Pinhome

  • Blog
  • Lifestyle
  • Akta Kelahiran: Berkas Dokumentasi Legal Pertama Untuk Semua

Lifestyle

Akta Kelahiran: Berkas Dokumentasi Legal Pertama Untuk Semua

Dipublikasikan oleh Puri ∙ 18 April 2021 ∙ 6 menit membaca

Dimulai dari momen hadirnya seseorang ke dunia, akta kelahiran menjadi salah satu dokumen legal yang wajib dimiliki oleh semua Warga Negara Indonesia. Tapi, apakah Pins sudah benar-benar paham apa saja syarat dan cara membuat akta kelahiran yang tepat?

Pinhome – Akte kelahiran adalah satu-satunya bukti bahwa seseorang telah mendapatkan keabsahan dalam Status dan Peristiwa Kelahiran oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Setiap Warga Negara yang telah tercatat kelahirannya, nanti akan dicatat dan didaftarkan dalam Kartu Keluarga dan berhak mendapatkan Nomor Induk Kependudukan atau NIK. Kedepannya, NIK akan diperlukan setiap warga Negara yang ingin mendapatkan pelayanan masyarakat sah dari Negara.

Sampai saat ini, ada beberapa jenis akta kelahiran yang harus Pins ketahui :

1. Akta Kelahiran Umum

sumber: Disdukcapil

Akta kelahiran umum dibuat langsung setelah ada laporan kelahiran yang diinformasikan dalam jangka waktu tertentu. Dalam hal ini, bagi Warga Negara Indonesia berkisar pada selambat-lambatnya 60 hari kerja sedangkan bagi Warga Negara Asing hanya berkisar 10 hari kerja sejak tanggal lahirnya bayi.

2. Akta dengan Rekomendasi

Berbeda dari Akta Kelahiran Umum, proses Akta dengan Rekomendasi dibuat berdasarkan rekomendasi Kepala Dinas atas laporan kelahiran yang sayangnya telah melebihi waktu 60 hari kerja. Berbeda dari Akta Kelahiran Umum, ada beberapa dokumen yang Pins perlu persiapkan untuk memenuhi syarat membuat akta kelahiran. Sebelumnya Pins perlu tahu bahwa, ada kemungkinan kalau setiap wilayah domisili memiliki persyaratan yang berbeda-beda. Namun, biasanya berikut beberapa syarat yang pasti ada dan patut untuk Pins persiapkan:

a. Surat pengantar dari pihak RT ataupun RW

b. Surat Keterangan Kelahiran, dari tempat kelahiran (Rumah Sakit), pihak yang membantu proses persalinan (bidan, dokter) ataupun surat keterangan dari pilot ataupun nahkoda jika proses kelahiran terjadi di pesawat ataupun kapal laut.

c. 2 lembar fotokopi Kartu Keluarga asli bagi penduduk tetap

d. 2 lembar SKPNP dari tempat domisili khusus bagi warga tidak tetap

e. 2 lembar fotokopi dan KTP asli suami dan juga istri (Jika memungkinkan, bawa serta juga SKDS atau Surat Keterangan Pelaporan Tamu)

f. 2 lembar fotokopi Akta kelahiran dari pihak Suami dan juga Istri

g. Fotokopi paspor khusus bagi Warga Negara Asing h. 2 lembar fotokopi buku nikah KUA ataupun Akta Pernikahan sah dari Catatan Sipil

i. 2 orang saksi yang memenuhi syarat kapabilitas untuk bantu membuktikan kelahiran di Dinas Pencatatan Sipil, lengkap berserta fotokopi KTP pihak yang bersangkutan (di beberapa daerah, yang dibutuhkan hanya fotokopi KTP sah saja)

j. Surat keterangan dari lembaga sosial khusus untuk kasus kelahiran anak penduduk rentan

k. Surat keterangan kepolisian untuk anak yang tidak diketahui secara pasti asal-usulnya

l. Surat kuasa lengkap beserta materai Rp 6.000 m. Formulir Permohonan Pencatatan Kelahiran lengkap beserta materai Rp 6.000.

Cara Membuat Akta Kelahiran

sumber: malangTIMES

Nah, setelah Pins mengetahui jenis dan dokumentasi apa saja yang menjadi syarat membuat akte kelahiran. Kini saatnya Pins untuk mengetahui cara membuat Akta Kelahiran nih :

1. Keseluruhan proses Akta Kelahiran dilakukan langsung di Dinas Kependudukan Catatan Sipil berdasarkan letak domisili yang tertera di KTP orang tua atau Wali. Sesuai dengan Undang-Undang No. 24 Tahun 2013 tentang Pencatatan Kelahiran.

2. Jika Pins sedang berada di luar daerah alamat domisili, tanyakan kepada dinas dan pihak terkait tentang bagaimana proses yang sesuai aturan.

3. Jika Pins sudah mendaftarkan diri ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, maka petugas akan :

– Mengecek kelengkapan dokumentasi dan berkas untuk kemudian memasukannya ke database

– Pemeriksa Data akan memberi tanda tangan dan diberikan kepada Kepala Dinas Dukcapil.

4. Akta Kelahiran akan distempel dan telah sah sepenuhnya!

Jika semua proses pengurusan Akta Kelahiran ini berjalan dengan lancar, maka paling cepat Akte Kelahiran akan selesai dibuat dalam jangka waktu 2 hari kerja, sedangkan menurut Undang-Undang No. 23 tahun 2006, waktu pembuatan maksimal Akta Kelahiran maksimal 30 hari. Proses pembuatan akta kelahiran pun sudah semakin mudah karena per 1 Mei 2013, proses pengadilan tidak lagi diperlukan dalam syarat membuat akte kelahiran.

Untuk biaya, sebenarnya tidak ada biaya yang dipungut untuk pembuatan Akta Kelahiran, tapi Pins tetap perlu menyediakan uang untuk membeli materai, biaya transportasi dan fotokopi. Penggratisan biaya kepengurusan ini sendiri telah diatur di Undang-Undang Nomor 23 tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan.

Baca juga: Surat Keterangan Ahli Waris, Sebaiknya Kapan Perlu Dibuat?

Bagaimana Kalau Pins Terlambat Melaporkan Kelahiran?

sumber: Pubindo

Dalam peraturan tertulisnya, setiap kelahiran wajib dilaporkan paling tidak 60 hari setelah kelahiran. Namun, tidak menutup kemungkinan pada akhirnya ada satu atau dua hal yang membuat proses mengurus Akta Kelahiran menjadi tertunda. Tenang, Pins masih bisa mengurus Akta Kelahiran, tapi Pins sudah harus siap kalau prosesnya akan memakan waktu yang jauh lebih lama.

Perbedaan proses menggurus Akte Kelahiran terletak pada Pins yang diharuskan meminta keputusan tertulis kepada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) setempat. Setelah mengantongi izin, Pins harus mengikuti prosedur dan menyiapkan syarat membuat akta kelahiran sesuai dengan ketentuan di lokasi tempat tinggal. Untuk beberapa daerah, ada pemberlakuan denda yang sudah diatur khusus sesuai dengan Peraturan Daerah masing-masing. Beberapa daerah menetapkan denda maksimal di nominal Rp 1.000.000. Meski tak jarang juga ada daerah yang membebaskan denda, seperti Provinsi DKI Jakarta dalam Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 1 Tahun 2015.

Lalu, bagaimana caranya mengurus Akta Kelahiran bagi anak luar nikah?

Menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Pasal 43 Ayat 1 tentang Perkawinan, anak yang terlahir di luar hubungan pernikahan, secara hukum hanya akan memiliki hubungan perdata dengan ibu kandungnya. Artinya, anak luar nikah tidak memiliki hubungan hukum dengan sang ayah. Ketentuan ini juga berlaku bagi anak hasil kawin siri. Pada praktiknya, hanya ada sedikit perbedaan saat mengurus Akta Kelahiran untuk anak luar nikah ataupun anak hasil kawin siri.

Menurut Peraturan Presiden Nomor 25 Tahun 2008 Pasal 52 Ayat 1 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil, berikut syarat membuat Akta Kelahiran yang diperlukan :

1. Surat Kelahiran dari penolong kelahiran seperti bidan atau dokter ataupun tempat kelahiran seperti rumah sakit

2. Nama dan identitas lengkap dari saksi kelahiran

3. KTP dan Kartu Keluarga ibu kandung

Untuk prosedur pembuatannya, kurang lebih sama seperti saat mengurus Akta Kelahiran biasa. Satu-satunya yang membedakan adalah hanya ada nama ibu yang tercantum di dalam Akta Kelahirannya.

Begitulah detail tentang Akta Kelahiran, Pins. Surat ini sangat penting karena dokumen inilah yang akan dibutuhkan untuk segala jenis administrasi, sampai kita meninggal dunia. Jadi, pastikan Akta Kelahiranmu dan keluarga tersimpan rapi di tempat yang aman, ya!


Bagi Pins yang sedang bingung mencari rumah yang tepat, ayo temukan beragam pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti & iklankan properti Kamu di Jual Properti. Bergabunglah bersama Kami di aplikasi Rekan Pinhome untuk Anda Agen properti independen atau Kantor Properti.

Hanya di Pinhome.id yang memberikan Anda kemudahan membeli properti. Pinhome – PINtar jual beli sewa properti.

Tags :

Bagikan Artikel