Agresi militer Belanda 1 dan 2 melanggar 2 persetujuan

Diperbarui oleh ∙ October 14, 2022 ∙ 4 menit membaca

Agresi militer Belanda – Pada tanggal 20 November 1946 tentara Inggris sebagai wakil sekutu mulai menyerahkan persoalan Indonesia kepada Belanda. Inggris mulai meninggalkan Indonesia, kota-kota yang di duduki diserahkan kepada Belanda.

Kemudian tentara Belanda juga menduduki kota-kota lain seperti Balikpapan, Maluku dan beberapa kota lain di Jawa.

Pertempuran Melawan Belanda Di Daerah

Hal ini telah mengembangkan perasaan tidak puas di kalangan bangsa Indonesia. Karena itu perjuangan  di arahkan untuk melawan Belanda. Akibatnya pertempuran melawan Belanda meluas di berbagai daerah.

Sebagai contoh di Aceh, Sumatera Tengah, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan lain-lain. Bahkan sampai ke Irian Jaya. Rakyat di seluruh negeri tekadnya sudah bulat untuk mempertahankan tanah air tercinta.

Pertempuran antara Indonesia dan Belanda meluas berkobar di mana-mana. Untuk mengatasi ini, Inggris menganjurkan agar kedua negara mengadakan perundingan. Namun, Belanda tidak mau mengindahkan anjuran itu.

Tetapi pertempuran demi pertempuran ternyata Belanda sering kali terdesak. Hal ini disadari oleh Belanda dan Inggris. Karenanya Belanda terpaksa menerima tawaran perundingan. Dengan perantaraan Inggris tercapailah perundingan/Persetujuan Linggarjati.

Isi Perjanjian Linggarjati

Persetujuan ini ditandatangani pada tanggal 25 Maret 1947. Indonesia diwakilik oleh Perdana Menteri Sutan Syahrir, sedangkan Belanda diwakili oleh H.J. Van Mook. Perjanjian Linggarjati isinya sebagai berikut:

  1. Belanda mengakui negara RI secra de facto atas daerah Sumatera, Jawa dan Madura.
  2. Indonesia akan bekerja sama dengan Belanda untuk membentuk Negara Indonesia Serikat.
  3. Akan dibentuk Uni Indonesia – Belanda dengan Ratu Yuliana sebagai kepala Uni.

Agresi Militer Belanda 1

Agresi Militer Belanda 1
Agresi Militer Belanda 1

Belanda ternyata licik, karena telah melanggar Persetujuan Linggarjati. Pada tanggal 21 Jui 1947 pukul 00.00 Belanda melancarkan agresi atau serangan militer yang pertama kepada Indonesia.

Dalam keadaan bagaimanapun Indonesia harus mempertahankan diri. Tindakan Belanda ini mendapat protes keras dari dunia internasional.

Dewan keamanan PBB turun tangan. Pada tanggal 1 Agustus 1947 diperintahkan agar kedua belah pihak menghentikan permusuhan. Kemudian PBB membentuk \\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\”Komisi Tiga Negara\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\” (KTN), yang beranggotakan Australia (pilihan Indonesia), Belgia (pilihan Belanda dan Amerika Serikat (pilihan Australia dan Belgia).

Pembahasan lebih mendetail silahkan baca: 21 Juli Agresi Militer Belanda 1 dilancarkan

Isi Perundingan Renville

Dengan perantaraan KTN, tercapailah Perundingan Renville, yakni perundingan yang diadakan di atas geladak kapal \\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\”USS Renville\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\”, milik Amerika Serikat.

Delegasi RI dipimpin oleh Perdana Menteri Amir Syarifuddin, sedang dari Belanda dipimpin oleh Abdulkadir Wijoyoatmojo, seorang Indonesia yang memihak Belanda.

Persetujuan Renville itu ditandatangani pada tanggal 17 Januari 1948, yang berisi dua persetujuan utama yaitu :

  1. Republik Indonesia harus mengakui daerah-daerah yang di duduki Belanda sejak agresi pertama menjadi kekuasaan Belanda.
  2. Semua pasukan Indonesia harus ditarik dari wilayah yang di duduki Belanda ke wilayah RI.

Dengan demikian jelas bahwa RI menjadi semakin sempit. Perlu diketahui bahwa pada saat Perundingan Renville sedang berlangsung, Belanda mendirikan negara-negara boneka. Negara-negara yang dimaksud adalah:

  1. Negara Indonesia Timur
  2. Negara Kalimantan Barat, dan
  3. Negara Pasundan

Dengan tindakan itu, berarti Belanda memang benar-benar licik. Ia ingin memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan demi keuntungan sendiri.   Perundingan Renville telah membawa akibat semakin sempitnya wilayah Indonesia.

Bahkan bangsa ini berhasil dipecah-pecah oleh Belanda. Terbukti dengan berdirinya negara-negara boneka. Setelah itu timbul pemberontakan PKI di Madiun yang merupakan rongrongan dari dalam negeri Indonesia sendiri.

Agresi Militer Belanda 2

Agresi Militer Belanda 2
Agresi Militer Belanda 2

Setelah pemerintah RI berhasil menumpas pemberontak PKI di Madiun, sekonyong-konyong pada tanggal 19 Desember 1948, Belanda melancarkan agresinya yang kedua. Hal ini berarti Belanda lagi-lagi tidak menepati Persetujuan Renville.

Tentara Belanda menyerang lapangan udara Maguwo Yogyakarta. Yogyakarta sebagai ibu kota RI di duduki Belanda. Presiden dan wakil presiden serta beberapa menteri di tawan dan di asingkan ke Prapat, kemudian dipindahkan ke Bangka.

Sebelum Belanda memasuki kota Yogyakarta, Presiden Soekarno masih sempat mengirim mandat lewat radio kepada Mr.Syarifuddin Prawiranegara agar membentuk pemerintahan darurat di Sumatera. Kemudian Jenderal Sudirman yang pada waktu itu sedang sakit segera mengundurkan diri ke luar kota.

Baca juga: Perundingan Rum-Royen dan Konperensi Meja Bundar

Tags :

Artikel Pilihan

Berita Pinhome
Berita Pinhome Hadir di Denpasar, Pinhome Home Service Solusi Satu Langkah Mudah Bersih-Bersih Rumah

Jakarta, 9 Juli 2021 – Layanan Pinhome Home Service (PHS), hasil kolaborasi Pinhome dengan PT. Ap

Berita Pinhome
Berita Pinhome Hadir di Bandar Lampung dan Yogyakarta, Pinhome Home Service: Solusi Satu Langkah Mudah Bersih-bersih Rumah

Jakarta – Layanan Pinhome Home Service (PHS), hasil kolaborasi Pinhome dengan PT. Aplikasi 

Berita Pinhome
Berita Pinhome Buka Booth Free Massage di Acara CoHive Pop Up Market, Layanan Pinhome Home Service Diminati Lebih dari 150 Orang

Jakarta, 14 Juli 2022 - Pinhome selaku e-commerce properti, penyedia jasa rumah tangga, dan gaya hi

Berita Pinhome
Berita Pinhome KPR Lewat Pinhome, Agen Properti Bisa Klaim Seluruh Komisi!

Jakarta, 9 Agustus 2021 – Pinhome sebagai e-commerce properti memiliki misi untuk menjadikan prop

Berita Pinhome
Berita Pinhome Mau Bangun Usaha? Berikut Tips Pengecekan Properti untuk Tempat Usaha dari Pinhome

Jakarta, 1 November 2021 – Memahami aspek hukum pada properti merupakan hal yang krusial sebelum

Artikel Terkini

Finansial
Finansial Apa itu Crypto Wallet? Pengertian dan Cara Memakainya

Pada era modern ini, berkembangnya teknologi sudah banyak sekali memberikan manfaat kepada hidup ma

Finansial
Finansial BI Rate Naik? Cari Tahu Dulu Kebenarannya! (Edisi YoY Oktober & November)

#WaktunyaBeliRumah - Apakah Pins sadar, biaya yang dikeluarkan untuk transaksi bisnis properti tida

Gadget
Gadget 12 Rekomendasi HP 6 Jutaan, Harga Mid-Range Berasa Flagship!

Jika Pins menginginkan HP mid-range dengan kualitas flagship, maka rekomendasi HP 6 jutaan adalah j

Finansial
Finansial 15 NFT Game yang Tak Hanya Seru, Tapi Juga Menghasilkan Cuan!

Sebagai bentuk investasi aset digital yang menjanjikan, banyak orang yang mencoba untuk mempelajari

Finansial
Finansial Apa itu Copy Trade? Ini Fungsi dan Cara Menggunakannya

Ada banyak sekali istilah dalam dunia trading yang mungkin terdengar asing untuk kamu yang masih pe

Ikuti Media Sosial Kami

Pinhome Indonesia