik memiliki hak untuk menggunakan uang deposit guna melunasi semua tagihan sehingga penyewa tidak akan mendapatkan kembali depositnya.

Pelanggaran Perjanjian Sewa

Pelanggaran pada perjanjian sewa termasuk salah satu hal yang tidak boleh dilakukan oleh penyewa. Dalam hal ini, bentuk pelanggaran apa pun yang merugikan pemilik dapat mengakibatkan biaya deposit tidak kembali kepada penyewa. 

Tidak Mengembalikan Apartemen dalam Kondisi Semula

Pemilik apartemen biasanya menyewakan apartemennya dalam kondisi baik dan prima. Mereka berharap usai masa sewa berakhir, properti miliknya juga akan kembali seperti semula. 

Penyewa yang tidak melakukan kerusakan dan tidak mengembalikan apartemen seperti kondisi semula, tentu tidak akan mendapatkan haknya kembali untuk menerika biaya deposit yang ia berikan di awal. 

Tips untuk Memastikan Deposit Dikembalikan

Jika tidak ada masalah atau kerusakan yang penyewa lakukan selama masa sewa, memang sudah jadi kewajiban pemilik untuk mengembalikan uang deposit. Namun, penyewa bisa memastikan agar deposit dapat kembali dengan beberapa tips berikut:

Selalu Simpan Bukti Pembayaran Deposit

Pastikan bukti pembayaran deposit tersimpan dengan baik sebagai upaya jaga-jaga bila dibutuhkan di kemudian hari. 

Buat Komunikasi yang Jelas

Penyewa sebaiknya membina komunikasi yang jelas dengan pemilik atau manajemen apartemen agar tercipta hubungan yang harmonis. Cara ini akan mempermudah komunikasi Anda bila membutuhkan hal apa pun selama masa sewa berlangsung, termasuk bila nantinya butuh pengembalian deposit. 

Pakai Jasa Profesional

Siapa pun tentu tidak menginginkan adanya masalah selama masa sewa properti. Akan tetapi, bila terjadi sengketa atau masalah lainnya terkait deposit, jangan ragu untuk melibatkan jasa profesional guna mempermudah penyelesaian.

Copied to clipboard

Properti Rekomendasi

    Rp 550,8 Juta - Rp 1,5 Miliar
    Angsuran mulai dari Rp3,8 Juta/bln
      Rp 181 Juta
      Angsuran mulai dari Rp1,2 Juta/bln
        Rp 357,1 Juta - Rp 780 Juta
        Angsuran mulai dari Rp2,5 Juta/bln

        Properti Eksklusif: Green Paradise City

        Parung Panjang, Kab. Bogor
          Rp 1 Miliar - Rp 1,1 Miliar
          Angsuran mulai dari Rp7,2 Juta/bln

          Properti Eksklusif: The Agathis

          Pancoran Mas, Kota Depok

          © www.pinhome.id

          Pinhome App

          Coba Aplikasi Pinhome

          Cari, konsultasi, beli, hingga jasa perawatan rumah, semua ada!
          Unduh sekarang dan nikmati manfaatnya.

          iOS PCA DownloadAndroid PCA Download