Analisa dan Cara Ternak Ulat Jerman Untuk Pemula - Pinhome

Pinhome


Deprecated: Elementor\Scheme_Color is deprecated since version 2.8.0! Use Elementor\Core\Schemes\Color instead. in /var/www/www.pinhome.id/blog/wp-includes/functions.php on line 5412

Deprecated: Elementor\Scheme_Typography is deprecated since version 2.8.0! Use Elementor\Core\Schemes\Typography instead. in /var/www/www.pinhome.id/blog/wp-includes/functions.php on line 5412

Analisa dan Cara Ternak Ulat Jerman Untuk Pemula

Dipublikasikan oleh Mega Puspita Ratna ∙ 9 November 2021 ∙ 9 menit membaca

Cara Ternak Ulat Jerman – Mungkin bagi masyarakat awam hanya sedikit yang mengetahui tentang ulat Jerman. Ulat jerman atau yang juga dikenal dengan sebutan superworm merupakan ulat yang berukuran 5 cm sampai 6 cm dengan siklus mulai dari telur, larva atau ulat, kepompong, dan kumbang.

Dari fase larva inilah yang dibudidayakan peternak untuk mendapatkan penghasilan. Ulat Jerman banyak dimanfaatkan untuk pakan burung kicau, pakan ikan arwana, pakan reptil, dan pakan hewan pemakan serangga lainnya.

Bahkan ulat jerman ini juga digunakan sebagai makanan yang dikonsumsi manusia dan juga ulat ini digunakan sebagai bahan kosmetik.

Ulat jerman terkenal sangat rakus. Ia bisa memakan pakan apapun yang disediakan. Selain itu, ulat jerman juga tak terlalu cepat berubah menjadi kepompong, sehingga bisa bertahan lebih lama saat kamu membelinya sebagai persediaan pakan burung.

Siklus hidunya memang lebih lama daripada ulat hongkong. Umurnya bisa mencapai 1 tahun, dan hanya akan menjadi kepompong jika dipisahkan dari larva lainnya. Bandingkan dengan siklus ulat hongkong yang segera menjadi kepompong dalam waktu 12 – 50 hari.

Baca juga: Cara Ternak Ulat Hongkong Untuk Pemula Agar Sukses

Kandungan Gizi Ulat Jerman

Ulat jerman berbeda dengan ulat hongkong, ulat jerman memiliki kandungan protein dan zat gizi lainnya lebih tinggi daripada ulat hongkong. Berikut ini beberapa kandungan gizi pada ulat jerman:

  • Protein : 19,06 %
  • Lemak : 14,19 %
  • Kalsium : 173 ppm
  • Serat kasar: 2,60 %

Kandungan khitin atau exoskeleton pada ulat jerman jauh lebih sedikit daripada ulat hongkong, sehingga ulat ini akan lebih mudah dicerna dan aman bagi saluran pencernaan hewan peliharaan anda jika mengkonsumsinya dalam jumlah banyak.

Baca juga: Cara Mengolah Ulat Hongkong Sebagai Pakan Kering Burung

Cara Ternak Ulat Jerman

Cara Ternak Ulat Jerman
(Shutterstock)

Kini banyak orang yang mulai melakukan budidaya atau ternak ulat jerman ini karena manfaat dan peminatnya cukup banyak. Bagi kamu para calon peternak ulat jerman, ada beberapa hal penting yang harus kamu ketahui sebelum mulai ternak ulat jerman.

Karena sebelum memulai sebuah usaha, kamu harus lebih dalam mengenal seperti apa contoh proses ternak ulat jerman. Sehingga ke depannya kamu tidak perlu lagi bertanya-tanya tentang proses ternak ulat jerman secara detail.

Di bawah ini kami mencoba untuk mengulas tentang bagaimana cara ternak ulat jerman untuk pemula agar sukses.

Baca juga: 7 Manfaat Ulat Jerman untuk Jalak Suren

Kotak Kumbang Jerman

Sebelum memutuskan untuk ternak ulat jerman dan membeli bibit ulat jerman, yang harus dipersiapkan adalah kotak ternak ulat jerman.

Kebutuhan kotak ternak ulat jerman terdapat dua macam, yaitu kotak untuk wadah / tempat kumbang jerman dan kotak untuk wadah / tempat ulat jermannya.

Adapun ukuran kotak untuk tempat kumbang jermannya memiliki selisih minimal 2 cm baik panjang maupun lebarnya dari kotak tempat ulat jerman.

Artinya jika kotak untuk ulat jerman berukuran 40 x 60 cm, maka ukuran kotak untuk kumbang jerman adalah 38 x 58 cm. Hal ini dimaksudkan agar kotak kumbang dapat masuk kedalam kotak ulat jerman.

Sedangkan tinggi kotak adalah minimal 12 cm. Kotak kumbang yang berukuran 38 x 58 cm dan tinggi 12 cm tersebut biasanya diisi dengan kumbang jerman sebanyak maksimal 500 ekor.

Dengan demikian kebutuhan kotak kumbang jerman disesuaikan dengan jumlah kumbang jerman yang akan diternak.

Baca juga: Analisa dan Cara Ternak Jangkrik Untuk Pemula Agar Sukses

Kotak Ulat Jerman

Sedangkan kotak ulat jerman biasanya berukuran 40 x 60 cm dengan tinggi 12 cm yang terbuat dari papan/ sirap, triplek untuk alasnya serta lakban. Kebutuhan kotak ulat jerman ini setiap kotak adalah 4 buah untuk setiap panen per 15 hari.

Jika dibuat panenan per 15 hari, maka selama produksi 3 bulan ( 90 hari ) dibutuhkan 90/15 x 4 kotak = 24 buah kotak, setelah kotak ke 24 digunakan, panenan berikutnya sudah menggunakan kotak pertama karena kotak pertama sebanyak 4 kotak sudah harus dijual.

Jadi jika peternak akan beternak kumbang jerman sebanyak 5 ratus ekor, maka kebutuhan kotak ulatnya adalah 500/500 ekor x 24 kotak = 24 kotak.

Selanjutnya Kebutuhan kandang / rak untuk masing-masing kotak ternak ulat jerman bisa dibuat sesuai dengan kebutuhan dan kondisi ruangan yang akan digunakan.

Pada rak kotak ini tinggi setiap ruangan minimal 16 cm, sehingga terdapat sirkulasi udara yang lebih baik. Bahan rak bisa dibuat dari bambu ataupun kayu.

Baca juga: Ulat Kandang vs Kroto, Mana Yang Lebih Bagus?

Rak Kotak Ulat Jerman dan Kumbang

Rak kotak harus diamankan dari semut dengan cara setiap tiang penyangga rak ternak ulat jerman diberikan wadah dibawahnya yang berisikan oli dengan harapan semut tidak naik kedalam kotak ternak ulat jerman maupun kumbang.

Binatang lain seperti tikus harus diwaspadai, sebaiknya gunakan jebakan tikus setiap saat pada tempat-tempat tertentu sehingga sampai tidak ada lagi tikus di lokasi ternak ulat jerman dan kumbang.

Kotak Ulat Jerman dan Kumbang

Cara Ternak Ulat Jerman
(Shutterstock)

Kotak ternak ulat jerman dan kumbang sebaiknya diberikan penutup berupa kassa plastik dengan harapan cecak tidak masuk, karena cecak juga akan memakan kumbang maupun ulat jerman, dan bahkan cenderung akibat ulah si cecak kumbang banyak yang mati karena dibunuh oleh cecak.

Disamping itu, perlu juga disetiap kotak ternak ulat jerman maupun kumbang diberikan pelepah / debok pisang gajih disetiap sisi ( kiri dan kanan di dalam kotak ) yang memanjang dengan ukuran 5 s/d. 7 cm panjang 50 cm dalam rangka menjaga kelembaban dan penyerapan panas didalam kotak.

Baca juga: Ulat Hongkong vs Ulat Kandang, Mana Yang Lebih Bagus?

Makanan Ulat Jerman

Dalam ternak ulat jerman, makanan yang diberikan kepada kumbang jerman maupun ulat jerman yang utama adalah Polard gandum dan bisa juga ditambahkan BR 5 ( pakan ayam ) dengan campuran antara polard gandum dengan BR 5 berbanding 2 : 1.

Sedangkan sebagai media minumnya diberikan antara lain irisan waluh kuning, wortel, pepaya mentah, ketela pohon, manisah, semangka, melon dan beberapa buah2an yang banyak mengandung air.

Pemberian pakan pada kumbang jerman minimal diatas kawat ram 1 cm, sehingga kawat rak tertutup dan tidak menimbulkan gesekan dengan kumbang jermannya. Pemberian pakan tambahannya disesuaikan dengan kebutuhan dan tidak berlebihan.

Sedangkan minuman yang terbaik untuk kesehatan kumbang jerman adalah irisan waluh kuning, sedangkan lainnya sekali – kali saja. Untuk pakan ulat jerman yang telah dipisahkan dari kumbang jerman maksimal 3 cm dari alas kotak dan minuman yang diberikan.

Tergantung bahan yang ada dengan irisan tipis dan setiap kotak diisi irisan maksimal 8 irisan saja untuk kebutuhan 2 hari, atau kalau dianggap kurang bisa diberikan tambahan secukupnya.

Makanan dianggap telah habis ketika warna makanan sudah terlihat berwarna kehitam-hitaman, berarti itu adalah kotoran ulat jerman, maka perlu ditambahkan makanan di masing-masing kotak dengan 2 ons makanan saja, karena lebih baik menambahkan pada waktu berikutnya daripada kelebihan.

Jika dianggap kotoran sudah cukup banyak, maka sebaiknya segera dikurangi dengan cara mengayak kotoran terlebih dahulu dari ulatnya, dan mengembalikan kotoran kedalam kotak dengan maksimal kotoran 2 ons saja.

Kotoran ini harus tetap ada pada masing-masing kotak, karena ulat jerman akan merasakan bahwa tempat / kotak yang ditempati ulat adalah habibatnya.

Mengenai kotoran yang sudah tidak digunakan lagi sebaiknya dikumpulkan dalam zak atau media apapun karena pada dasarnya kotoran ulat jerman ini dapat dimanfaatkan untuk media pupuk organik, sehingga bisa dimanfaatkan untuk tanaman yang dimiliki seperti jeruk, padi, cengkeh, bunga dan sebagainya.

Baca juga: Dampak Negatif Ulat Hongkong Untuk Burung

Pemisahan Telur Ulat Jerman

Pemisahan telur kumbang jerman dari kumbang jerman dilakukan maksimal 15 hari produksi, untuk selanjutnya pemisahan telur yang sudah menjadi ulat jerman pada usia 1 bulan, dimana setiap kotak ukuran 40 x 60 cm dibagi menjadi dua kotak.

Pemisahan yang berikutnya ketika ulat jerman telah berusia 2 bulan setiap kotak ulat jerman dibagi menjadi dua kotak lagi.

Untuk setiap kali pemisahan sebaiknya menggunakan alat penyaring / ayakan dengan ukuran yang disesuaikan, dan sedapat mungkin ukuran ulatnya memiliki besar yang sama.

Pembesaran Ternak Ulat Jerman.

Jika memungkinkan sebaiknya lokasi bertelurnya Kumbang terpisah dengan lokasi pembesaran ulat Jermannya, hal ini sebagai antisipasi jika terdapat virus pada ulat jermannya tidak sampai mengganggu aktivitas kumbang jerman untuk bertelur.

Pada awal beternak sebaiknya lokasi, rak, kotak ternak ulat jerman, maupun kumbang harus steril dari berbagai kemungkinan virus, kuman dan semacamnya dengan cara menyemprot dengan bahan pembunuh kuman yang dianggap baik dan dilakukan sebulan sekali.

Sirkulasi Udara Ternak Ulat Jerman

Sirkulasi udara dalam ruangan tempat ternak ulat jerman cukup bebas, sehingga dapat memberikan temperatur yang jauh lebih normal.

Namun demikian perubahan cuaca yang ekstrem saat ini harus pula disikapi dengan kewaspadaan yang tinggi, misalnya dengan menempatkan alat temperatur untuk mengetahui suhu udara di lokasi dan perlu pula disiapkan alat penggerak udara (kipas angin).

Baca juga : Analisa dan Cara Ternak Jangkrik Untuk Pemula Agar Sukses

Keuntungan Bisnis Ternak Ulat Jerman

Keuntungan bila kamu memilih terjun dalam peluang bisnis ternak ulat jerman ini yakni merupakan bisnis peternakan ulat yang menguntungkan. Sebab ulat jerman merupakan makanan hewan ternak yang paling banyak di cari.

Kekurangan Ternak Ulat Jerman

Segi kekurangan bisnis ternak ulat jerman ialah ternak ulat jerman memiliki tingkat persaingan yang tinggi dan ketat.

Analisa Bisnis Ternak Ulat Jerman

Peralatan   Harga
pembuatan kandang ulat jerman Rp. 1.825.500
pengadaan kumbang pembibitan Rp. 1.732.500
pembuatan media ulat jerman Rp. 321.400
kotak Rp. 129.500
pembersih kandang Rp. 52.800
pembuatan rak kayu Rp. 761.000
terpal dan timba Rp. 78.500
timbangan Rp. 168.200
selang dan hand sprayer Rp. 71.900
Peralatan tambahan yang lainnya Rp. 58.400
Jumlah Investasi Rp. 5.199.700
Biaya Operasional per Bulan    
Biaya Tetap   Nilai
Penyusutan pembuatan kandang ulat jerman 1/62 x Rp 1.825.500 Rp. 29.444
Penyusutan pengadaan kumbang pembibitan 1/62 x Rp. 1.732.500 Rp. 27.944
Penyusutan pembuatan media ulat jerman 1/62 x Rp 321.400 Rp. 5.184
Penyusutan kotak 1/44 x Rp 129.500 Rp. 2.943
Penyusutan pembersih kandang 1/44 x Rp. 52.800 Rp. 1.257
Penyusutan pembuatan rak kayu 1/62 x Rp 7610.00 Rp. 12.274
Penyusutan terpal dan timba 1/44 x Rp. 78.500 Rp. 1.784
Penyusutan timbangan 1/62 x Rp. 168.200 Rp. 2.713
Penyusutan selang dan hand sprayer 1/44 x Rp. 71.900 Rp. 1.634
Penyusutan peralatan tambahan 1/44 x Rp. 58.400 Rp. 1.327
gaji karyawan Rp. 1.600.000
Total Biaya Tetap Rp. 1.686.504
Biaya Variabel              
pakan ulat Rp. 28.000 x 30 = Rp. 840.000
karung Rp. 6.500 x 30 = Rp. 195.000
alat habis pakai Rp. 11.500 x 30 = Rp. 345.000
pakan tambahan Rp. 9.500 x 30 = Rp. 285.000
vaksin atau obat Rp. 24.000 x 30 = Rp. 720.000
BBM Rp. 21.500 x 30 = Rp. 645.000
alat lainnya Rp. 12.500 x 30 = Rp. 375.000
air dan listrik Rp. 23.500 x 30 = Rp. 705.000
Total Biaya Variabel           Rp. 4.110.000
Total Biaya Operasional    
Biaya tetap + biaya variabel = Rp. 5.796.504
Pendapatan per Bulan        
12 ons x Rp. 25.000 = Rp. 300.000
Rp. 300.000 x 30 hr = Rp. 9.000.000
Keuntungan per Bulan          
Laba = Total Pendapatan – Total Biaya Operasional  
  Rp. 9.000.000 5.796.504 = Rp. 3.203.496
               
Lama Balik Modal              
Total Investasi / Keuntungan = Rp. 5.199.700 : 3.203.496 = 2 bln

Dari analisa di atas dapat disimpulkan apabila bisnis ternak ulat jerman sangat menguntungkan dimana modal Rp 5.199.700 dengan kentungan per bulan Rp 3.203.496 dan balik modal dalam 2 bulan.

Demikianlah informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasanmu tentang analisa dan cara ternak ulat jerman untuk pemula agar sukses.

Baca juga:


Temukan beragam pilihan rumah terlengkap di daftar properti & iklankan properti kamu di Jual Beli Properti Pinhome. Bergabunglah bersama kami di aplikasi Rekan Pinhome untuk kamu agen properti independen atau agen kantor properti. 

Kamu juga bisa belajar lebih lanjut mengenai Properti di Property Academy by Pinhome. Download aplikasi Rekan Pinhome melalui App Store atau Google Play Store sekarang!

Hanya di Pinhome.id yang memberikan kemudahan dalam membeli properti. Pinhome – PINtar jual beli sewa properti.

Bagikan Artikel