Pelaksanaan proyek konstruksi bangunan terkadang memerlukan kantor sementara atau biasa juga disebut sebagai direksi keet agar bisa mengawasi, melaksanakan, serta memanajemen pembangunan dengan lancar.

Dalam pelaksanaanya ada kontraktor yang lebih memilih memakai kantor kontainer dengan alasan mudah dipasang serta dapat dipindah-pindah.

Namun sayangnya itu memerlukan dana cukup besar untuk mengadakanya. Belum lagi pengangkatan kontainer ke lokasi pembangunan juga memerlukan alat berat yang biaya sewanya tidak sedikit.

Solusi lain yang lebih mudah sekaligus murah yaitu dengan membuat kantor berdinding plywood atau triplek berlantai plesteran.

kantor proyek

Disini kita jelaskan analisa harganya semoga bisa menjadi bahan referensi bagi para sahabat sekalian.

Cara menghitung voume Pembangunan kantor sementara

Disini perhitungan volumenya berdasarkan m2 luas lantai, misalnya jika kita hendak membangun kantor sementara ukuran lebar 6m  panjang 12m maka volumenya yaitu.

  • 6m x 12m
  • 72 m2

Analisa Harga Satuan Pekerjaan Pembuatan 1 m2 Kantor Sementara Lantai Plesteran

Koefisien analisa tersebut berdasarkan peraturan menteri pekerjaan umum dan perumahan rakyat (PUPR) nomor 28/PRT/M/2016 tentang analisis harga satuan pekerjaan bidang pekerjaan umum bagian kantor sementara lantai plesteran.

Menghitung Rencana Anggaran Biaya pembangunan kantor sementara

Jika harga bangun per m2 Rp. 1.020.882,- dan kita akan membangun kantor seluas 72 m2, maka total biaya yang dibutuhkan sebanyak.

  • 72 m2 x Rp. 1.020.882,-/m2
  • Rp. 73.503.504,- terbilang (Tujuh puluh tiga juta lima ratus tiga ribu lima ratus empat rupiah).

Bentuk kantor bisa disesuaikan dengan model serta nuansa proyek yang diharapkan, agar lebih green bisa ditambahkan beberapa kolam air serta tanaman hias disekitar kantor. Dengan begitu suasana bisa menjadi segar sehingga diharapkan dapat mempengaruhi produktifitas kerja para karyawan proyek.