Pinhome

  • Blog
  • Hobi
  • Analisa dan Cara Ternak Burung Merpati Untuk Pemula

Hobi

Analisa dan Cara Ternak Burung Merpati Untuk Pemula

Dipublikasikan oleh Pinhome ∙ 2 September 2021 ∙ 13 menit membaca

Ternak Burung MerpatiBurung Merpati atau yang juga dikenal dengan sebutan burung Dara merupakan salah salah satu jenis burung yang mudah ditemui di Indonesia.

Berbicara tentang Merpati, burung ini biasanya digunakan untuk hobi. Misalnya, untuk Merpati hias maupun untuk Merpati balap. Namun, selain dua hal tersebut Merpati juga dapat dijadikan bahan konsumsi.

Baca Juga:  Cara Agar Merpati Mau Tinggal di Rumah

Ternak burung merpati tidak ada bedanya dengan ternak burung lainnya. Namun jika menilik ke potensinya, cukup menjanjikan meski dalam ternak Merpati tidak begitu lumrah di masyarakat.

Bisakah produksi burung Merpati dapat ditingkatkan dengan waktu yang cepat? Peningkatan produksi burung Merpati dapat dilakukan dengan cara modern yaitu dengan menggunakan inkubator.

Dengan menggunakan inkubator, proses pengeraman akan berjalan dengan lancar dan menghasilkan telur dalam jumlah yang banyak. Ternak burung merpati dapat dilakukan dengan sistem umbar, namun kamu juga harus menyediakan kandang.

Cara Ternak Burung Merpati

ternak burung merpati
(Shutterstock)

Ternak burung Merpati meliputi beberapa hal yang perlu dipersiapkan seperti mempersiapkan kebutuhan modal untuk membeli burung Merpati, memastikan dan mengkalkulasi jumlah burung Merpati, memperhatikan proses pembuatan kandang, menyediakan pakan berkualitas untuk burung, serta melakukan perawatan untuk kandang.

Adapun cara ternak burung Merpati untuk lebih jelasnya bisa kamu lihat di bawah ini :

Modal untuk Membeli Burung Merpati

Hal yang utama dalam ternak merpati adalah menyiapkan modal untuk membeli merpati yang nantinya akan dijadikan indukan. Burung Merpati banyak dijual di psaran.

Jika kamu ingin ternak merpati dalam skala yang besar sebaiknya kamu membeli burung merpati secara ombyokan supaya mendapatkan harga yang lebih murah.

Kamu juga bisa membeli burung Merpati yang sudah berjodoh. Jangan mencoba untuk membeli burung Merpati dengan jenis kipas. Burung Merpati dengan jenis kipas hanya dapat dijadikan sebagai hiasan saja.

Pengenalan Merpati

Tahap pertama dalam ternak merpati yang harus dilakukan adalah memastikan tujuan dari ternak merpati yang anda jalankan, apakah untuk hobi atau untuk usaha.

Untuk ternak Merpati sebagai usaha, maka tidak hanya memerlukan pengenalan tentang ciri-ciri burung merpati, cara membersihkan kandang dan pemberian pakan saja, namun juga harus diperhatikan jenis burung Merpati yang laku di pasaran.

Baca juga : Jenis Burung Merpati Lengkap Dengan Gambar

Jenis Merpati bisa dilihat dari ukuran badan seperti Merpati carrier atau pembawa yang memiliki tinggi 45 hingga 48 cm dengan berat 500 sampai 600 gram, burung Merpati carneau dengan berat mencapai 1 kilogram, Merpati strasser dengan banyak warna dibalik tubuh yang putih dan juga Merpati mondaine keturunan Perancis dan Italia.

Sedangkan, dari bentuk badan juga terdapat beberapa jenis Merpati seperti Merpati kipas dengan ekor seperti kipas, merpati jabobin dengan bulu di sekitar kepala yang terlihat seperti topi, burung merpati frillback yang memiliki bulu ikan di bagian badan dan sayap serta Merpati stropper yang memiliki tembolok berukuran besar.

Membedakan Merpati Jantan dan Betina

Tahap selanjutnya dalam ternak Merpati adalah mengenal ciri dari merpati betina dan jantan yang sangat penting untuk proses pengembangbiakkan.

Salah satu cara mudah untuk membedakan Merpati jantan dan betina adalah pada saat dimasukkan dalam satu kandang, maka Merpati jantan akan membekur dan Merpati jantan memiliki ciri paruh yang tebal, leher besar, kepala besar dan juga panjang.

Untuk ternak Merpati, pastikan bibit yang bagus, besar dan lincah, memiliki bulu yang bagus dan bagian ujung sayap tidak turun atau melor, selain itu jika ditangkap dengan tangan, Merpati yang lincah akan memberikan perlawanan yang besar.

Hindari membeli burung Merpati yang tua dengan ciri paruh yang terlihat tebal dan pada bagian lubang hidung terlihat kerutan daging tebal serta tidak mengkilat lagi. Pilih juga indukan yang dominan saat berada dalam kandang.

Persiapan Indukan

Induk Merpati yang baik dan sudah dikatakan siap untuk ternak merpati adalah berumur sekitar 7 bulan. Kualitas anakan nantinya akan diturunkan dari induk Merpati namun kualitasnya akan menurun jika induk merpati sudah berumur lebih dari 4 tahun.

Penurunan kualitas anakan juga akan semakin menurun jika memakai sistem babuan sebab induk betina akan dipaksa untuk bertelur lebih cepat dari siklus normal sekitar 60 hari

Jika induk yang akan diternak lebih dari satu, sebaiknya breeding dilakukan secara bersamaan agar perawatannya bisa lebih mudah dan efisien dalam pemberian pakan saat meloloh.

Sebelum indukan dijodohkan, maka lebih baik diberikan obat cacing agar piyik tidak tertular cacing dari induk. Pemberian obat cacing ini harus dilakukan kembali jika telur sudah menetas agar tidak menghambat pertumbuhan piyik.

Pastikan juga bulu indukan terbebas dari kutu sebab bisa membuat burung Merpati gelisah serta tidak bisa tidur dengan tenang. Selain itu, kutu juga bisa membuat pertumbuhan piyik tidak normal sebab darah di pangkal bulu sayap yang masih muda dihisap kutu. Jika indukan terlihat tanda -anda berkutu, maka harus segera diobati.

Persiapan Kandang

Untuk ternak Merpati umumnya memakai kandang yang dibuat secara tinggi dari bahan kayu atau bambu dan dibuat menempel pada dinding.

Kandang Merpati tidak bisa dibuat seperti kandang burung lain sebab Merpati lebih menyukai tempat yang luas seperti halnya ayam. Merpati merupakan hewan yang berkelompok sehingga tidak menyukai kandang yang kecil sehingga kandang sebaiknya dibuat lebih luas.

Ukuran dan Sanitasi Kandang

Cara memelihara burung Dara atau Merpati selanjutnya adalah menambahkan juga tempat bertengger dan lapisan kandang supaya Merpati bisa tetap hangat serta nyaman.

Untuk ukuran kandang, usahakan dalam 1 kandang bisa dimasukkan hingga 4 ekor burung namun masih tetap cukup luas untuk bergerak sebagai antisipasi jika nantinya burung akan bertelur dalam kandang.

Ukuran ideal untuk kandang burung Merpati adalah panjang 40 x lebar 40 x tinggi 30 cm. Kandang ternak Merpati juga harus dilengkapi sanitasi yang baik.

Kandang yang lembab akan membuat burung Merpati cepat sakit sehingga harus diberikan alas pada bagian dasar kandang sebagai tempat menampung kotoran.

Sebaiknya kandang ternak Merpati dibuat menghadap ke arah timur agar bisa mendapatkan sinar matahari yang cukup khususnya di pagi hari. Sinar matahari juga sangat baik untuk memastikan kandang tetap dalam keadaan kering. Sedangkan, untuk ketinggian kandang bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing masing peternak.

Menjodohkan Merpati

Dalam ternak Merpati, penjodohan menjadi salah satu tahap penting yang harus dilakukan yakni dengan cara memasukkan merpati betina dan jantan dalam satu kandang.

Selain itu menjodohkan Merpati juga bisa dilakukan dengan menempatkan dua kuruang terpisah untuk jantan dan betina dan diletakkan saling berdampingan agar bisa saling mengenal.

Jika jantan terlihat sudah brancah dan betina sudah lenjeh, maka bisa disatukan dalam satu kandang, namun jika jantan masih galak, maka bisa dipisahkan dalam kurungan yang berbeda.

Mengawinkan Merpati

Pada saat Merpati terlihat tanda tanda mau kawin, maka kedua indukan bisa dimasukkan dalam pegupon pada malam hari dan esok paginya dijemur dalam 1 kandang yang cukup besar supaya bisa kawin.

Sesudah matahari tinggi, maka bisa dimasukkan ke dalam gupon dan diberi makan serta dikawinkan kembali pada malam hari.

Umumnya burung Merpati akan giring sesudah 2 hingga 3 hari tergantung dari karakter pejantan. Sesudah giring sekitar 5 hingga 7 hari, maka betina umumnya akan memperlihatkan ciri ciri burung Merpati mau bertelur tergantung dari tingkat kesuburan betina.

Lama Pengeraman Telur Merpati

Saat burung Merpati betina menetas yang umumnya berjumlah 2 butir, maka telur akan langsung dierami sehingga telur harus dibiarkan dalam kandang untuk dierami sampai menetas selama 19 hingga 22 hari.

Tidak ada pakan khusus pada saat Merpati sedang mengerami telurnya dalam ternak Merpati, akan tetapi jika sudah mengeram lebih dari 10 hari, maka indukan perlu diberikan pakan bernutrisi tinggi seperti kacang tanah, kacang hijau atau millet.

Sedangkan, suplemen atau vitamin juga bisa diberikan untuk kesehatan indukan yang akan meloloh piyik.

Baca juga : Cara Ternak Burung Nuri Kepala Hitam Untuk Pemula

Selain itu, grit juga perlu diberikan setiap hari selama Merpati sedang mengerami telur dan meloloh supaya kebutuhan mineral seperti kalsium bisa terpenuhi sekaligus menjaga kesehatan pencernaan.

Grit yang bagus terdiri dari campuran batu bata merah, arang dan juga grit putih dengan komposisi 40:20:40. Untuk grit putih bisa diperoleh di pasar atau juga bisa dibuat sendiri dengan campuran kulit sotong dan kulit telur.

Batu bata dan arang ditumbuk sehingga bisa lebih mudah dimakan. Arang ini berguna untuk menyerap zat beracun seperti pestisida yang mungkin terbawa bersama pakan.

Penetasan Telur Merpati

Untuk penetasan telur dalam ternak Merpati, maka harus dipersiapkan sarang yang terbuat dari jerami dan dimasukkan ke dalam kandang. Hindari kandang yang lembab sebab bisa menjadi tempat berkembang biak bakteri yang subur yang juga sangat harus diperhatikan dalam cara merawat burung dara di musim hujan.

Sarang harus ditempatkan pada wadah tertentu supaya tidak jatuh atau menggelinding dan bisa dierami secara baik. Sarang ini bisa dibuat dari gerabah berbentuk seperti mangkuk dengan garis tengah sekitar 15 cm atau juga bisa dibuat dari kotak kayu.

Bahan Sarang Pengeraman

Untuk bahan sarang terbaik adalah dari tembako sebab bakteri tidak akan berkembang biak. Cara pembuatan sarang tembako ini adalah dengan batang tembakau yang masih basah kemudian dipotong sepanjang 20 cm lalu di gepreng sehingga bisa disuwir suwir supaya ukuran lebih kecil kecil.

Sesudah disuwir maka harus dijemur sampai kering. Jika sulit ditemukan, maka bisa diganti dengan daun cemara yang sudah dikeringkan atau bisa juga memakai ranting kering berukuran kecil. Hindari membuat sarang dari bambu karena masih terlalu dingin untuk Merpati.

Pemberian Pakan Terbaik

Saat piyik sudah menetas dan berumur 1 hingga 7 hari, maka indukan harus diberi pakan bergizi seperti biji bijian berupa jagung, beras merah dan millet, kacang tanah, kacang hijau serta kedelai.

Namun, jika ingin memberikan kedelai, maka harus di sangrai atau di gongseng terlebih dulu untuk menetralkan trypsine yakni selaput pada kacang kedelai yang sulit dicerna dan bisa mengganggu pencernaan. Kedelai sangat baik diberikan pada indukan yang sedang meloloh karena tinggi akan protein.

Sesudah piyik berumur 1 minggu, maka indukan sudah bisa meloloh dengan biji bijian memakai komposisi yang tetap sama. Apabila ukuran jagung besar, maka bisa dipecah agar piyik lebih mudah mencerna dan menyerap nutrisi dari jagung. Milet juga sangat baik diberikan untuk meningkatkan pertumbuhan bulu Merpati.

Pemeliharaan Piyik Sesudah Disapih

Para peternak Merpati juga seringkali memisahkan piyik dari indukan sebelum disapih secara alami dengan tujuan supaya induk bisa cepat bertelur lagi.

Akan tetapi, sebaiknya ini tidak dilakukan sebab piyik bisa stres karena merasa kehilangan perlindungan dari induk dan harus mencari makan sendiri. Jika piyik dipisahkan dari induk, maka stress bisa meningkatkan risiko bakteri dalam tubuh piyik semakin bertambah dan akhirnya piyik sakit.

Perawatan Tambahan Piyik Merpati

Pisahkan piyik jika sudah benar benar bisa makan sendiri dan sebaiknya ditempatkan dalam 1 kandang yang agak besar dan terpisah dari burung dewasa yang hampir serupa dengan cara penangkaran pada budidaya burung Merpati kipas.

Jika ingin dicampur dengan burung dewasa, maka hanya boleh disatukan dengan betina saja supaya tidak berkelahi khususnya saat berebut makanan. Piyik bisa dipegang sesekali dan dimandikan supaya tidak liar atau giras.

Kandang piyik juga harus mendapatkan sinar matahari yang cukup dan seminggu sekali air minum bisa dicampur dengan cuka apel atau cuka biasa.

Analisa dan Keuntungan Ternak Merpati

Secara umum usaha ini dalam ternak Merpati memang masih memiliki peluang yang cukup bagus, namun anda harus lebih dahulu menganalisa beberapa aspek sebelum berniat terjun menjalankan usaha ini.

Dari aspek kebutuhan atau permintaan pasar maka sebaiknya kita cari tahu tinggi rendahnya permintaan di daerah yang dibidik.

Baca juga : Analisa dan Cara Ternak Jangkrik Untuk Pemula Agar Sukses

Dalam permodalan dalam ternak Merpati, kita bisa menghitung analisa laba rugi serta modal yang diperlukan untuk menjalankan usaha tersebut.

Selain itu kita sebaiknya juga mencari informasi mengenai usaha lain yang menggantungkan kebutuhan bahan produksinya pada usaha ini.

Investasi Ternak Merpati

Peralatan   Harga
Sewa Lahan Rp. 6,000,000
Pompa Air Rp. 1,600,000
Mesin pencabut bulu burung Rp. 500,000
Mesin hand sprayer Rp. 560,000
Kandang Rp. 2,500,000
Terpal Rp. 280,000
Sabit Rp. 90,000
Selang Rp. 120,000
Tempat makan Rp. 150,000
Tempat minum Rp. 150,000
Timba Rp. 50,000
Peralatan tambahan Rp. 100,000
Jumlah Investasi Rp. 12,100,000

Biaya Operasional per Bulan

Biaya Tetap    
Penyusutan sewa lahan 1/30 x Rp. 6.000.000 Rp. 200,000
Penyusutan pompa air 1/30 x Rp. 1.600.000 Rp. 53,333
Penyusutan mesin pencabut bulu burung 1/30 x Rp. 500.000 Rp. 16,667
Penyusutan mesin hand sprayer 1/30 x Rp. 560.000 Rp. 18,667
Penyusutan kandang 1/30 x Rp. 2.500.000 Rp. 83,333
Penyusutan terpal 1/30 x Rp. 280.000 Rp. 9,333
Penyusutan sabit 1/30 x Rp. 90.000 Rp. 3,000
Penyusutan selang 1/30 x Rp. 120.000 Rp. 4,000
Penyusutan tempat makan 1/30 x Rp. 150.000 Rp. 5,000
Penyusutan tempat minum 1/30 x Rp. 150.000 Rp. 5,000
Penyusutan timba 1/30 x Rp. 50.000 Rp. 1,667
Penyusutan alat tambahan 1/30 x Rp. 100.000 Rp. 3,333
Total Biaya Tetap Rp. 403,333
Biaya Variabel ternak Merpati              
Bibit Merpati Rp. 145,000 x 30 = Rp. 4,350,000
Pakan Rp. 125,000 x 30 = Rp. 3,750,000
Air Rp. 53,000 x 30 = Rp. 1,590,000
Vitamin Rp. 82,000 x 30 = Rp. 2,460,000
Suntikan Rp. 115,000 x 30 = Rp. 3,450,000
Listrik Rp. 60,000 x 30 = Rp. 1,800,000
Pekerja Rp. 150,000 x 30 = Rp. 4,500,000
Biaya Variabel           Rp. 17,550,000
Total Biaya Operasional    
Biaya tetap + biaya variabel = Rp. 17,953,333
Pendapatan per Bulan          
Penjualan rata – rata =
40 ekor x Rp. 25,000 = Rp. 1,000,000
Rp. 1,000,000 x 30 hr = Rp. 30,000,000
Keuntungan per Bulan dalam ternak Merpati          
Laba = Total Pendapatan – Total Biaya Operasional
  Rp. 30,000,000 17,953,333 = Rp. 12,046,667
               
Lama Balik Modal              
Total Investasi / Keuntungan = Rp. 12,100,000 : 12,046,667 = 1 bln

Peluang Usaha Ternak Merpati

Itu tadi analisa secara umum untuk potensi untuk usaha ternak burung Merpati, selanjutnya dalam usaha ini paling tidak ada tiga sektor yang bisa kita bidik yaitu ternak Merpati hias, ternak Merpati potong dan ternak Merpati Balap.

Peluang Usaha Merpati Hias

Untuk Merpati hias peluangnya cukup besar mengingat produk Merpati hias umumnya memiliki harga yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan Merpati biasa.

Tentu saja untuk usaha ternak Merpati hias kita harus mencari informasi banyaknya masyarakat yang hobi dan membutuhkan Merpati ini di suatu daerah yang dibidik.

Jika kita menarget pasar yang luas kita bisa memetakan kebutuhan hias ini setiap waktunya untuk mengetahui seberapa besar peluang.

Peluang Bisnis Merpati Potong

Untuk Merpati potong mungkin harganya tidak akan terlalu tinggi namun usaha ini bukan tergantung pada bagus tidaknya burung Merpati yang dimiliki. Namun, lebih kepada hasil daging dara yang dapat diproduksi.

Prospek usaha ternak Merpati ini umumnya cukup baik apalagi jika dibanding dengan usaha ternak unggas lain seperti ayam atau bebek. Hal ini mengingat Merpati atau dara lebih tahan terhadap beberapa penyakit yang banyak menyerang unggas.

Peluang Merpati Balap

Merpati Balap hampir sama dengan Merpati hias dimana harganya cenderung cukup tinggi. Untuk peluangnya akan sangat tergantung dari banyaknya masyarakat yang suka dengan olahraga Merpati Balap.

Baca juga : Jenis Merpati Balap di Indonesia

Kalau dilihat dari sisi permintaan, usaha ternak Merpati balap lebih sedikit permintaannya karena hanya terbatas pada mereka yang hobi saja namun dari sisi harga jual, usaha Merpati yang satu ini bisa dikatakan cukup bagus.

Jadi, dengan adanya hitungan analisa usaha yang disediakan di atas kamu dapat mengetahui seberapa besar keuntungan yang bisa diperoleh dari bisnis ternak burung Merpati.


Temukan beragam pilihan rumah terlengkap seperti pada perumahan Lyndon Nava Park di daftar properti & iklankan properti kamu di Jual Beli Properti Pinhome. Bergabunglah bersama kami di aplikasi Rekan Pinhome untuk kamu agen properti independen atau agen kantor properti. 

Kamu juga bisa belajar lebih lanjut mengenai Properti di Property Academy by Pinhome. Download aplikasi Rekan Pinhome melalui App Store atau Google Play Store sekarang!

Hanya di Pinhome.id yang memberikan kemudahan dalam membeli properti. Pinhome – PINtar jual beli sewa properti.

Tags :

Bagikan Artikel