Pinhome

7 tahun Perang Batak dan Belanda

Dipublikasikan oleh Eka Mandala ∙ 4 September 2014 ∙ 2 menit membaca

Perang Batak – Pusat Kerajaan Batak terletak di Bakkara (sebelah barat daya Danau Toba) dengan raja terakhir Kerajaan Batak adalah Sisingamangaraja XII. Berikut alasan terjadinya perlawanan masyarakat Batak terhadap Belanda.

Sisingamangaraja XII Menentang Belanda

Raja Sisingamangaraja XII tidak bersedia wilayah kerajaannya semakin diperkecil oleh Belanda. Sisingamangaraja XII tidak dapat menerima Kota Natal, Mandailing, Angkola dan Sipirok di Tapanuli Selatan dikuasai Belanda.

Belanda ingin mewujudkan Pax Netherlandica. Untuk mewujudkan Pax Netherlandica Belanda menguasai daerah Tapanuli Utara sebagai lanjutan atas pendudukannya di Tapanuli Selatan dan Sumatra Timur.

Belanda menempatkan pasukannya di Taruntung dengan alasan untuk melindungi para penyebar agama Kristen yang tergabung dalam Rhijensnhejending. Tokoh penyebarnya bernama Nomensen berkebangsaan Jerman.

Bagaimana Kristen masuk ke Indonesia? Baca Proses masuknya Kristen ke Indonesia

Perang Batak: Sisingamangaraja XII Menyerang Belanda

Untuk menghadapi Belanda tersebut, Sisingamangaraja XII pada tahun 1878 menyerang kedudukan Belanda di daerah Tapanuli Utara. Peperangan berlangsung kira-kira selama tujuh tahun.

Belanda mengerahkan pasukan untuk menguasai Bakkara sebagai pusat kekuasaan Sisingamangaraja XII. Kemudian terjadi pertempuran sengit di daerah Pakpak Dairi, sebelah barat Toba.

Pasukan Van Daalen yang beroperasi di Aceh melanjutkan gerakannya ke Tapanuli Utara pada tahun 1904, sedangkan di Medan didatangkan pasukan lain melalui Kabanjahe dan Sidikalang.

Akhir Perang Batak

Akhir dari Perang Batak, pasukan Marsose di bawah pimpinan Kapten Christoffle berhasil menangkap keluarga Sisingamangaraja XII. Sedangkan Sisingamangaraja XII beserta pengikutnya melarikan diri ke hutan Simsim.

Dalam pertempuran tanggal 17 Juni 1907 Sisingamangaraja XII gugur bersama seorang putrinya yang bernama Lapian dan dua orang putranya yang bernama Patuan Nagari dan Patuan Anggi serta sejumlah pengikutnya.

Jenazah Sisingamangaraja XII dibawa ke Taruntung dan dimakamkan di depan tangsi militer Belanda, kemudian pada tahun 1953 makam tersebut dipindahkan ke Soposurung di Balige.

Baca juga: Perlawanan Kapitan Pattimura 1817 terhadap belanda

Tags :

Artikel Pilihan

Berita Pinhome
Berita Pinhome Vasa Jagakarsa Hunian Modern Tropis Strategis Berkonsep Townhouse

Menentukan rumah idaman memang bukanlah perkara mudah. Pasalnya banyak hal yang harus dipertimbangk

Finansial
Finansial Mengenal Analisis SWOT Untuk Mengembangkan Bisnis

Membangun sebuah bisnis yang sukses tidak bisa terjadi dalam semalam. Ada banyak unsur dan juga keg

Properti
Properti 3 Contoh Rumah Idaman dan Populer Saat Ini

Desain atau contoh rumah idaman bagi tiap-tiap orang tentunya tidak sama. Ada yang mendefinisikan r

Properti
Properti Ingin Memilih Lokasi Tempat Tinggal Strategis? Perhatikan Hal Ini!

Memilih lokasi tempat tinggal strategis bukanlah perkara mudah, banyak yang harus kita pertimbangka

Artikel Terkini

Lifestyle
Lifestyle 40+ Referensi Ucapan Selamat Ulang Tahun buat Teman & Sahabat

Menyampaikan ucapan selamat ulang tahun buat teman adalah hal yang wajib diutarakan. Pasalnya, doa

Edukasi
Edukasi Contoh Surat Wasiat yang Sah Menurut Hukum

Bicara soal wasiat tentu menjadi satu hal yang sensitif. Tak jarang, hal ini pun kerap menjadi pers

Edukasi
Edukasi Contoh Surat Somasi dan Cara Membuatnya

Apakah kamu pernah mendengar surat somasi? Surat ini kerap dikaitan dengan dunia hukum. Biasanya pe

Edukasi
Edukasi Contoh Surat Pengaduan dan Formatnya yang Benar

Dalam transaksi, terkadang ada beberapa hal yang kurang sesuai, baik dalam pembelian barang atau pe

Edukasi
Edukasi Cara Membuat Surat Keterangan Bebas Narkoba dan Contohnya

Surat Keterangan Bebas Narkoba (SKBN) umum digunakan untuk berbagai keperluan. Salah satunya melama

Ikuti Media Sosial Kami

Pinhome Indonesia