9 bait terakhir ramalan Jayabaya

Dipublikasikan oleh Eka Mandala ∙ 8 July 2014 ∙ 4 menit membaca

Dalam bait-bait terakhir ramalan Jayabaya digambarkan suasana negara yang kacau penuh carut marut, serta terjadi kerusakan moral yang luar biasa. Namun, dari fenomena tersebut kemudian muncul seseorang yang arif dan bijaksana yang mampu mengatasi keadaan. Hal ini tidak jauh berbeda dengan Kutipan 22 bait Serat Kalatidha Ranggawarsitoyang mengulas tentang Satrio Piningit.

Berikut adalah cuplikan bait-bait terakhir ramalan Jayabaya yang menggambarkan ciri-ciri atau karakter seorang Satrio Piningit tersebut:

Bait 1

Selet-selete yen mbesuk ngancik tutuping tahun
Sinungkalan dewa wolu, ngasta manggalaning ratu
Bakal ana dewa ngejawantah
Apengawak manungsa
Apasurya padha Bethara Kresna
Awatak Baladewa
Agegaman trisula wedha
Jinejer wolak-waliking zaman

Artinya : Selambat-lambatnya kelak menjelang tutup tahun, akan ada dewa tampil, berbadan manusia, berparas seperti Bathara Kresna, berwatak Baladewa, bersenjata Trisula wedha, tanda datangnya perubahan zaman.

Bait 2

Iku tandane Bethara Indra wus katon Tumeka ing arcapada ambebantu wong Jawa

Artinya : Itulah tanda putra Batara Indra sudah tampak, datang di bumi untuk membantu orang Jawa

Bait 3

Bala prewangan makhluk halus padha baris Pada rebut benere garis Tan kasat mata, tan arupa Sing mandhegani putrane Bethara Indra Agegaman trisula wedha Momongane padha dadi nayaka perang-perange tanpa bala Sakti mandraguna tanpa aji-aji.

Artinya : Pasukan makhluk halus sama-sama berbaris, berebut garis yang benar, tak kelihatan, tak berbentuk, yang memimpin adalah putra Batara Indra, bersenjatakan trisula wedha, para asuhannya menjadi perwira perang, jika berperang tanpa pasukan, sakti mandraguna tanpa azimat.

Bait 4

Apeparap pangeraning prang Tan pakra anggoning nyandhang Ning iya bisa nyembadani ruwet rentenging wong sak pirang-pirang.

Artinya: Bergelar pangeran perang, kelihatan berpakaian kurang pantas, namun dapat mengatasi keruwetan banyak orang.

Bait 5

Idune idu geni Sabdane malati Sing mbregudul mesti mati Ora tuwa enom padha dene bayi Wong ora ndayani nyuwun apa bae mesthi sembada Garis sabda ora gantalan dina Beja-bejane sing yakin lan tuhu setya sabdanira Tan karsa sinuyudan wong sak tanah Jawa Naging inung pilih-pilih sapa.

Artinya : Ludahnya api, sabdanya sakti (terbukti), yang membantah pasti mati, orang tua, muda seperti bayi, orang yang tak berdaya minta apa saja pasti terpenuhi, garis sabdannya tidak akan lama, beruntunglah bagi yang yakin dan percaya serta mentaati sabdanya, tidak mau dihormati orang setanah Jawa, tetapi hanya memilih beberapa saja.

Bait 6

Waskitha pindhang dewa Bisa nyumurupi lahire mbahira, buyutira, canggahira Pindha lahir bareng sadina Ora bisa diapusi marga bisa maca ati Wasis, wegig, waskitha Ngerti sakdurunge winarah Bisa pirsa mbah-mbahira Angawuningani jantraning zaman Jawa Ngerti garise siji-sijining umat Tan kewran sasuruping zaman.

Artinya : Pandai meramal seperti dewa, dapat mengetahui lahirnya kakek, buyut, dan canggah anda, seolah-olah lahir diwaktu yang sama, tidak bisa ditipu karena dapat membaca isi hati, bijak, cermat, dan sakti, mengerti sebelum sesuatu terjadi, mengetahui leluhur anda, memahami putaran roda zaman Jawa, mengerti garis hidup setiap umat, tidak khawatir tertelan zaman.

Bait 7

Ing ngarsa Begawan Dudu pandhita sinebut pandhita Dudu dewa sinebut dewa Kaya dene manungsa.

Artinya : Di hadapan Begawan, bukan pendeta disebut pendeta, bukan dewa disebut dewa, namun manusia biasa.

Bait 8

Iki dalam kanggo sing eling lan waspada Ing zaman kalabendu Jawa Aja nglarang dalem ngleluri wong apengawak dewa Cures ludhes saka braja jelma kumara Aja-aja kleru pandhita samusana Larinen pandhita asenjata trisula wedha Iku hiya paringaning dewa.

Artinya : Inilah jalan bagi yang ingat dan waspada, pada zaman kalabandu Jawa, jangan melarang dalam menghormati orang berupa dewa, yang menghalangi akan sirna seluruh keluarga, jangan keliru mencari dewa, carilah dewa bersenjata trisula wedha, itulah pemberian dewa.

Bait 9

Ngluruk tanpa bala Yen menang tan ngasorake liyan Para kawula padha suka-suka Marga adiling pangeran wus teka Ratune nyembah kawula Angagem trisula wedha Para pandhita hiya padha muja Hiya iku momongane kaki sabdopalon Sing wis adu wirang nanging kondhang Genaha kacetha kanthi njingglang Nora ana wong ngresula kurang Hiya iku tandhane kalabendu wus minger Centhi wektu jejering kalamukti Andayani indering jagad raya Padha asung bhekti

Artinya: Menyerang tanpa pasukan, bila menang tak menghina yang lain, rakyat bersuka ria, karena keadilan Yang Kuasa telah tiba, raja menyembah rakytat, bersenjatakan trisula wedha, para pendeta juga pada memuja, itulah asuhannya sabdopalon, yang sudah menanggung malu tetapi termashyur, segalanya tampak terang benderang, tak ada yang mengeluh kekurangan, itulah tanda zaman Kalabendu telah usai, berganti zaman penuh kemuliaan, memperkokoh tatanan jagad raya, semuanya menaruh rasa hormat yang tinggi.

Sampai di sini kita mulai memahami siapa yang dikatakan oleh Prabu Jayabaya dengan istilah \”Putra Bathara Indra\” itu. Bait-bait tersebut telah mengurai secara rinci tentang ciri-ciri dan karakter orang tersebut. Putra Bathara Indra tidak lain adalah waliyullah (aulia) yang perlambang paras Kresna dan watak Baladewa bermakna satria pinandita.

Karena hakikat dua bersaudara Kresna dan Baladewa melambangkan kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, di mana Kresna melambangkan pencipta dan Baladewa melambangkan potensi kreativitasnya.

Dua bersaudara Kresna dan Baladewa menghabiskan masa kanak-kanak sebagai penggembala sapi. Dengan hakikat ini setidaknya kita dapat meraba bahwa putra Bathara Indra juga merupakan budak angon (anak gembala) yang telah dikatakan oleh Prabu Siliwangi di dalam Wangsit Siliwangi.

Tags :

Artikel Pilihan

Berita Pinhome
Berita Pinhome Vasa Jagakarsa Hunian Modern Tropis Strategis Berkonsep Townhouse

Menentukan rumah idaman memang bukanlah perkara mudah. Pasalnya banyak hal yang harus dipertimbangk

Finansial
Finansial Mengenal Analisis SWOT Untuk Mengembangkan Bisnis

Membangun sebuah bisnis yang sukses tidak bisa terjadi dalam semalam. Ada banyak unsur dan juga keg

Properti
Properti 3 Contoh Rumah Idaman dan Populer Saat Ini

Desain atau contoh rumah idaman bagi tiap-tiap orang tentunya tidak sama. Ada yang mendefinisikan r

Properti
Properti Ingin Memilih Lokasi Tempat Tinggal Strategis? Perhatikan Hal Ini!

Memilih lokasi tempat tinggal strategis bukanlah perkara mudah, banyak yang harus kita pertimbangka

Artikel Terkini

Kantor
Kantor Karakteristik Desain Kantor Industrial Favorit Milenial

Konsep industrial kini juga diterapkan sebagai interior kantor. Apalagi jika mayoritas karyawannya

Kantor
Kantor Cara Memilih Meja Resepsionis Ergonomis Untuk Kantor

Ketika memasuki lobby kantor maka selalu ada meja resepsionis. Meja ini biasa dituju untuk mendapat

Berita Pinhome
Berita Pinhome Ini Dia Cara Mudah Bikin Aplikasi di Android Tanpa Ribet!

Setiap tahunnya, penggunaan smartphone, terutama Android, terus mengalami peningkatan. Bagaimana ti

Teknik Sipil
Teknik Sipil Mau Ajukan Cicilan Perumahan Subsidi? Baca Dulu Syaratnya!

Membeli rumah saat ini terbilang cukup sulit karena harganya yang sudah melambung tinggi. Apalagi,

Properti
Properti Kisaran Harga Tipe Rumah Minimalis, Terbaru 2022!

Ingin membeli rumah minimalis? Rumah minimalis ini kini menjadi incaran kaum millenials ketiak menc

Ikuti Media Sosial Kami

Pinhome Indonesia