Pinhome

Mengenal Alat Musik Kecapi

Dipublikasikan oleh Eka Mandala ∙ 4 June 2021 ∙ 9 menit membaca

Alat Musik Kecapi merupakan alat musik tradisional dari sunda alias Jawa Barat yang dimainkan dengan cara di petik untuk mewarnai kesenian music yang ada di tanah sunda. Tidak banyak yang mengetahui apa yang dimaksud dengan alat musik kecapi, kebanyakan masyarakat mungkin mengetahui kalau kecapi adalah buah, bukan alat musik.

Padahal kecapi sudah ada sejak lama. Maka dari itu yuk simak sejarah alat musik kecapi dan teknik memainkannya yang sudah sangat lekat dengan budaya sunda, Jawa Barat.

Mengenal Kecapi

Pengertian Alat Musik Kecapi (bahasa Inggris: lute) adalah sebuah alat musik dawai yang dipetik dengan leher (baik ditekan atau tidak) dan punggung dalam yang melingkupi rongga berlubang, biasanya dengan lubang suara atau lubang di badan. Lebih khusus, istilah “kecapi” dapat merujuk pada instrumen dari keluarga kecapi Eropa. (Wikipedia)

Kacapi merupakan alat musik petik yang termasuk kedalam kategori alat musik kordofon yang dimana bunyi dihasilan dari senar atau dawai yang bergetar. Kacapi sendiri merupakan alat musik yang dimainkan sebagai instrumen utama dalam Tembang Sunda, Mamaos Cianjuran dan Kacapi suling.

Akan tetapi dalam beberapa kesempatan alat musik ini tidak jarang dipadukan dengan alat musik ritmis ataupun alat musik pukul seperti gendang.

Kacapi sendiri dimainkan dengan menggunakan jari tangan dan menggunakan notasi degung (notasi yang merupakan bagian dari suatu sistem yang diberi nama sistem heptachordal pelog).

Sejarah Kecapi

Sejarah dan Perkembangan Alat Musik Kacapi

Kecapi adalah alat musik tradisional yang sudah dikenal sejak berabad-abad tahun yang lalu. Awal mulanya kecapi berasal dari negeri China yang memiliki nama lain yaitu Ghuzeng. Dan kecapi biasanya digunakan untuk mengiringi musik dengan alunan yang lembut dan mendayu.

Kecapi merupakan alat musik tradisional yang berkembang di daerah Jawa, yang lebih tepatnya diyakini berasal dari daerah Kuningan Jawa Barat. Sejarah alat musik kecapi juga merujuk pada tanaman sentul, yang mana kayunya diyakini digunakan untuk membuat alat musik kecapi. Di sunda sendiri kecapi dijadikan alat musik utama dalam tembang sunda atau Mamaos Cianjuran dan kecapi suling.

Baca Juga: Alat Musik Jawa

Dalam sejarahnya kecapi mempunyai beberapa versi, pada umumnya kebanyakan menyebutkan kecapi berasal dari Suku Sunda. Tetapi ada yang menyebutkan kacapi berasali dari Suku Bugis Makassar.

Dalam asal usul kacapi di Suku Sunda, kata kacapi dalam bahasa Sunda merujuk pada suatu jenis tanaman sentul yang dipercaya kayunya digunakan untuk membuat alat musik kacapi.

Sedangkan untuk Suku Bugis terdapat sebuah cerita dimana kecapi diciptakan oleh seorang pelaut Bugis Makassar yang terkena badai.

Sesudah terkena badai pria tersebut mengambil sebagian tali layarnya dan diikatkan pada dayung perahu kemudian dipetik dengan iringan lagu. Sesampainya di darat pria tersebut membuat sebuah alat bunyi yang berbentuk perahu dua tali untuk gadis yang disukainya.

Untuk perkembangannya sendiri kacapi mulai menarik perhatian banyak orang, dari masyarakat lokal hingga mancanegara. Sedangkan dalam bentuknya sendiri kacapi memiliki bentuk sederhana dan polos, tetapi sekarang kacapi dapat dihiasi dengan ukiran-ukiran berbagai motif

Bahan untuk membuat Kecapi

Pembuatan Alat Musik Kacapi

Walaupun kelihatannya alat musik ini sederhana, tapi proses pembuatannya tidak sesederhana itu. Kayu yang dijadikan bahan dasarnya itu berasal dari kayu Kenanga. Kayu tersebut sebelum digunakan harus terlebih dahulu direndam selama 3 bulan, baru bisa dibentuk menjadi sebuah kecapi yang sesuai kebutuhan.

Senar yang digunakan juga bukan senar dari kawat sembarangan. Melainkan dari jenis kawat suasa (logam yang terdapat campuran emas dan tembaga) jika ingin mendapatkan kualitas suara yang bagus. Namun, pada saat ini senar kecapi terbuat dari kawat baja karena mahalnya harga kawat suasa.

Baca juga: Alat Musik Gamelan

Selain itu juga terdapat beberapa proses yaitu pengumpulan bahan baku, pengolahan, perakitan.

  • Pengumpulan bahan baku.

Dalam proses ini bahan baku utama yang digunakan ialah kayu. Namun kayu yang digunakan harus memiliki karakteristik yang empuk, semakin kering semakin kuat, mudah di ukir dan mampu menghasilkan resonansi suara yang bagus.

Kayu yang digunakan antara lain seperti kayu jelutung, runggang, nangka, sungkai, campedak, pulai, gahung, garu dan lain sebagainya.

  • Pengolahan bahan

Dalam proses ini kayu dipotong dan dibentuk sesuai ukuran yang diinginkan dengan ukuran paling panjang 1 meter dan lebar 20 centimeter. Setelah itu dipahat dan membuat lubang untuk menghasilkan resonansi suara, dibuat penutup lubang dengan kayu yang sejenis.

Dalam proses pengolahan kacapi digunakan alat-alat dasar yaitu seperti parang, kapak, pahat, kikir kayu, amplas, gunting dan lain sebagainya.

  • Perakitan

Setelah semua bahan tadi di proses, kemudian dilakukan proses pengukiran motif, perakitan kacapi dan proses pemasangan senar.

Dalam pengukiran motif, semakin rumit motif yang digunakan semakin tinggi juga kacapi dihargai. Terdapat motif Sunda hingga motif Suku Dayak yang dapat diukir dalam instrumen ini.

Untuk pemasangan senar, senar yang digunakan ialah kawat baja. Namun jika ingin mendapatkan kualitas suara yang bagus senar atau dawai yang digunakan dapat terbuat dari kawat suasa (logam yang terdiri dari campuran emas dan tembaga).

Bentuk Kecapi

Bentuk Alat Musik Kecapi

Ternyata kecapi tidak hanya memilik satu jenis bentuk saja, ada 2 jenis bentuk alat musk kecapi yaitu kecapi parahu dan kecapi siter.

Berdasarkan bentuk yang dimilikinya, kacapi dibagi menjadi dua yaitu kacapi parahu dan kacapi siter. Terdapat perbedaan yang cukup mencolok pada kedua jenis kacapi tersebut. Terdapat kacapi dengan panjang 6 meter dan lebar 1,6 meter yang dibuat oleh masyarakat Sumedang dan menjadi yang terbesar di dunia.

1. Kecapi Parahu

Kecapi parahu bentuknya mirip seperti perahu pada umumnya, kecapi ini dibuat dalam proses yang cukup lama yakni 3 bulan dan lubang resonansinya berada dibagian bawah untuk memungkinkan suara keluar lebih jelas. Pada jaman dahulu kecapi parahu ini dibuat langsung dari bongkahan-bongkahan kayu dengan cara memahat nya.

2. Kecapi Siter

Kecapi Siter merupakan bentuk yang lebih sederhana dari kecapi parahu, biasanya sisi bagian atas dan bawahnya berbentuk trapesium yang rata dan terdapat lubang resonansi didalamnya. Bentuk alat Kecapi ini cocok disandingkan dengan suling sunda yang terbuat dari bambu, alunan dari kedua alat musik tersebut menghasilkan harmoni yang merdu dan indah khas sunda.

Cara Memainkan Kecapi

Cara memainkan kecapi siter dan kecapi parahu sama saja, yaitu dengan cara dipetik. Kecapi suling adalah sebutan untuk perangkat waditra sunda yang ada di hampir semua daerah Tatar sunda. Waditra terdiri dari dua jenis yaitu suling dan juga kecapi.

Meskipun kecapi sering dijadikan sebagai instumental, kecapi juga bisa dijadikan untuk mengiringi juru sekarang biasanya membawakan lagu-lagu secara Rampak Sekar atau Anggara Sekar.

Teknik memainkan Kecapi

Alat musik Kecapi dimainkan dengan cara dipetik menggunakan jari tangan, baik itu kecapi siter maupun kecapi parahu. Namun dalam memainkannya harus menggunakan teknik agar suara yang dihasilkan mempunyai kualitas yang bagus dan enak didengar.

Jika ingin memainkan alat music kecapi harus menguasai teknik memainkannya, agar bisa menghasilkan melodi yang indah. Ada 3 teknik memainkan alat musik kecapi yang perlu diketahui sebelum memainkannya :

Baca juga: Alat Musik Harmonis

1. Teknik Di Jambret

Teknik Jambret, terdengar unik karena seperti sebuah tindak kejahatan. Tapi tenang saja ini bukan teknik yang diajarkan untuk melakukan tindak criminal kok.

Ini adalah teknik yang dilakukan dengan cara menggerakkan jari jemari tangan kanan, yakni jari jempol, jari tengah, dan jari telunjuk diatas 3 senar nada yang dibunyikan secara bersamaan.

Dan dengan 2 jari jemari tangan kiri, yakni jari jempol dan jari telunjuk dengan memetik senar sebagai pengisi nada bebas. Disebut teknik di jambret karena posisi badan yang juga tangan pemain kecapi terlihat seperti ingin menjambret.

Biasanya teknik ini digunakan pada saat mengiringi tembang atau lagu-lagu dengan tempo yang cepat harus hati-hati memainkannya karena jika salah sedikit maka nada yang dihasilkan berbeda.

2. Teknik Sintreuk Toel

Memainkan alat musik kecapi dengan teknik sintreuk toel adalah teknik memetik senar kecapi dengan cara menjentikkan jari pada senar kecapi menggunakan ujung jari telunjuk tangan kanan dan tangan kiri. Teknik ini seperti sedang mentoel atau mencolek seseorang.

Tangan kanan dan tangan kiri harus memiliki peran yang sangat signifikan. Hal itu karena harus menyelaraskan antara ketetapan dan kecepatan nada sepanjang tembang atau lagu saat dimainkan menggunakan kedua jari telunjuk di masing-masing tangan.

Pada teknik ini harus memposisikan jari telunjuk melengkung di bawah senar kecapi, dan pemain alat musiknya menjentikkan atau mentoel senar dengan jari telunjuk sehingga menghasilkan bunyi nada yang diinginkan. Tehnik seperti ini biasanya digunakan untuk menghasilkan alunan-alunan nada yang melodis.

3. Teknik Dijeungkalan

Di teknik ini posisi badan pemain alat musik lebih condong ke depan dan posisi jarinya hampir mirip dengan teknik di jambret. Hanya saja yang membedakannya adalah posisi pemainnya. Jari jemari tangan kanan memainkan 3 senar nada secara bersamaan sedangkan jari jemari kiri memetik senar dan memainkan nada dengan bebas.

Baca Juga: Alat Musik Jawa Tengah dan Alat Musik Betawi

Notasi Kecapi

Dalam kecapi sunda ini sendiri memiliki 5 tangga nada (pentatonis) yang biasa digunakan yaitu, Da, Mi, Na, Ti, dan La berbeda dengan alat musik lain yang menggunakan tangga nada Do, Re, Mi, Fa, So, La, Si, dan Do.

Notasi yang digunakan saat memainkan alat musik kecapi ini adalah notasi degung. Notasi degung adalah notasi yang merupakan bagian dari suatu sistem yang mana diberi nama sistem heptachordal pelog.

Fungsi Kecapi

Alat musik kecapi juga memiliki dua fungsi, yaitu berfungsi sebagai kecapi induk/indung dan kecapi rincik/anak. Untuk ulasan selengkapnya bisa simak dibawah ini:

1. Fungsi Induk/Indung

Yang dimaksud dengan fungsi indung adalah alat musik kecapi ini memimpin iringan musik yang dimainkan dengan cara memberikan intro, bridges, interlude, dan juga memberikan tempo saat memainkan suatu tembang lagu. Pada kecapi indung ini pun memiliki 18 atau 20 dawai yang pasti jauh lebih besar daripada kecapi anak.

2. Fungsi Rincik/Anak

Sedangkan fungsi dari kecapi rincik atau kecapi anak yaitu memperkaya iringan musik dengan mengisi ruang-ruang antara nada dengan frekuensi yang lebih tinggi, khususnya dalam memainkan lagu yang terdapat di dalam kecapi suling atau Sekar Penambih. Kecapi ini ukurannya lebih kecil dan dawainya lebih sedikit daripada kecapi indung, yaitu sebanyak 15 dawai saja.

Hingga saat ini alat musik kecapi masih banyak digunakan untuk mengisi acara-acara hajatan. Acara hajatan tersebut terutama pernikahan, atau acara-acara yang lainnya sebagai penghibur dengan mengiringi tembang lagu. Lagu yang dibawakan bukan hanya lagu-lagu sunda saja yang dimainkan.

Kecapi juga bisa mengiringi lagu-lagu pop, dangdut, maupun lagu-lagu lainnya. Bahkan kecapi sudah dikenal sampai mancanegara.

Nah, demikianlah informasi untuk lebih mengenal sejarah kecapi dan teknik memainkannya. Semoga bisa bermanfaat dan tertarik untuk belajar memainkan alat musik kecapi untuk melestarikan alat musik tradisional yang berasal dari Sunda Jawa Barat.

Infografis

Alat Musik Kecapi

Temukan pilihan rumah seperti pada perumahan Lavon Swan City dan apartemen terlengkap di Aplikasi Pinhome. Dapatkan properti idaman melalui program NUP untuk akses eksklusif. Untuk kamu agen properti independen atau agen kantor properti bergabunglah menjadi rekan agen properti bersama kami dan iklankan properti kamu di sini. 

Kamu juga bisa belajar lebih lanjut mengenai properti di Property Academy by Pinhome. Gabung menjadi Rekan Jasa Pinhome melalui aplikasi Rekan Pinhome di App Store atau Google Play Store sekarang!

Hanya di Pinhome.id yang memberikan kemudahan dalam membeli properti. Pinhome PINtar jual beli sewa properti.

Tags :

Artikel Pilihan

Berita Pinhome
Berita Pinhome Vasa Jagakarsa Hunian Modern Tropis Strategis Berkonsep Townhouse

Menentukan rumah idaman memang bukanlah perkara mudah. Pasalnya banyak hal yang harus dipertimbangk

Finansial
Finansial Mengenal Analisis SWOT Untuk Mengembangkan Bisnis

Membangun sebuah bisnis yang sukses tidak bisa terjadi dalam semalam. Ada banyak unsur dan juga keg

Properti
Properti 3 Contoh Rumah Idaman dan Populer Saat Ini

Desain atau contoh rumah idaman bagi tiap-tiap orang tentunya tidak sama. Ada yang mendefinisikan r

Properti
Properti Ingin Memilih Lokasi Tempat Tinggal Strategis? Perhatikan Hal Ini!

Memilih lokasi tempat tinggal strategis bukanlah perkara mudah, banyak yang harus kita pertimbangka

Artikel Terkini

Kamar Tidur
Kamar Tidur 7 Rekomendasi Furniture Untuk Kamar Korea Modern 

Drama Korea semakin digemari dan juga mempengaruhi selera masyarakatnya. Apalagi tak jarang ditunju

Kamar Tidur
Kamar Tidur Keunggulan dan Ide Desain Ranjang Besi Minimalis

Ranjang besi minimalis bisa jadi pilihan alternatif untuk tempat tidur kayu. Rangka besinya kuat da

Kecantikan
Kecantikan 16 Model Rambut Pria French Crop

Model rambut pria french crop merupakan salah satu jenis potongan rambut pendek pria yang menekanka

Uncategorized
Edukasi
Edukasi Surat Kepemilikan Tanah yang Resmi & Sah

Surat kepemilikan tanah (SKT) adalah berkas yang wajib dimiliki jika kamu memiliki niat untuk membe

Ikuti Media Sosial Kami

Pinhome Indonesia