Lahan yang hendak dibangun perlu dibersihkan dan diratakan terlebih dahulu sehingga bebas dari benda-benda yang menghalangi. Benda tersebut bisa berupa pohon, semak belukar, bangunan eksisting dan sejenisnya.

Pembersihan bisa dilakukan secara manual oleh pekerja dengan peralatan sederhana seperti cangkul, sabit, dan sejenisnya yang analisa harganya kita jelaskan disini.

Sedangkan untuk pembersihan lahan menggunakan alat berat perlu dihitung analisanya secara berbeda, karena biayanya akan lebih mahal dengan sistem manual.

pembersihan lapangan
pembersihan lapangan

Menghitung luas lapangan atau lahan

Yang dimaksud lapangan disini adalah tanah dimana akan dijadikan lokasi pembangunan. Contohnya apabila hendak mendirikan gedung ukuran 30m x 100m maka luas lahanya yaitu.

  • Luas lapangan = 30m x 100m
  • 300m2

Analisa Harga Stuan Pembersihan 1 m2 lapangan dan perataan

No Uraian Satuan Koefisien Harga Satuan (Rp.) Jumlah Harga (Rp.)
A TENAGA 0
Pekerja OH 0,1000 100.000 10.000
Mandor OH 0,0500 120.000 6.000
JUMLAH TENAGA KERJA 16.000
B BAHAN 0
JUMLAH HARGA BAHAN
C PERALATAN 0 0
JUMLAH HARGA ALAT 0
D Jumlah (A+B+C) 0 16.000
E Overhead & Profit 10% 10% 1.600
F Harga Satuan Pekerjaan (D+E) 0 17.600

Koefisien analisa tersebut berdasarkan peraturan menteri pekerjaan umum dan perumahan rakyat (PUPR) nomor 28/PRT/M/2016 tentang analisis harga satuan pekerjaan bidang pekerjaan umum bagian pembersihan lapangan dan perataan.

Pada analisa tersebut bisa kita lihat bahwa pekerjaan ini belum memerlukan bahan bangunan, hanya perlu pekerja dan mandor saja. Harga upah tenaga perharinya bisa disesuaikan dengan proyek setempat.

Rencana anggaran biaya pembersihan dan perataan lapangan

Untuk membersihkan sekaligus meratakan lapangan seluas 300m2 dengan harga satuan Rp.17.600/m2 maka total anggaran biaya (RAB) yang diperlukan sebanyak.

  • RAB pembersihan lapangan = Luas lahan x Harga per m2.
  • 300m2 x Rp.17.600,-
  • Rp.5.280.000,- terbilang (lima juta dua ratus delapan puluh ribu rupiah).

Biaya perbersihan ini bisa lebih besar diatas standar analisa tersebut apabila ada rintangan yang sulit dibersihkan atau disingkirkan, misalnya ada gardu atau tiang PLN yang perlu dipindahkan, ada bangunan eksisting yang cukup besar, ada bebatuan yang sulit diangkat, serta beberapa masalah lainya yang memerlukan biaya tambahan.

Setelah lahanya dibersihkan maka bisa dilanjutkan dengan pekerjaan galian tanah dan pondasi bangunan.