Beton bertulang merupakan struktur bangunan yang dewasa ini banyak digunakan. Perpaduan antara batuan keras yang tahan terhadap gaya tekan ditambah besi yang tahan terhadap gaya tarik membuat material beton ini kuat menahan beban bangunan.

Adakalanya beton yang sudah jadi harus dibongkar kembali dikarenakan berbagai sebab, bisa karena ingin adanya pembaharuan, kerusakan struktur, maupun alasan lainya. Untuk membongkarya diperlukan tenaga kerja yang bisa dibayar dengan upah harian.

Disini kita buatkan uraian tentang analisa  pembongkaran beton bertulang dari mulai hitungan volume, analisa harga satuan pekerjaan, dan RAB. o.k langsung saja kita mulai uraian beserta perhitunganya.

bobok beton
bobok beton

Cara menghitung volume pembongkaran beton

Volume beton bisa dihitung dalam satuan m3, untuk menghitungnya kita perlu tahu terlebih dahulu bagaimana bentuk betonya. Apabila bentuknya balok persegi maka bisa dihitung dengan rumus panjang x lebar x tebal. misalnya kita akan membobok beton lantai jembatan ukuran 4m x 6m dengan ketebalan 20cm maka volumenya sebesar.

  • Volume bobok beton = panjang x lebar x tinggi
  • 6m x 4m x 0,2m
  • 4,8m3.

Analisa Harga Pembongkaran 1 m3 beton bertulang

No Uraian Satuan Koefisien Harga Satuan (Rp.) Jumlah Harga (Rp.)
A TENAGA
Pekerja OH 1,3334 100.000 133.340
Mandor OH 0,6660 120.000 79.920
JUMLAH TENAGA KERJA 213.260
B BAHAN 0 0
JUMLAH HARGA BAHAN 0
C PERALATAN 0 0
JUMLAH HARGA ALAT 0
D Jumlah (A+B+C) 0 213.260
E Overhead & Profit 10% 10% 21.326
F Harga Satuan Pekerjaan (D+E) 0 234.586

Koefisien analisa tersebut berdasarkan peraturan menteri pekerjaan umum dan perumahan rakyat (PUPR) nomor 28/PRT/M/2016 tentang analisis harga satuan pekerjaan bidang pekerjaan umum bagian pembongkaran beton bertulang.

Hitungan rencana anggaran biaya pembongkaran beton bertulang

Untuk membongkar beton sebanyak 4,8m3 dengan harga satuan Rp.234.586,-/m3 dibutuhkan total anggaran biaya sebesar.

  • RAB bobok beton = volume x harga satuan
  • 4,8m3 x Rp.234.586,-/m3
  • Rp.1.126.013,- terbilang (Satu juta seratus dua puluh enam ribu tiga belas rupiah).

Biaya tersebut bisa dikurangi dengan hasil penjualan puing beton dan besi bekas sehingga ada penghematan.

Puing bekas bongkaran beton bisa dipakai sebagai material urugan atau dijadikan pondasi bangunan, sedangkan besi tulangan bekas bisa didahur ulang.